Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP

Sunday, December 4, 2022

Potret Pendidikan Tinggi di Dunia Islam



Endah Sulistiowati (Dir. Muslimah Voice)


Pada masa kekhilafahan Islam itu, tercatat beberapa lembaga pendidikan Islam yang terus berkembang dari dulu hingga sekarang. Seperti Al Azhar yang hingga kini masih berdiri kokoh. Kendati beberapa di antaranya hanya tinggal nama. Namun, nama-nama lembaga pendidikan Islam itu pernah mengalami puncak kejayaan dan menjadi simbol kegemilangan peradaban Islam yang tercatat dalam sejarah.



Beberapa lembaga pendidikan itu, antara lain, Nizamiyah di Baghdad, Al-Azhar di Mesir, al-Qarawiyyin di Fez, Maroko, dan Sankore di Timbuktu, Mali, Afrika. Masing-masing lembaga ini memiliki sistem dan kurikulum pendidikan yang sangat maju ketika itu. Dari beberapa lembaga itu, berhasil melahirkan tokoh-tokoh pemikir dan ilmuwan Muslim yang sangat disegani. Misalnya, al-Ghazali, Ibnu Ruysd, Ibnu Sina, Ibn Khaldun, Al-Farabi, al-Khawarizmi, dan al-Ferdowsi.


Dalam buku Strategi Pendidikan Negara Khilafah karya Abu Yasin, dalam bab Pendidikan Tinggi di disebutkan tujuan pendidikan tinggi adalah penanaman dan pendalaman kepribadian Islam secara intensif pada diri mahasiswa. Peningkatan kualitas kepribadian ini ditujukan agar para mahasiswa bisa menjadi pemimpin dalam memantau permasalahan-permasalahan krusial bagi umat termasuk kemampuan mengatasinya: yaitu permasalahan yang diharuskan dalam Islam atas kaum muslim untuk mengatasinya dengan risiko hidup atau mati.


Agar permasalahan krusial ini tetap hidup dan menjadi pusat perhatian di dalam benak dan perasaan umat, maka harus ada pendidikan tsaqofah Islam yang berkelanjutan, yang akan membantu mengatasi permasalahan tersebut bagi seluruh mahasiswa di perguruan tinggi tanpa memandang spesialisasinya.
 

Hal ini sebagai tambahan pendalaman dan pengkhususan dalam pendidikan tsaqofah Islam dengan seluruh cabang-cabangnya: seperti fiqih hadits tafsir Ushul fiqih dan lain-lain. Berupa persiapan terhadap apa yang diperlukan para ulama, para mujtahid, para pemimpin, para pemikir, para kodi hakim, para ahli fiqih, dan lain-lain sehingga hanya Islam saja yang tetap hidup di tengah-tengah umat untuk diterapkan dijaga dan diemban ke seluruh umat manusia baik dengan dakwah maupun jihad.
 

Rasulullah SAW bersabda:

"Dua golongan manusia yang jika keduanya baik maka akan baik manusia atau masyarakat, dan jika keduanya rusak maka akan rusak pula manusia atau masyarakat: yaitu ulama dan para pemimpin."


Perguruan tinggi juga dituntut untuk melahirkan sekumpulan politikus, para pakar ilmu pengetahuan, dan orang-orang yang mampu memberikan pengajaran dan ide-ide yang ditujukan khusus untuk mengurus kemaslahatan hidup umat dan penyusunan rencana jangka panjang yang diperlukan negara Khilafah dalam melayani kemaslahatan tersebut.
 

Sehingga Khilafah menjadikan pendidikan sebagai salah satu fasilitas yang diberikan kepada masyarakat. Pendidikan akan diberikan gratis dan menjadi hak seluruh warga negara. Negara Khilafah juga wajib menyediakan fasilitas dan infrastruktur pendidikan yang cukup dan memadai seperti gedung-gedung sekolah, laboratorium, balai-balai penelitian, buku-buku pelajaran, dan lain sebagainya.  Negara Khilafah juga berkewajiban menyediakan tenaga-tenaga pengajar yang ahli di bidangnya, sekaligus memberikan gaji yang cukup bagi guru dan pegawai yang bekerja di kantor pendidikan.


Seluruh pembiayaan pendidikan di dalam negara Khilafah diambil dari Baitul Mal, yakni dari pos fai’ dan kharaj serta pos milkiyyah ‘amah.    Seluruh pemasukan Negara Khilafah, baik yang dimasukkan di dalam pos fai’ dan kharaj, serta pos milkiyyah ‘amah, boleh diambil untuk membiayai sektor pendidikan. Jika pembiayaan dari dua pos tersebut mencukupi maka negara tidak akan menarik pungutan apapun dari rakyat. Sehingga para mahasiswa bisa terus konsentrasi dalam pendidikan mereka tanpa direcoki untuk mencari uang tambahan termasuk masalah gaya hidup. Karena negara akan terus menjaga kemurnian tsaqofah para mahasiswa dan peserta didik lainnya.[]

No comments:

Post a Comment

Adbox