Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP

Tuesday, August 16, 2022

ISRAEL Kembali Brutal Menyerang GAZA, Negeri Muslim Lanjutkan Normalisasi

 



 Oleh : Ita Ummu Firdaus


Aksi brutal terus berulang dilakukan oleh zionis Israel kelompok Kerja Aqsa mengecam keras langkanya Zionis Israel yang kembali membombardir Gaza. salaknya 13 orang syahid termasuk seorang gadis berusia lima tahun.


"AWG kutukan sekeras kerasnya atas agresi Zionis ini. Serangan ini, sekali lagi membuktikan bahwa mereka adalah rezim dzalim yang tersisa yang harus dimusnahkan dari muka bumi," tulis AWG dalam keterangan tertulisnya kepada Republika.co.id , Ahad (7/8/2022)


Israel mengatakan menyerang Gaza pada hari Jum'at (5/8/2022) dan menyatakan "situasi khusus" di depan rumah, setelah beberapa hari ketegangan menyusul penangkapan seorang pejuang senior Palestina di Tepi Barat yang diduduki.


Ledakan terdengar di Kota Gaza, di mana asap keluar dari lantai tujuh sebuah gedung tinggi. Tidak jelas siapa yang menjadi sasaran serangan itu.


Israel telah menutup jalan di sekitar Gaza awal pekan ini dan mengirim bala bantuan ke perbatasan saat bersiap untuk serangan balas dendam setelah penangkapan seorang anggota perlawanan senior kelompok militan itu di Tepi Barat yang diduduki pada Senin.


Tidak segera jelas apa yang ditargetkan Israel atau seberapa besar situasinya akan meningkat. Israel dan Hamas telah berperang empat kali dan beberapa pertempuran kecil dalam 15 tahun sejak merebut kekuasaan dari pasukan saingan Palestina.TEL AVIV, ISRAEL (voa-islam.com)


Berulang kekejian Israel terhadap palestina, puluhan tahun aksi serupa dilakukan oleh zionis Israel menggempur palestina dengan serangan brutal dan membabi buta, dimana hati nurani kalian bukan hanya militer yang jadi sasaran sadis beringas tetapi rakyat sipil terdiri dari perempuan, orang tua dan anak-anak dimana "HAM ".Negeri-negeri muslim hanya bisa prihatin dan mengecam dari dulu itu saja yang dilakukan tanpa Aksi. Namun hubungan baik dan normalisasi dengan Israel tetap mereka lanjutkan


Palestina butuh perhatian umat muslim dunia. Mereka butuh tentara yang membebaskan mereka, bukan sekedar makanan dan obat. inikah dampak umat muslim dunia tanpa pemimpin yang disebut khalifah, akhirnya kaum muslimin terpecah belah dan terhalangi persatuannya oleh sekat nasionalisme ,sehingga Negeri-negeri muslim sibuk dengan urusan mereka masing-masing hanya rasa empati dan sedikit perhatian dengan mengecam dan mengirim sedikit bantuan. Tanpa  pemimpin kaum hilang kewibawaannya dan Islam dihinakan dan Penganutnya terhina. Penjajah menginjak harga diri umat tanpa takut apapun. Melakukan genocida tanpa ampun. Membunuh, memperkosa tanpa rasa bersalah sedikitpun. Karena mereka menyakini tidak akan ada yang melawan mereka. Semua negeri Islam dalam kendali  lewat perjanjian internasional. Begitupula konsep nations state, membuat para pemimpin Islam lumpuh total.


Bandingkan dengan khalifah Al Mu'tashim Billah dari Daulah Abbasyiyah. Peristiwa Amuriyah menjadi jejak sejarah agung tentang Junnah. Pasukan daulah dikerahkan untuk membebaskan seorang perempuan dari kekejaman tentara Romawi. Hari ini Palestina butuh  sosok-sosok pemimpin seperti Al Mu'tashim Billah. Yang berani mengerahkan militernya tanpa takut gunjingan dan tekanan Internasional, sehingga derajat Islam mulia dan bermartabat disegani kawan ditakuti lawan.



 Wallahu'alam bis shawab.[]

No comments:

Post a Comment

Adbox