Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP

Monday, May 30, 2022

Menyatukan Umat

 



Endah Sulistiowati (Direktur Muslimah Voice)


Umat saat ini, di berbagai belahan dunia dan di berbagai sisi kehidupan, mengalami banyak persoalan. Palestina, jantung negeri kaum Muslim, misalnya, telah lama dirampas dan diduduki oleh Yahudi. Sampai detik ini persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan karena tidak ada Khilafah. Penganiayaan dan pembunuhan terus berlangsung di Palestina. Demikian pula nasib umat di Suriah, Mesir, Pakistan, Afganistan, Lybia, Afrika, Kasymir, sampai negara kecil seperti Burma yang terus-merus menumpahkan darah kaum Muslim. Semua tidak terselesaikan karena tidak ada Khilafah.


Di negeri ini, tanpa syariah dan Khilafah, semua serba darurat; mulai dari darurat narkoba, darurat mafia peradilan, darurat LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender), darurat pergaulan bebas dan darurat yang lainnya. Kita juga mengalami krisis kepemimpinan. Banyak sekali kepala daerah di negeri ini tersandung kasus korupsi.


Neoliberalisme dan Neoimperialisme secara massif nyata-nyata menjajah ekonomi negeri ini. Kooptasi korporasi begitu menggurita. Perekonomian bangsa ini dicaplok China. Jebakan blok-blok Ekonomi membuat negara tidak berkutik. Lantas dengan sistem apa semua ini bisa diselesaikan? Tidak ada alternatif jawaban kecuali Khilafah Islamiyah.


Khilafah Islamiyah adalah kepemimpinan umum bagi kaum Muslim seluruhnya di dunia untuk menerapkan hukum syariah di dalam negeri dan mengemban dakwah Islam ke seluruh penjuru alam.


Khilafah Islamiyah akan menerapkan hukum-hukum Islam di dalam negeri agar segala persoalan terselesaikan dengan tuntas. Kehadiran hukum-hukum Islam sebagai problem solving kehidupan inilah yang menjadi rahasia keberkahan dan rahmat untuk penduduk negeri. Allah SWT berfirman:


وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ


Tidaklah Kami mengutus kamu melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi alam semesta (QS al-Anbiya’ [21]: 107).


Dalam tafsir Marah Labid, Syaikh an-Nawawi al-Jawi menafsirkan ayat tersebut sebagai berikut, “Tidaklah Kami utus engkau, wahai makhluk yang paling mulia, dengan berbagai peraturan (syariah), melainkan sebagai rahmat Kami bagi seluruh alam, dalam agama maupun dunia…Karena manusia dalam kesesatan dan kebingungan, Allah SWT mengutus Sayidina Muhammad saw. untuk menjelaskan jalan menuju pahala, menampilkan dan memenang-kan hukum-hukum syariah Islam, juga membedakan yang halal dan yang haram. Setiap nabi sebelum Nabi Muhammad saw., manakala didustakan oleh kaumnya, maka Allah SWT menghinakan mereka dengan berbagai siksa seketika. Namun, bila kaum Nabi Muhammad saw. mendustakannya, Allah SWT mengakhir-kan azab-Nya hingga datang kematian dan Dia mencabut ketetapan-Nya membinasakan kaum pendusta Rasul. Inilah umumnya tafsiran para mufassirin.”[]

No comments:

Post a Comment

Adbox