Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP

Wednesday, May 11, 2022

Lagi Dan Lagi Suntikan Dana Untuk Garuda Indonesia



Oleh : Lilik Solekah, SHI

(Aktivis Peduli Umat)


Garuda Indonesia

Kebanggaan bersama yang selalu kita bela

Garuda Indonesia

Akan kujaga demi nusa bangsa

Akan kujaga demi nusa bangsa... demikian lirik lagu "Kebanggaanku-Lagu tema garuda Indonesia" sehingga bagaimanapun kondisinya dan keadaanya akan tetap menjadi kebanggaan dan dijaga segenap jiwa raga dan harta.


Garuda Indonesia bakal mendapat Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp7,5 triliun pada 2022. Hal ini disepakati Panitia Kerja (Panja) penyelamatan Garuda Indonesia Komisi VI DPR RI.


Suntikan anggaran ini setelah Panja dan Kementerian BUMN menyepakati pelaksanaan skema penyelamatan bisnis dan keuangan emiten dengan kode saham GIAA ini. (economy.okezone.com 22/04/22)


Perlu kita ketahui bersama akar masalahnya apa dan mengapa Garuda Indonesia mengalami kerugian terus menerus. Dan menjadi keharusan untuk mengusut tuntas kemudian mencari solusi yang paripurna agar kejadian seperti itu tidak terulang lagi dan lagi.


Korupsi


Garuda rugi karena korupsi gila-gilaan, tapi negara yang harus menanggung dan uang yang digunakan untuk menanggung tersebut bukan dari para penguasa melainkan  dari uang rakyat tanpa izin terlebih dahulu dari rakyat. 


Penulis menyimpulkan kerugian ini disebabkan karena korupsi bukan tanpa dasar dan data dalam cnbcindonesia.com (10/03/22) telah di kabarkan bahwa  saat ini ada 3 tersangka kasus korupsi dalam PT. Garuda Indonesia. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Ketut Sumedana mengatakan Kejagung telah memeriksa total 30 saksi dan 2 ahli terkait kasus dugaan korupsi Garuda Indonesia dan menetapkan 3 tersangka Yaitu:


1. AW selaku Executive Project Manager Aircraft Delivery PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk. 2009-2014 dan Anggota Tim Pengadaan Pesawat CRJ-1000 NG Garuda Indonesia tahun 2011 serta Anggota Tim pengadaan pesawat ATR 72-600 PT. Garuda Indonesia tahun 2012, ditetapkan pada hari Kamis tanggal 24 Februari 2022;


2. SA selaku Vice President Strategic Management Office PT Garuda Indonesia periode 2011-2012 dan Anggota Tim Pengadaan Pesawat CRJ-1000 NG Garuda Indonesia tahun 2011 serta Anggota Tim Pengadaan Pesawat ATR 72-600 PT Garuda Indonesia tahun 2012, ditetapkan pada hari Kamis tanggal 24 Februari 2022;


3. AB selaku Vice President Corporate Planning PT Garuda Indonesia (persero) Tbk Tahun 2017-2018, ditetapkan pada hari Kamis tanggal 10 Maret 2022.


 Jika demikian adanya merupakan bentuk Kebodohan penguasa ketika sudah terkuak dalangnya namun bukan memberi hukuman yang setimpal dan mengembalikan uang yang dikorupsi ke PT. Garuda Indonesia justru malah membantu suntikan dana lagi dan lagi. Selain itu, ini adalah bentuk keserakahan yang sangat transparan namun tidak pernah membuat mereka malu. 


Maka tunggu apa lagi. jika kita semua sudah melihat dengan cetho (gamblang) bahwa negara ini bukan mementingkan kepentingan rakyat dan justru melindungi para pengusaha kaya maka tidak ada pilihan lain selain Khilafah yang bisa memberikan solusi tuntas atas problem ini. Dalam khilafah akan membuat mekanisme transportasi dan pembiayaan yang meringankan rakyatnya. Mekanisme yang efektif dan efisien dalam pengelolaannya. Para pejabat negara pun tidak akan menjadi manusia-manusia gila harta tapi manusia-manusia yang taat dan bersih.


Dalam naungan khilafah hukum diatur berdasarkan hukum Allah. Pejabat negara melakukan pekerjaannya berdasarkan pada kesadaran akan hubunganya dengan Allah yang setiap tingkahnya akan ada pertanggung jawaban sehingga akan berhati-hati dalam bertindak. tidak memakan harta syubhat apalagi haram. Maka terbentuklah pejabat yang menentramkan rakyatnya karena ketaatan dan kebersihan mereka. [wallahu a'lam bishawab]. []

No comments:

Post a Comment

Adbox