Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP

Friday, April 15, 2022

MENJADI TIMSES NABI MUHAMMAD SAW, BUKAN TIMSES CAPRES

 



Oleh : Ahmad Khozinudin

Sastrawan Politik



"Tahap pertama Menangkan dulu via PEMILU sehingga Presiden nya orang kita Mayoritas anggota DPR/DPD/MPR orang kita. Setelah itu diraih baru lah konsepsi kita smpkan"


[Netizen, GWA, 15/4]


Saat penulis mengedarkan artikel dengan judul 'MENAWARKAN PROPOSAL KHILAFAH', ada seorang anggota GWA dimana penulis juga ada didalamnya, menyarankan penulis agar ikut memenangkan Pemilu sehingga anggota DPR dan Presiden yang menang dari kalangan yang pro terhadap umat Islam. Setelah itu - yakni setelah kekuasaan diraih- baru disampaikan konsepsi Khilafah.


Nampaknya, Netizen tersebut tidak membaca keseluruhan isi artikel yang penulis buat. Apa yang disarankan sebenarnya masih kluster perjuangan pertama yang mengikuti demokrasi, seperti yang dilakukan oleh Partai Refah, AKP di Turki dan FIS di Aljazair.


Dalam artikel, justru penulis tegaskan umat Islam wajib mengikuti perjuangan yang meneladani metode Nabi Saw, yakni dengan dakwah pemikiran, politik, tanpa kekerasan, dengan target menyadarkan rakyat dan militer. Lagipula, perjuangan melalui demokrasi sudah banyak terbukti dikibuli.


Lagipula untuk mendakwahkan Khilafah, kenapa menunggu Pemilu? menunggu Pilpres? harus memenangkan Capres? mendakwahkan Khilafah dapat dilakukan kapan saja, sejak saat ini, tanpa menunggu berkuasa.


Kita semua masih ingat saat Pilpres 2019, betapa umat Islam berduyun-duyun mendukung dan membela Prabowo, bahkan berkorban harta hingga nyawa. Apa hasilnya? Nol. Bahkan kekecewaan.


Hari ini, jika ada timses pilpres mendatangi kita, lebih baik kita menjadi timses dari sabda Nabi Muhammad Saw. Apa itu?


Begini, menjadi timses pilpres artinya kita mempercayai janji capres, yakni akan mengaspal laut dan mengatapi langit. Janji berbusa capres, adalah dorongan untuk mendukung dan membelanya. Pertanyaannya, apakah janji itu tidak akan diingkari? Faktanya, selalu diingkari.


Musim kampanye adalah musim berdusta dengan menyebar janji janji manis. Setelah berkuasa, mereka akan menutupi janji lama dengan janji yang baru lagi. Fokus kekuasaan adalah memproduksi janji, bukan merealisasikannya.


Adapun menjadi Timses Nabi Muhammad Saw, menjadi jurkam Nabi Saw, maksudnya demikian :


Rasulullah Saw telah bersabda :


«تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكاً عَاضّاً فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكاً جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ» ثُمَّ سَكَتَ


_“Di tengah kalian ada masa kenabian, yang akan tetap ada sesuai kehendak Allah. Kemudian Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada khilafah yang mengikuti manhaj kenabian dan akan tetap ada sesuai kehendak Allah. Kemudian Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian ada kekuasaan yang mengigit (mulkan ‘âdhdhan) dan akan ada tetap sesuai kehendak Allah. Kemudian Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. kemudian akan ada kekuasaan yang memaksa (mulkan jabriyyatan) dan akan tetap ada sesuai kehendak Allah. Kemudian Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada khilafah yang mengikuti manhaj kenabian”, kemudian Beliau diam._


Dari Hadits Nabi Muhammad Saw ini, beliau mengabarkan janji akan kembalinya Khilafah ala minhajin nubuwah. Dibeberapa hadist yang lain, umat Islam digambarkan akan menguasai bumi dari ujung barat hingga ujung timur, seluruh pintu rumah tidak diketuk kecuali dibuka dan didalamnya telah ada Islam.


Nabi Muhammad Saw telah menjanjikan Khilafah, ketimbang menjadi timses Capres, mempercayai janji capres yang terbukti banyak bohongnya, lebih baik menjadi timses dan juru kampanye Khilafah. Suatu negara Islam yang akan kembali tegak, atas izin Allah SWT.


Karena itu, mari berhimpun menjadi timses Nabi Muhammad Saw, untuk mensukseskan janji tegaknya Khilafah. Ketimbang terus mendukung demokratis, ikut menjadi timses Pemilu dan berulang kali di bohongi janji-janji Capres?

No comments:

Post a Comment

Adbox