Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP

Tuesday, March 15, 2022

Nestapa Umat Tanpa Junnah

 



Oleh : Finanzi Raiza


Bagi sebagian umat muslim saat ini, banyak yang tidak tau dengan kejadian penting yang terjadi pada bulan Maret, tepatnya 03 Maret 1924. Kejadian itu memang sengaja berusaha  ditutupi dan dikubur oleh sebagian orang, sehingga banyak kaum muslim yang tak menyadari bahwa tanggal itu sangat berarti untuk selalu diingat. 


Tanggal 03 Maret 1924 dimana institusi kekhilafahan yang telah berlangsung selama kurang lebih 1300 tahun di hancurkan oleh Mustafa kemal ataturk, yang saat ini malah dianggap sebagai bapak bangsa Turki, padahal dia adalah salah satu antek asing yang bertanggung jawab atas keruntuhan Daulah Khilafah.


Semenjak 03 Maret 1924, umat Islam tak lagi memiliki  institusi yang satu, mereka dipecah menjadi negeri-negeri kecil, yang seolah-olah diberi kemerdekaan namun nyatanya mereka tetap dijajah, dan kemerdekaannya itu hanya semu belaka. Tak hanya itu, umat Islam tak lagi memiliki perisai atau Junnah, yang akan menjadi tameng atau pelindung mereka. Umat Islam pun tak lagi memiliki kekuatan yang utuh, karena dipecah belah dan disekat oleh ikatan nasioanalisme. 


Para penjajah itu, mereka berhasil menyibukkan sebagian umat Islam dengan masalah yang lain, agar tak lagi ingat tentang pentingnya persatuan umat. Ibarat anak-anak yang tak lagi memiliki ibu, mereka kesana kemari tak tentu arah, beginilah nasib umat Islam saat ini.


Di sebagian negara kita lihat, hingga saat ini kemalangan masih terus menimpa sebagian umat Islam, seperti Muslim Rohingya yang diusir dari negerinya dan diperkosa para muslimahnya, dan sebagian yang lain terlunta-lunta untuk mencari suaka politik agar mereka bisa mendapatkan tempat yang lebih baik. Tak jauh beda dengan Rohingnya, di Suriah bisa kita lihat pula, umat Islam berusaha lari dari negerinya meminta perlindungan dan pertolongan hingga banyak yang meninggal dunia untuk menyelamatkan diri dari kejamnya rezim. Sedangkan di Palestina, mereka terus terjajah oleh Israel hingga kini mereka tak lagi peduli siapa yang menjadi korban entah anak-anak atau orang tua pun menjadi sasaran kebengisan mereka. 


Begitu juga di Yaman umat Islam yang sebagian masih  kelaparan.  Di Uyghur yang terpenjara dan juga terdzalimi umat Islamnya. Di India mereka yang minoritas dipersekusi  karena mempertahankan keimanan dan juga identitas nya sebagai muslim, dan masih banyak pilu nestapa kondisi kaum muslimin di belahan bumi lainnya.


Namun mirisnya hari ini ada sebagian umat Islam dibelahan bumi lain yang merasa kondisinya aman, mereka malah di nina bobokan dengan urusan kesenangan dunia yang melalaikan, berhukum dengan hukum buatan manusia dan juga menentang syariat Islam.


Mereka tetap berlaku sombong dengan tidak mau memakai hukum Allah dan malah memusuhi mereka yang memperjuangkan kembalinya syariat Islam. Maka yang terjadi saat ini umat Islam menjadi asing dengan hukum Allah, mereka malah takut dengan kembali tegaknya sistem Islam karena monsterisasi yang dibangun oleh para penjajah dan penguasa. Selain itu mereka juga menganggap bagi kaum muslimin yang bersungguh-sungguh memperjuangkan Islam akan dilabeli dengan cap teroris atau radikal.


Inilah fakta kondisi umat Islam hari ini yang masih dibuat takut dan juga  asing dengan aturan Islam sendiri. Inilah kondisi umat Islam yang hari ini yang jauh dari kata umat terbaik, padahal dulu umat Islam pernah menjadi umat terbaik selama 13 abad.


Maka untuk mengembalikan umat Islam agar menjadi umat terbaik caranya adalah dengan memperjuangkan sistem Islam yakni khilafah ala min hajin nubuwah. Keyakinan pada janji Allah akan kembalinya Khilafah ala minhajin Nubuwwah menjadi satu kekuatan bagi umat Islam untuk memperjuangkannya. Penting bagi umat Islam untuk merindukan kembalinya sistem Khilafah yang menjadi mahkota kewajiban yang akan menaungi Umat Islam dari nestapa, yang akan menyatukan umat Islam secara keseluruhan. Kini kita lihat geliat semangat kebangkitan umat Islam mulai nampak, umat mulai bangun dari tidur panjangnya, sebagian mulai menyadari pentingnya kewajiban ini, dan menyakini adanya secercah harapan akan kembalinya kejayaan umat Islam dan kaum muslim yang akan kembali memimpin dunia dan menaungi dunia dengan rahmatan lil alamin.


Insha Allah biidznillah. []

No comments:

Post a Comment

Adbox