Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP

Monday, February 28, 2022

Isra' Mi'raj Momentum Meneladani Dakwah Rasul

 


Oleh : Siti Nur Rahma

(Aktivis Muslimah Peduli Generasi)

 

Rajab mubarok, penuh keberkahan dan tauladan Rasululluah SAW, seyogyanya kita jadikan sebagai momen meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT.  Sembari menyambut kedatangan bulan suci ramadhan, maka estafet kemenangan yang hendak kita raih haruslah diisi dengan perbanyak amalan sholih dan memperluas ilmu Islam. Sehingga mampu menjadikan kita sebagai insan  beriman dan bertaqwa dengan keridhoan Allah.


Saat ini umat Islam semakin sulit dan diuji dalam menjalankan ibadah. Baik dalam ibadah yang hubungannya dengan Allah seperti sholat, zakat, puasa dan haji. Maupun juga ibadah yang berhubungan antara manusia dengan dirinya sendiri dan ibadah yang hubungan antara manusia dengan manusia lain, seperti dalam bidang sosial, ekononi, pendidikan, hukum, dan pemerintahan.


Kemiskinan semakin tak terbendung. Baik dalam miskin akhlak, ilmu maupun miskin harta. Rakyat kini harus mengais rezeki hingga di lorong jembatan,meski hidup di negeri lumbung padi. Bahkan untuk mendapatkan ilmu yang menjadi kewajiban setiap muslim, seorang siswa harus menempuh  jarak  yang sangat jauh ke sekolah dengan medan yang sulit. Pun juga biaya sekolah masih selangit. Tak cukup dalam aspek pendidikan, kesehatan pun seakan tak sanggup dinikmati rakyat, baik dalam sisi pelayanannya maupun biaya berobatnya.


Tidak hanya di dalam negeri, kondisi umat Islam di luar negeri pun mengalami keterpurukan, ketertindasan dan kejahatan. Saudara muslim di Rohingya, Cina, Palestina, India, dan negeri-negeri lainnya juga mengalami ketertindasan. Kehormatan muslimahnya sangan susah dijaga. Dilarang beribadah sesuai aturan Allah, bahkan nyawanyapun tak dapat dilindungi. Hal ini  merupakan bukti bahwa umat Islam butuh perisai dalam kehidupannya.


Sejatinya Islam diturunkan sebagai rahmatan lil alamin. Akidah Islam mampu memancarkan aturan hidup dan mampu menyelesaikan problem kehidupan. Dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara butuh asas yang sesuai dengan fitroh manusia.


Dalam peristiwa isra’ mi’raj, peristiwa yang Rasulullah alami adalah menjadi imam sholat bagi para nabi. Sesungguhnya shalat beliau dengan para nabi yang berbeda kebangsaan dan berbeda warna kulit menunjukkan bahwa dengan ideologinya akan menjadi pemersatu dan menaungi semua kaum mukminin.Tentu hal ini menggambarkan bahwa kepemimpinan beralih kepada umat Muhammad, sehingga batallah beramal dengan selain “nilai-nilai Islam” yang sejalan dengan fitroh manusia.Maka sepatutnya kita ambil thoriqoh Rasulullah dalam mendirikan Daulah Islamiyah.


Tegaknya kembali penerapan syariah Islam adalah janji Allah SWT, dengan berdirinya Daulah Khilafah Islamiyah sesuai manhaj kenabian. Menerapkan syariat akan memuliakan umat , menebarkan petunjuk dan memberikan keadilan ke seluruh dunia.


Namun di tubuh umat Islam perlu menyamakan persepsi dalam menjalani metode atau thoriqoh Rasulullah dalam perubahan menuju tegaknya Khilafah Rosyidah. Telah disampaikan oleh Rasulullah SAW ajaran Islam dan gambaran sistem Islam. Rasulullah SAW mencontohkan syariat metode menegakkan sistem Islam.


Metode shahih dari Rasulullah wajiblah kita tempuh, meski terdapat banyak metode tidak shahih lainnya yang telah ditempuh oleh beberapa kalangan umat Islam, seperti metode demokrasi, metode perbaikan sosial-ekonomi masyarakat, metode perbaikan individu, metode people power, dan metode kudeta.


Adapun metode yang dijalani Rasulullah melalui tiga tahapan khas yakni:


1. Tahap Pembinaan dan Pengkaderan (Marhalah Tasqif wa Takwin)


2. Tahap Interaksi dan Perjuangan di tengah umat (Marhalah Tafa’ul ma’a al ummah)


3. Tahap Penerapan Hukum Islam (Marhalah Tathbiq Akhamul Islam)


Sunnah Rasulullah SAW menunjukkan tiga tahapan tersebut, sehingga umat Islam wajib mengikutinya.


1. Tahap Pembinaan dan Pengkaderan (Marhalah Tasqif wa Takwin)


Di kota Makkah, Rasulullah memulai tahapan ini dengan langkah-langkah dakwah. Beliau  mendidik dan membina masyarakat dengan aqidah dan syariah islaym. Hal ini ditunjukan agar masyarakat paham dan sadar terhadap tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang muslim.


Kesadaran ini akan mendorong seorang muslim untuk menjadikan aqidah Islam  sebagai pandangan hidup dan syariah Islam sebagai tolak ukur perbuatannya. Sehingga menjadi kewajiban asasi bagi seorang muslim untuk berjuang menegakkan Khilafah Islamiyah sebagai institusi penerapan syariah.


Kesadaran ini diperlukan sebagai kesadaran umum di tengah-tengah masyarakat. Sebab kesadaran individu saja tidak akan mendorong terjadinya perubahan. Maka perlu dipahami bahwa menegakkan syariah dan khilafah harus berwujud aktivitas berkelompok. Sehingga gerakan islam yang ikhlas dalam aktivitas mendidik dan membina ini memerlukan kelompok atau partai politik.


2. Tahap Interaksi dan Perjuangan di tengah umat (Marhalah Tafa’ul ma’a al ummah)


Allah memerintakan kelompok dakwah Rasulullah SAW untuk berdakwah secara terang-terangan. Dalam firman-Nya, ‘’Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang musyrik.


Dalam menjalankan perintah tersebut, Rasulullah SAW dan para sahabat terjun langsung ke tengan-tengah masyarakat dengan dakwah terang-terangan. Mendakwahkan aqidah dan syariat Islam kepada masyarakat, sehingga agar timbul kesadaran tentang pentingnya kehidupan yang diatur dengan sistem islam.


Proses dakwah tahap kedua ini dilanjut ke Madinah dengan diutusnya sahabat Rasulullah SAW, Mush’ab bin Umair untuk menyiapkan orang-orang beriman di penduduk Madinah. Di kota Madinah dilaksanakan strategi an nusroh yaitu mencari dukungan politik dari ahlun nusroh (thalabun nusroh) kepada pemimpin qabilah. Hal ini bertujuan agar pemimpin tersebut bersedia menyerahkan kekuasaannya .


Pemimpin qabilah dari Yastrib menyerahkan kekuasaannya kepada Rasulullah untuk diterapkannya aturan mulia dari Allah SWT yang sesuai dengan fitrah manusia. Hal ini terjadi karena adanya pemahaman Islam (mafahim) , standar perbuatan islami (maqayis), dan kepercayaan Islam (qanaat) berada di tengah-tengah mereka yang sebelumnya didakwahi secara terang-terangan. Sehingga kekuasaan diserahkan dengan kerelaan mereka.


Maka umat akan mencampakkan sistem kufur yang menyengsarakan umat dalam penerapannya. Dan kembali ke syariah Islam secara suka rela dengan menggunakan metode shahih dari Rasulullah SAW.


3. Tahap Penerapan Hukum Islam (Marhalah Tathbiq Akhamul Islam)


Di tahapan ke tiga ini setelah menerima bai’ahtul Aqobah II, Rasulullah SAW hijrah ke Madinah dan menerapkan aturan Islam di kota tersebut. Piagam Madinah menjadi tanda penerapan syariah Islam yang wajib ditaati oleh seluruh warga negaranya, baik muslim maupun non muslim. Rasulullah SAW menjadi pemimpin negaranya dan menerapkan Islam secara kaffah (menyeluruh) baik dalam politik dalam negeri maupun politik luar negerinya. Dan penerapan Islam secara kaffah dilanjutkan oleh para sahabat dan generasi islam selanjutnya sepeninggal Rasulullah SAW.


Dengan Islam kaffah maka insyaAllah kehidupan umat manusia akan lebih sejahtera sesuai dengan fitrahnya. Islam rahmatan lilalamin akan terwujud nyata. Dan keberkahan hidup di dunia akan dirasakan oleh kaum muslim dengan mudahnya beribadah kepada Allah SWT di sepanjang hari. Sungguh Allah Maha Benar dengan segala firmanNya dan janjiNya. Wallahu’alam bishowwab.[]

No comments:

Post a Comment

Adbox