Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP

Wednesday, February 9, 2022

Betapa Pentingnya Infrastruktur Pendidikan

 

Sekolah di Benuang, Polman, Sulawesi Barat


Ainun Dawaun Nufus (Forum Aspirasi Muslimah)


Dalam sistem kapitalisme problem infrastruktur pendidikan masih belum usai. Saat ini masyarakat di pelosok membutuhkan infrastruktur yang memadai secara jumlah lagi berkualitas seperti ruang kelas, laboratorium, perpustakaan dengan segala kelengkapannya penting bagi terwujudnya akses pendidikan yang bermutu untuk semua.


Problem minimnya fasilitas pendidikan berakibat proses pendidikan sering terganggu, membahayakan kesehatan, bahkan mengakibatkan jiwa melayang. Keprihatinan semakin dalam karena semua itu terjadi di tengah-tengah banyaknya ahli dan kemajuan teknologi bangunan serta sumber daya alam berlimpah termasuk untuk bahan bangunan, di samping anggaran yang tidak sedikit pula.


Bandingkan dengan capaian pembangunan infrastruktur pendidikan khilafah, ruang belajar, laboratorium, perpustakaan, tempat tinggal berikut makan dan minum, uang saku dan transportasi tersedia secara memadai, di perkotaan maupun pelosok negeri, dari sekolah dasar hingga tingkat pendidikan tinggi, semua diberikan negara secara cuma-cuma.  Prof.  Dr. Raghib As Sirjani mengungkapkan semua fakta mengagumkan itu melalui sebuah kajian brilian yang dituangkan dalam tulisan berjudul “Madza Qaddamal Muslimuna lil’alam” (Sumbangan Peradaban Islam pada Dunia). 


Di antara fakta yang menakjubkan tentang kepedulian dan penuh tanggungjawabnya negara tentang urusan pendidikan bahwa penguasa muslim tidak membangun untuk dirinya sebuah rumah, kecuali telah mendahuluinya dengan pembangunan sekolah dan menguatkannya.  Pada setiap kota di Irak dan Khurasan pasti ada satu sekolah hingga sampai tempat yang terpencil, sekolah dilengkapi perpustakaan dan para murid belajar gratis.  Di Baghdad ada sekitar 30 sekolah, semuanya dibangun megah seperti istana, sementara itu lebih dari 70 sekolah tersebar di negeri Mesir, dan di Suez Maroko kota-kota dan lembah dipenuhi sekolah yang jumlahnya hingga ratusan, demikian pula di Andalusia sekolah-sekolah dasar sangat banyak.  Pendidikan tinggi pun jumlahnya berlimpah di samping mutunya yang sangat baik, misal Baitul Hikmah di Baghdad, Universitas Cordova di Andalusia. Perkuliahan tidak hanya berlangsung di universitas-universitas tersebut, tetapi  juga di berbagai lembaga pendidikan tinggi yang jumlahnya tidak sedikit.  Andalusia misalnya, perkuliahan juga berlangsung di Granada, Tortoise, Sevilla, Murcia, America, Valencia, dan Cadiz. Pendidikan tinggi dilengkapi  labotaratorim yang sangat baik. Pada sekolah kedokteran di lengkapi dengan sejumlah rumah sakit pendidikan.


Sekolah-sekolah tersebut selain berkualitas dari segi bangunan fisik dan mudah diakses siapa saja karena sarana dan prasarana yang memadai termasuk untuk transportasi namun juga menerapkan kurikulum pendidikan yang mencerdaskan akal, menyalakan cahaya qalbu, serta para guru yang kompeten lagi memadai.


Perpustakaan sebagai unsur penting sarana pendidikan di dapati pada semua sekolah dengan berbagai tingkatannya, sekolah dasar hingga pendidikan tinggi, di kota maupun di pelosok dan desa-desa terpencil, masing masing perpustakaan dipenuhi hingga ratusan ribu jilid buku bahkan tidak terhitung jumlahnya.  Banyak di antaranya berupa bangunan sangat megah dan tidak tertandingi keelokannya, pintu-pintunya terbuka untuk semua kalangan, misal perpustakaan Baitul Hikmah di Baghdad sebuah tempat yang sangat luas dan megah, pusat akademi ilmiah yang paling terkenal dalam sejarahnya, perbendaharaan koleksinya mencerminkan peranan ilmu di dunia tanpa dapat diketahui batasnya, ia menjadi tempat tujuan penuntut ilmu dari timur dan barat berbagai macam bidang ilmu dan berbagai macam bahasa, cahayanya menerangi dan menaungi jalan manusia hingga kurang lebih lima abad, sampai hancur lebur di tangan orang-orang Tartar.


Penting dicatat semua itu terjadi pada pertengahan abad ke 10 Masehi, yang menunjukkan bahwa lamanya waktu berlalu menjadi batu ujian bahwa hanya konsep-konsep Islam yang diterapkan dalam sistem politik Islam – khilafah Islam sajalah yang layak mengatur kehidupan umat manusia, sebaliknya ideologi sekuler berikut konsep-konsep batilnya seperti sekulerisasi, komersialisasi dan pengabaian peran negara begitu telanjang kegagalannya baik pada negara-negara di timur maupun di barat, sehingga cukuplah keberadaan konsep-konsep batil ini menjadi manuskrip pengisi catatan kelam peradaban manusia.

Sungguh Allah Swt. mengingatkan dalam QS Ali Imran: 137,


 قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِكُمْ سُنَنٌ فَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ  


Artinya, “Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunah-sunah Allah; Karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul)”.[]

 

No comments:

Post a Comment

Adbox