Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP

Sunday, December 5, 2021

SINYAL DARI SEMERU

 


Ustadz Mujiyanto


Tak ada yang menduga. Letusan itu begitu cepat. Awan panas membumbung tinggi ke udara. Gulungan awan pekat mengalir dari puncak Semeru. Pasir, kerikil, dan air turun dari langit. Siang tiba-tiba menjadi malam. Gelap gulita.


Lari menjauh. Itu yang bisa dilakukan. Tak ada pilihan. Tapi langkah itu tak menjamin keselamatan. Maka, menyebut nama-Nya, meminta perlindungan kepada-Nya, itulah yang utama. "Allahu Akbar!"


Semeru, gunung tertinggi di pulau Jawa ini, pasti membawa sinyal. Entah sinyal apakah gerangan.



Bagi orang-orang yang beriman, semua kejadian  di muka bumi ini tak terjadi dengan sendirinya. Semua atas kehendak Allah SWT. Semua makhluk tunduk atas perintah-Nya, termasuk gunung-gunung. 


Lihatlah betapa kecilnya dan lemahnya manusia jika sudah berhadapan dengan kejadian alam seperti gunung meletus.  Manusia tak ada apa-apanya.  


Lalu layakkah kita menyombongkan diri?  Berani menentang aturan Sang Pemilik Bumi ini, mentang-mentang punya jabatan dan kekuasaan? Berbuat zalim kepada makhluk? Merampas hak-hak orang lain atas nama aturan? Rakus memakan harta milik umum? Dsb...


Jangan sampai letusan Semeru ini adalah sinyal matinya amar ma'ruf nahi munkar. Ketika banyak ulama lupa tugasnya. Lebih banyak mikir kursi daripada menyampaikan risalah Nabi. Diam terhadap kemungkaran demi menyenangkan kekuasaan.



Jadi ingat sabda Nabi SAW: “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, hendaknya kalian benar-benar mengajak kepada yang ma’ruf dan benar-benar mencegah dari yang munkar atau jika tidak, niscaya Allah akan mengirimkan hukuman/siksa kepada kalian sebab keengganan kalian tersebut, kemudian kalian berdoa kepada-Nya namun doa kalian tidak lagi dikabulkan.”

(HR. Tirmidzi dari Hudzaifah ibn al-Yaman, hadits no.  2095).


Astaghfirullah, semoga Semeru tidak membawa sinyal itu. Ampuni kami ya Allah....


Bogor, 04/12/2021



No comments:

Post a Comment

Adbox