Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP

Tuesday, November 30, 2021

#SAVE MUI, MUI Bubar Musuh Riang


Endah Sulistiowati

Dir. Muslimah Voice


Wakil Presiden Ma'ruf Amin menilai tuntutan pembubaran Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang muncul di media sosial tidak rasional. Hal tersebut menyusul adanya anggota MUI yang diduga terlibat dengan jaringan terorisme dan ditangkap Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri. (Kompas.com, 23/11/2021)


Sebelumnya diberitakan, Densus 88 menangkap tersangka teroris Zain An-Najah di Bekasi, Selasa (16/11/2021). Polisi mengungkapkan, Zain An-Najah merupakan anggota anggota Dewan Syura Jamaah Islamaiyah (JI) dan Ketua Dewan Syariah Lembaga Amil Zakat Baitul Maal Abdurrahman bin Auf (BM ABA). Zain An-Najah juga diketahui merupakan salah satu pengurus Komisi Fatwa MUI.


Bersamaan dengan ditangkapnya Zain An-Najah, ada dua ulama yang juga ditangkap Densus 88 Ustadz Farid Ahmad Okbah dan Ustadz Anung al Hamat. Yang semuanya dikaitkan dengan keterlibatannya di Jamaah Islam (JI). 


Ditangkapnya Ustadz Zain An Najah tentu saja menjadi momen yang menyegarkan bagi pihak-pihak yang membenci Islam. Tidak main-main tagar #BubarkanMUI yang masuk dalam trending topik Twitter pada Kamis (18/11/2021).


Isu miring yang menimpa MUI ini menjadi batu loncatan bagi para pembenci Islam untuk memukul lembaga yang menjadi representatif umat Islam Indonesia ini. Sehingga kita tahu betul ke arah mana pukulan ini dilontarkan. 


Kesadaran umat dalam menangkis serangan opini ini perlu sekali digerakkan. Karena jika sampai isu pembubaran MUI ini ditindak lanjuti tentu saja akan mencoreng dan mengganggap rendah umat Islam di Indonesia.


Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas menyesalkan munculnya seruan pembubaran MUI tersebut. “Atas dasar apa mereka ingin membubarkan MUI?” Katanya seperti dikutip dari YouTube Realita TV, Rabu (17/11/2021).


Menurutnya, dugaan keterlibatan salah satu anggota MUI dengan jaringan teroris tidak bisa digeneralisasikan terhadap lembaganya. Sebab, MUI memastikan menjunjung tinggi Pancasila dan hukum dasarnya UUD 1945.


Tegakkan Keadilan 


Penampakan ulama bukan sekali dua kali, bahkan berkali-kali, perlakuan kepada mereka juga jauh dari kesan baik. Hal ini sangat berbeda dengan penanganan KKB yang ada di Papua, sama sekali beda.  


Penangkapan para ulama penuh intrik dan kontroversi, sedangkan dengan KKB Papua merangkul dan penuh kasih sayang. Padahal kejahatan KKB Papua jelas, menimbulkan korban jiwa dan kekerasan. Sedangkan para ulama masih diduga terlibat jaringan JI.


Melihat kondisi ini harusnya penegak hukum harus obyektif, tidak berat sebelah. Narasi terorisme apalagi melibatkan ulama dan lembaga umat Islam paling bergengsi MUI, tentu sangat mengusik umat Islam. Apalagi umat Islam adalah umat terbesar di negeri ini. Umat berharap perkara terorisme ini dapat dibuka secara transparan dan tidak ada yang disembunyikan. Keterbukaan dan obyektivitas penegak hukum, pasti akan disambut dengan baik oleh para ulama dan umat. Sehingga mampu menyelesaikan masalah terorisme tanpa merugikan pihak manapun.


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْا قَوَّا مِيْنَ بِا لْقِسْطِ شُهَدَآءَ لِلّٰهِ وَلَوْ عَلٰۤى اَنْفُسِكُمْ اَوِ الْوَا لِدَيْنِ وَا لْاَ قْرَبِيْنَ ۗ اِنْ يَّكُنْ غَنِيًّا اَوْ فَقِيْرًا فَا للّٰهُ اَوْلٰى بِهِمَا ۗ فَلَا تَتَّبِعُوا الْهَوٰۤى اَنْ تَعْدِلُوْا ۚ وَاِ نْ تَلْوٗۤا اَوْ تُعْرِضُوْا فَاِ نَّ اللّٰهَ كَا نَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرًا


_"Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika dia (yang terdakwa) kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatan (kebaikannya). Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka ketahuilah Allah Maha Mengetahui terhadap segala apa yang kamu kerjakan." (QS. An-Nisa' 4: Ayat 135)


Selanjutnya, Allah SWT berfirman :


يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْا قَوَّا مِيْنَ لِلّٰهِ شُهَدَآءَ بِا لْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰ نُ قَوْمٍ عَلٰۤى اَ لَّا تَعْدِلُوْا ۗ اِعْدِلُوْا ۗ هُوَ اَقْرَبُ لِلتَّقْوٰى ۖ وَا تَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ بِۢمَا تَعْمَلُوْنَ


"Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah (ketika) menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan." (S. Al-Ma'idah 5: Ayat 8).

No comments:

Post a Comment

Adbox