Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP

Friday, November 12, 2021

MENULIS UNTUK BERJUANG


Oleh : Ahmad Khozinudin

Sastrawan Politik


Beberapa kawan sempat mengeluh, mereka mengamati ada sejumlah penulis yang bermigrasi ke dunia video baik melalui platform YouTube, IG, Instagram, Tik Tok, telah melupakan aktivitas menulisnya. Setidaknya, sudah tidak terlalu produktif lagi.


Tidak dipungkiri memang, sejumlah tulisan yang dahulu sering kita dapati di sosial media mendadak hilang atau setidaknya berkurang, seiring penulisnya yang telah menemukan ruang aktualisasi baru melalui video. Secara gitu, ngomong via video lebih simpel ketimbang ngomong dengan tulisan.


Tanpa membandingkan dan mengkritisi penulis lainnya, saya sudah berazam akan tetap 'setia' dan konsisten dengan dunia tulisan. Sejak 4 (empat) bulan yang lalu, saya juga merambah dunia video untuk mengaktualisasikan pendapat dan pikiran via akun YouTube.


Saya memiliki akun YouTube Ahmad Khozinudin Channel. Search saja di YouTube, pasti ketemu. Jangan lupa subscribe, like, share & koment. Hehehehe (Sudah seperti Refli Harun eh Atta Halilintar ?).


Saat ini, akun YouTube saya memiliki 35 k subscribers. Awalnya, saya diberi akun YouTube oleh teman yang dahulu jumlahnya baru 2 k subscribers, dibuat sejak 2019. Dalam empat bulan, pertumbuhan subscribersnya meningkat menjadi 35 k.


Subscribers adalah istilah untuk pelanggan YouTube. Jika anda memiliki akun YouTube, maka subscribers Anda akan mengetahui setiap up date konten yang Anda buat, sekaligus yang militan biasanya langsung membagikannya. Dari situlah, produk anda ditonton oleh netizen.


Dunia video, baik YouTube maupun Instagram, apalagi tik tok, memang membuat aktivitas menyampaikan pendapat dan fikiran terasa lebih simpel. Tak perlu capek jari jemari ngetik, cukup ngomong didepan layar kamera. Mungkin, itu yang membuat sejumlah penulis akan terlena setelah migrasi ke dunia video.


Beberapa penulis lainnya, katakan seperti Rizal Fadillah, Asy'ari Usman, Tere Liye, masih dan tetap konsisten  menjadi penulis. Meski hiruk-pikuk platform sosial media yang menyediakan sarana video, penulis-penulis ini tetap tekun dan konsisten dengan tulisan bermutunya.


Saya, ingin seperti penulis-penulis ini yang konsisten menulis, meskipun saya telah merambah ke dunia video. Insyaallah, saya akan konsisten menulis, karena menulis adalah bagian dari ikhtiar perjuangan. 


Menulis bukan untuk eksis atau mencari benefit materi. Menulis adalah untuk berjuang.


Sebab, bahasa tulisan lebih dapat ditafsirkan sejalan dengan pikiran pembaca ketimbang bahasa lisan. Bahasa tulisan, akan membawa pembacanya pada metafora pikiran ideal sesuai dengan imajinasinya.


Menulis juga untuk sarana komunikasi yang lebih privasi, karena tak semua bahasa dapat disampaikan secara lisan. Mungkin saja, ada yang tidak berkenan mendengar dan melihat bahasa lisan, tapi mereka begitu nyaman dan menikmati bahasa tulisan. [].


https://youtube.com/c/AHMADKHOZINUDIN

No comments:

Post a Comment

Adbox