Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP

Sunday, October 17, 2021

DAULAH ISLAM MADINAH, NEGARA MODERN PERTAMA DI DUNIA




Oleh: Ahmad Khozinudin

Sastrawan Politik


_"Negara modern itu belum ada di era Nabi Muhammad. Jadi konsep negara Islam itu sebenarnya tidak ada kan?"_


[Bambang Harimurti, GWA Tokoh Nasional, 16/10]


Dalam GWA Tokoh Nasional muncul satu pertanyaan, yang bisa dipahami tujuannya untuk mendelegitimasi eksistensi bahkan konsep Negara dalam Islam. Sebagai sebuah pertanyaan, secara zahir tetap saja perlu dijawab berdasarkan zahir pertanyaan, bukan berdasarkan motif dibalik pernyataan.


Berjam-jam, GWA Tokoh Nasional ramai dengan chat tentang konsep-konsep bernegara, terutama Negara Khilafah. Ada satu anggota GWA yang selalu mengaitkan Khilafah dengan HTI.


Padahal, Khilafah telah ada jauh sebelum HTI ada. Bahkan, jauh sebelum eksistensi NKRI.  Khilafah adalah Negara Islam yang diwariskan pasca mangkatnya Rasulullah Saw.


Kembali ke tema, apakah Benar Negara modern itu belum ada di era Nabi Muhammad Saw? Benarkah, konsep Negara Islam itu tidak ada?


Untuk mengawalinya, kita musti berangkat dari pemahaman yang sama tentang apa itu Negara. Artinya, kita musti mengawali dengan mendefinisikan apa itu negara, unsur-unsurnya dan beru definisi itu kita terapkan pada realitas kepemimpinan Rasulullah Saw.


Negara adalah organisasi kekuasaan yang berdaulat dengan tata pemerintahan yang melaksanakan tata tertib atas orang-orang di daerah tertentu.[1] 


Negara juga merupakan suatu wilayah yang memiliki suatu sistem atau aturan yang berlaku bagi semua individu di wilayah tersebut, dan berdiri secara independen. Syarat primer sebuah negara adalah memiliki rakyat, memiliki wilayah,[2] dan memiliki pemerintahan yang berdaulat. Sedangkan syarat sekundernya adalah mendapat pengakuan dari negara lain.


Berdasarkan definisi diatas, maka unsur negara terdiri dari :


1. Pemerintahan

2. Rakyat

3. Wilayah Yurisdiksi


Rasulullah Saw memimpin Madinah sebagai penguasa, yang memerintah bersama para sahabat. Rasulullah Saw juga memiliki rakyat yang terdiri dari suku aus dan kazrat yang kesemuanya kaum Anshar, suku Quraisy dan beberapa suku lainnya yang kesemuanya disebut kaum Muhajirin, dan sejumlah penduduk asli Madinah baik Yahudi Qainuqo, Nadir dan Quraizah, Umat Kristiani dan sejumlah kaum majusi.


Rasulullah Saw juga memiliki Yurisdiksi Wilayah untuk menerapkan syariat Islam kepada seluruh penduduk (rakyat) yang ada di wilayah Madinah. Di Madinah yang menjadi yurisdiksi kekuasaan Islam diberlakukan hukum Islam baik untuk rakyat yang beragama Islam maupun non muslim.


Adapun mengenai negara modern, adalah negara yang mengatur hubungan hukum, hak kewajiban, tugas dan tanggung jawab antara rakyat dengan penguasa, serta hubungan pertanggungjawaban organ kekuasaan, yang diatur secara tertulis. Sederhananya, negara modern adalah negara yang memiliki konstitusi tertulis.


Rasulullah Saw adalah penguasa yang pertama di dunia, yang memiliki konstitusi tertulis: Yakni piagam Madinah (622 M). Piagam Madinah, didalamnya mengatur sejumlah norma yang mengatur hubungan hukum, hak kewajiban, tugas dan tanggung jawab antara rakyat dengan penguasa, serta hubungan pertanggungjawaban organ kekuasaan. [3]


Bahkan, konstitusi tertulis ini adalah yang pertama kali dunia. Saat itu, ada dua imperium negara besar yakni Persia dan Romawi, keduanya tidak memiliki konstitusi tertulis. Di Romawi dan Persia, titah Raja atau kaisar yang menjadi konstitusi, sehingga semua aturan terserah kepada raja atau kaisar.


Sementara di Mekah, ada negara bangsa yang dipimpin oleh sejumlah suku-suku, yang terkuat adalah suku Quraisy. Negara bangsa di Mekah juga tak memiliki konstitusi tertulis, aturan bernegara terikat dengan konvensi (kebiasaan/urf) yang sudah diwarisi secara turun temurun dari kakek moyang mereka.


Karena itu, hanya Negara Madinah dibawah kepemimpinan Rasulullah Saw saja yang memiliki konstitusi tertulis. Kenapa negara Rasulullah Saw di Madinah disebut negara Islam? Karena konstitusi dan aturan yang mengatur berdasarkan hukum Islam, yang bersumber dari Wahyu baik Al Qur'an maupun as Sunnah. []


Daftar Referensi :


1. Sabon, Max Boli (2019). Ilmu Negara: Bahan Pendidikan Untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Unika Atma Jaya Jakarta. hlm. 28. ISBN 978-602-5526-82-4. G.S. 


2. Rosenberg, Matt. "Geography: Country, State, and Nation". Diakses tanggal 2008-11-12.


3.https://id.m.wikipedia.org/wiki/Piagam_Madinah#:~:text=Piagam%20Madinah%20(Bahasa%20Arab%3A%20%D8%B5%D8%AD%DB%8C%D9%81%D8%A9,kemudian%20bernama%20Madinah)%20pada%20tahun

No comments:

Post a Comment

Adbox