Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP

Sunday, September 19, 2021

Bonus Fantastis Wamen Dari Perpres

 



Triani Agustina


Beberapa waktu yang lalu, telah beredar kabar yang cukup mengejutkan. Berita bersumber dari tagar.id telah mengabarkan bahwa Wakil Menteri yang akan berakhir jabatannya, akan mendapatkan uang bonus senilai Rp580.454.000 untuk satu periode masa jabatan. Ketentuan pemberian uang penghargaan itu tertuang dalam Pasal 8 Perpres 77/2021 yang merupakan hasil pengubahan atas Perpres Nomor 60 Tahun 2012 tentang Wakil Menteri (Wamen).


Dalam aturan baru tersebut, Jokowi menetapkan pemberian uang penghargaan atau 'bonus' kepada wamen apabila berhenti atau telah berakhir masa jabatannya. Adapun besaran bonus yang akan diterima eks wakil menteri itu sebesar Rp580.454.000 untuk satu periode masa jabatan. Ketentuan pemberian uang penghargaan itu tertuang dalam Pasal 8 Perpres 77/2021 yang merupakan hasil pengubahan dari beleid sebelumnya. "Wakil menteri apabila berhenti atau telah berakhir masa jabatannya diberikan uang penghargaan sebagai Wakil Menteri sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," demikian isi Pasal 8 Ayat (1) Perpres 77/2021 sebagaimana dilihat dari salinannya pada Senin (30/8/2021). "Uang penghargaan bagi wakil menteri sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling banyak sebesar Rp580.454.000,00 (lima ratus delapan puluh juta empat ratus lima puluh empat ribu rupiah) untuk 1 (satu) periode masa jabatan wakil menteri," demikian isi Pasal 8 Ayat (2).


Besaran uang penghargaan yang diterima wakil menteri sebagaimana dimaksud, diberikan berdasarkan formula sebagai berikut:


a. Masa jabatan sampai dengan 1 (satu) tahun sebesar 0,2 x uang penghargaan;


b. Masa jabatan lebih dari 1 (satu) tahun sampai dengan 2 (dua) tahun sebesar 0,4 x uang penghargaan;


c. Masa jabatan lebih dan 2 (dua) tahun sampai dengan 3 (tiga) tahun sebesar 0,6 x uang penghargaan;


d. Masa jabatan lebih dari 3 (tiga) tahun sampai dengan 4 (empat) tahun sebesar 0,8 x uang penghargaan; atau


e. Masa jabatan lebih dari 4 (empat) tahun sampai dengan 5 (lima) tahun sebesar 1 x uang penghargaan.


Wakil menteri yang telah berhenti atau berakhir masa jabatannya sebelum Peraturan Presiden ini diundangkan, diberikan uang penghargaan. Uang penghargaan sebagaimana dimaksud pada ayat berlaku secara mutatis mutandis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 dan Pasal 8A. Dalam hal wakil menteri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 dan Pasal 8B meninggal dunia dan belum mendapatkan uang penghargaan, maka uang penghargaan diberikan kepada janda/duda atau ahli warisnya. Tata cara pembayaran dan pendanaan uang penghargaan wakil menteri diatur oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang keuangan. Perpres 77/2021 diteken Presiden Jokowi pada 19 Agustus 2021 dan telah diundangkan oleh Menteri Hukum dan HAM Yassona H Laoly pada tanggal yang sama.


Dari kabar tersebut, dapat dilihat bahwa pemerintah telah mengeluarkan regulasi yang menjamin jabatan Wamen dengan mendapatkan kompensasi ratusan juta ditengah situasi pandemi dan tidak berpihak pada rakyat secara keseluruhan. Padahal kondisi rakyat sedang kesulitan untuk menyambung hidup. Bukan hanya memertontonkan hilangnya 'sense of crisis', tapi semakin menguatkan pandangan publik bahwa jabatan ini hanya bagian dari politik balas budi dan politik kekuasaan semata.


Berbeda sekali dengan masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab, beliau merupakan orang no.1 di Madinah dan diseluruh kekhilafahan Islam yang hidup seadanya. Bagaimana tidak? Membelikan pakaian anaknya saja tidak mampu, beliau hanya dapat menjahit pakaian yang penuh lubang dari pada memakai harta hak orang lain tidak lain harta milik rakyatnya. Umar bin Khattab tidak ingin mengambil keuntungan sesaat dari pada menambah amal buruk diakhirat kelak. Sungguh pemimpin yang layak untuk diteladani, apabila kembali pada aturan Islam yang sempurna dari aturan manusia yang lemah dan terbatas.[]

No comments:

Post a Comment

Adbox