Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP

Friday, November 6, 2020

SERUAN UNTUK UMAT ISLAM SURABAYA DALAM AKSI MEMBELA KEMULIAAN RASULULLAH SAW

 



Oleh : Ahmad Khozinudin

Sastrawan Politik



Pojok-aktivis.com - Rasulullah Muhammad Saw dari sisi kemanusiaan, sama seperti manusia yang lain. Beliau makan, minum, beristri, sakit, dan akhirnya juga meninggal dunia. Tapi dari sisi kenabian, sebagai pembawa Risalah Islam, beliau bukan manusia biasa.


Beliau Saw, adalah manusia mulia, terjaga dari dosa (ma'shum), manusia suci yang telah disucikan oleh Allah SWT.  Setiap perkataan, perbuatan dan diamnya Rasulullah Saw adalah Wahyu. Beliau tidak berkata dan berbuat dengan hawa nafsu, melainkan dengan Wahyu yang diwahyukan.


Rasulullah Saw diperlakukan spesial, dimuliakan, wajah dan bentuk fisiknya tak boleh digambarkan, istri beliau tak boleh dinikahi setelah jandanya, bahkan seluruh malaikat juga bershalawat kepada beliau Saw. Karena itu, seluruh kaum muslimin bershalawat pula kepada Baginda Rasulullah Muhammad Saw.


Saat ini, kemuliaan dan kesucian beliau dinistakan oleh Majalah Charlie Hebdo, Samuel Paty, Macron dan otoritas Perancis. Perancis, bukannya meminta maaf atas kelancangan warga negaranya yang melecehkan Rasulullah Saw, tetapi malah membelanya. Perancis bahkan, memajang karikatur Rasulullah Saw di gedung pemerintah dengan sangat demonstratif.


Emanuel Macron juga sama, dirinya justru berdiri tegak membela penghina Rasulullah Saw, berdalih nilai kebebasan Perancis. Macron, bahkan menuding Islamis akan merebut masa depan Perancis.


Celakanya, di negeri ini sebagian kecil umat Islam, bukannya membela Rasulullah Saw tetapi justru 'membela' Perancis. Ada yang mempersoalkan boikot, ada yang menyalahkan tindakan Abdullah Chechen yang mengeksekusi Samuel Part, ada yang meminta Umat Islam tidak marah dan mendorong untuk bermusyawarah, memaafkan dan tawakal. Bahkan, pernyataan demikian juga muncul dari tokoh yang menisbatkan dirinya tokoh Islam, pengikut Nabi Muhammad Saw.


Tidak bisa, umat Islam wajib marah. Siapa saja yang dibuat marah tidak marah, maka dia adalah keledai. Umat Islam, tak diperintahkan menjadi keledai. Umat Islam adalah singa, yang siap menerkam siapapun yang berani lancang menghina Rasulullah Saw.


Perancis wajib tahu, Umat Islam sangat marah. Umat Islam tidak terima, kemuliaan Rasulullah Saw dihinakan. Umar Islam, adalah satu tubuh yang akan merasakan pedih, karena Rasulullah Saw dihina.


Sebagai respon Penistaan terhadap Baginda Rasulullah SAW yang dilegitimasi oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron hingga menimbulkan reaksi protes kecaman bahkan kutukan kaum muslimin di berbagai negara, kaum muslimin wajib melawan. Saya menyerukan kepada segenap Kaum Muslimin & Muslimat khususnya di Kota Surabaya, untuk hadir dan mengikuti Aksi Bela Nabi SAW *pada hari ini, Jum'at, 6 Nopember 2020, jam 12.30 WIB sd selesai berlokasi didepan Gedung Grahadi Surabaya.*




Mari, rapatkan barisan, bela kemuliaan Nabi Saw. Mari tunjukkan kepada dunia, umat Islam tak terima Nabi Muhammad Saw dihina.


Semoga, Allah SWT menjadikan kita umatnya Nabi Muhammad Saw, mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad Saw, dan kelak dikumpulkan bersama Nabi Muhammad Saw di Surga. Ya Allah, sampaikanlah salam keselamatan dan sholawat kami atas Nabi Muhammad Saw, dan kokohkanlah perjuangan kami untuk terus berjuang menegakkan syariat Islam, warisan dari Nabi Muhammad Saw. [].


#aksibelanabi

No comments:

Post a Comment

Adbox