Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP

Sunday, November 8, 2020

Merdeka Belajar, Solusi yang Bikin Buyar

 



Septa Yunis (Analis Muslimah Voice) 


Pojok-aktivis.com - Merdeka belajar. Drama merdeka belajar terus dimainkan. Kali ini memasuki episode ke enam. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Anwar Makariem meluncurkan program Merdeka Belajar Episode 6 tentang transformasi dana pemerintah untuk perguruan tinggi.  (https://m.bisnis.com/amp/read/20201103/79/1312900/kemendikbud-luncurkan-merdeka-belajar-episode-6-ini-3-programnya)


Pada episode ke enam ini, ada 3 terobosan yang akan dilakukan Kemendikbud.

1. Insentif berdasarkan capaian Indikator Kinerja Utama (untuk PTN).

Insentif kinerja yang disediakan bagi PTN, terang Nadiem, didasarkan pada capaian delapan Indikator Kinerja Utama (IKU). PTN yang berhasil meningkatkan IKU atau mencapai target akan diberikan bonus pendanaan. Sebelumnya, perguruan tinggi hanya mendapatkan dana alokasi dasar dan dana afirmasi, khusus bagi perguruan tinggi yang tertinggalMerdeka Belajar Episode 6, 

PTN yang berhasil meningkatkan IKU atau mencapai target akan diberikan bonus pendanaan. Sebelumnya, perguruan tinggi hanya mendapatkan dana alokasi dasar dan dana afirmasi, khusus bagi perguruan tinggi yang tertinggal.

2. Dana penyeimbang atau matching fund untuk kerja sama dengan mitra (untuk PTN dan PTS).

Kebijakan kedua adalah dana penyeimbang kontribusi mitra (matching fund). Matching fund ini, kata Nadiem, berarti dukungan dana dari mitra yang telah dipilih oleh perguruan tinggi, akan disamakan dengan jumlah yang diberikan Kemendikbud dengan perbandingan 1:1 atau sampai dengan 1:3 untuk pendanaan yang terkait isu sosial dan prioritas nasional.

3. Program Kompetisi Kampus Merdeka atau competitive fund (untuk PTN dan PTS).

Kebijakan ketiga, adalah program kompetisi Kampus Merdeka atau competitive fund. Dana kompetisi sebesar Rp 500 miliar dapat digunakan untuk mewujudkan aspirasi masing-masing perguruan tinggi. 


Namun, Kebijakan merdeka belajar dari episode I - VI ini dinilai tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap pembelajaran. Justru hal ini dinilai hanya memanfaatkan dunia pendidikan sebagai mesin untuk menyelesaikan masalah yang diciptakan kapitalisme. 


Pendidikan saat ini hanya dijadikan komoditas pendayagunaan SDM agar siap kerja dan bersaing. Manusia hanya dibekali ilmu duniawi tanpa diimbangi ukhrawi. Manusia dibentuk untuk menjadi pekerja terampil, bukan pencetus perubahan ataupun pembangun peradaban gemilang.


Dengan demikian, jangan berharap dari produk kapitalisme akan menghasilkan generasi berimtak dan beriptek selama sistem pendidikan ala kapitalis diterapkan dan asas sekuler masih dijadikan tolok ukur merancang kurikulum pendidikan.


Sejatinya Islam sudah mengatur masalah pendidikan. Di dalam Islam, pendidikan dipandang sebagai kebutuhan utama. Setiap kegiatan pembelajaran tentu berlandaskan syari’at islam, dalam memahami, menerapkan maupun mengajarkan ilmu tersebut. Sehingga tidak terjadi penyimpangan maupun kekeliruan.


Negara memiliki kewajiban untuk melaksanakan pendidikan yang sesuai dengan syari’at islam, dan negara juga yang bertanggung jawab atas pendidikan yang dilaksanakan. 


Dengan demikian, merdeka belajar akan dirasakan oleh siswa maupun guru. Sebagai intelektual, masihkah kita percaya kepada sistem pendidikan sekuler seperti saat ini? Tidakkah Islam kita jadikan solusi untuk masalah ini?[]


#MerdekaBelajar

No comments:

Post a Comment

Adbox