Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP

Saturday, November 7, 2020

Hukuman Untuk Penghina Nabi



Oleh: Khoridatul Hikmah


Pojok-aktivis.com - Hukuman Untuk Penghina Nabi. Beberapa waktu lalu Umat Islam kembali dibuat geram sebab Charlie Hebdo kembali mengulang aksi serupa di 2015. Karikatur Nabi Muhamad kembali diciptakan dan langsung menyulut berbagai pro dan kontra.


Ditambah dengan susulan kasus pembunuhan seorang guru yang membuka diskusi dan mengatakan bahwa aksi penggambaran karikatur Nabi tersebut adalah bagian dari kebebasan bersuara, dan mengejutkannya yang membunuh adalah seorang remaja muslim 18 tahun. 


Dari kasus tersebut, Presiden Emmanuel Macron mengangkat suara dan menyatakan kukuh tidak akan menarik karikatur Nabi itu dan juga menyatakan dukungan kepada guru yang telah terbunuh...plus kampanye anti-islam radikal digencarkan kembali.


/Suara dari dunia Islam/


Di Dunia Islam, atau di kalangan Negeri-negeri Muslim pun dibuat marah atas hal ini. Dikutip dari Palembang.tribunnews.com, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengecam Prancis dan menyuarakan boikot produk-produk Prancis. Kampanye pemboikotan produk juga memanas di daerah Qatar dan Bahrain. Negara Muslim lain seperti Irak turut mengutuk aksi penghinaan Rasulullah tersebut.


Sebagai Negeri Muslim terbesar, Indonesia, telah tergelar beberapa Aksi Bela Nabi di beberapa kota seperti Surabaya dan Jakarta. Majelis Ulama Indonesia (MUI) ikut menyuarakan kecamannya kepada Prancis. Dikutip dari Kompas.com, MUI mengajak Umat Islam memboikot produk Prancis dan menuntut ketegasan dari pihak Uni Eropa.


Amarah Umat Islam di seluruh dunia semakin bertumpuk setelah kasus serupa di 2015 yang sangat mengiris-iris hati Umat Nabi Muhamad. Tentu saja Rasulullah SAW menempati posisi penting di hati Umatnya, oleh karena itulah wajar mereka marah.


Dengan adanya suara lantang dari Dunia Islam inilah menjadi bukti bahwa di dalam jiwa-jiwa dan hati kaum Muslim masih ada ghiroh memebela Nabinya, betul-betul mereka tak rela kehormatan Nabi diinjak-dihinakan. Inilah ciri dari Umat yang betul-betul mencintai dan mengimani Nabinya.


Seperti yang dikatakan Buya Hamka yang intinya, jika di dalam hati Umat Islam tak ada ghiroh ketika agamanya dihina maka gantilah bajumu dengan kain kafan. Penghinaan Nabi sama dengan penghinaan kepada agama.


/Boikot, cukup?/


Demikian gencarnya pemboikotan produk Prancis, apakah ini cukup atau sangat berpengaruh atas ekonomi Prancis sendiri?Dilansir dari CNBC Indonesia, para ekonom berpendapat pemboikotan ini hanya berlangsung singkat saja, walau memang ada penurunan penjualan di Negeri-Negeri Muslim.


"Ada beberapa ekspor persenjataan dan beberapa merek mewah di mana Anda mungkin akan melihat beberapa dampak, tetapi persentase ekspor Prancis yang masuk ke negara-negara itu akan sangat, sangat kecil. Jadi jika Anda berpikir, apa dampaknya pada perekonomian secara keseluruhan, itu tidak akan terlalu besar sama sekali, terutama sekarang, mengingat semua hal lain sedang terjadi, "Andrew Kenningham, kepala ekonom Eropa di Capital Economics, mengatakan kepada The National.


Masih dari CNBC Indonesia, Direktur Forecast Global di Economist Intelligence unit, Agathe Demarais berpendapat pemboikotan mboikotan ini hanya bersifat jangka pendek saja jika mengacu pada kasus di 2015 dimana kampanye pemboikotan juga terjadi di beberapa belahan Negeri-Negeri Muslim.


Ya, memang pemboikotan tidak terlalu berdampak besar dan jangka waktunya hanya pendek, namun bukan berarti Umat Islam tidak boleh memboikot atau mengatakan Umat Islam percuma saja memboikot. Karena Umat Islam berhak menyuarakan kebenciannya atas penghina Nabi dengan cara atau tindakan apapun, dan agama memandang itu bukan sesuatu yang sia-sia.


Masalahnya sekarang, solusi apa yang tepat supaya kehormatan Nabi juga Umat Islam tak diludahi lagi?


/Apa lagi yang perlu diboikot?/


Tentu saja kita perlu memboikot produk-produk lainnya yang sebetulnya dampaknya sangat besar kepada Umat Islam selama ini, yakni Sekularisme, Liberalisme dan yang sejenis. Karena ide-ide inilah yang menyebabkan para pembenci Islam berani melantangkan kebenciannya tanpa batas, bebas! 


Nyali mereka untuk menyemprotkan ludah ke wajah Umat Islam semakin menyala ketika para penguasa di Negerinya atau bahkan mungkin dunia melindunginya dengan jaminan kebebasan berpendapat.


Di dalam sistem Islam, Khilafah Islamiyah, yang diatur dengan hukum-hukum Islam yang telah ditetapkan tidak akan mengekang siapapun untuk bersuara asal akan tidak bertentangan dengan Islam. Islam mengajarkan bersuara dengan batas, bukan bersuara dengan liar tanpa batas.


Yang membenci Islam, yang menghina Nabi wajib ditindak hukum sebab jelas-jelas bertentangan dengan patokan hukum Islam.


/Bagaimana Islam menuntaskan kasus serupa?/


Di dalam Islam, hukum pidana juga ada. Terlebih bagi tukang pengacau kedamaian Islam dan Tukang hina Rasulullah mulia.


Dikutip dari Islampos.com, dalam salah satu artikelnya tertulis,

"Keteragan lain juga disampaikan as-Syaukani. Ketika menjelaskan hadis yang menyebutkan hukuman bunuh bagi penghina Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau mengatakan, “Dalam hadis Ibnu Abbas dan hadis asSya’bi terdapat dalil bahwa orang yang menghina Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dihukum bunuh. Ibnul Mundzir menyebutkan bahwa ulama sepakat, orang yang menghina Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan kalimat teas, wajib dibunuh.”  (Nailul Authar, 7/224)"


Sudah jelas, hukumannya dibunuh. Dengan cara inilah para pembenci Nabi dan Islam bisa jera dan tak akan ada kemauan melakukan tindakan tercela itu apalagi sampai mengulanginya dua kali.


Dan tentunya, untuk penerapan aturan ini perlu adanya suatu Negara Islam yang Undang-undangnya berpatok pada Syariat Islam dibawah komando Sang Khalifah yang akan benar-benar memperhatikan semua aturan Islam terlaksana dengan baik. 


Tanpa adanya Khalifah(Imam) bagi Umat Islam, tidak akan ada pelindung bagi kemuliaan Umat Islam. Tanpa adanya Imam kasus penghinaan Nabi bisa jadi terulang kembali.Inilah satu-satunya solusi yang benar yang ditwarakan Islam.[]


#BoikotProdukPrancis

No comments:

Post a Comment

Adbox