Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP

Sunday, November 8, 2020

Boikot Pemikiran dan Produk Negara Penghina Nabi

 



Oleh : Ummu fillah 



Pojok-aktivis.com - Boikot Produk Prancis. Bukan hanya sekali Negara Perancis melakukan kesalahan yang sama yaitu penghinaan terhadap Baginda Rasulullah dengan menggambarkan karikatur Rasulullah . Berawal dari penyerangan yang dilakukan di kantor majalah satir Perancis Charlie Hebdo oleh Said dan Cheriff.


Penyerangan ini terjadi karena Charlie Hebdo telah mencetak karikatur Nabi Muhammad Shollallahu 'alaihi wasalam. Dalam aksi penyerangan ini 12 orang tewas,  penyerangan yang di lakukan Kouachi bersaudara ini terjadi pada 7 januari 2015 lalu. 



Dan untuk memperingati peristiwa tersebut Charlie Hebdo mencetak ulang karikatur Nabi Muhammad pada 1 September 2020.

Edisi yang terbit pada Rabu (2/9/2020) menampilkan belasan kartun yang sangat mengejek Nabi Muhammad, termasuk gambar yang memicu protes besar saat pertama kali diterbitkan.Kompas.com.


Jelas saja,  penerbitan Charli Hebdo ini menuai kecaman dari berbagai belahan dunia yang mayoritas rakyatnya Islam.

Seruan boikot semua produk  Perancis dilakukan serentak di Negara kawasan Arab, dan berpenduduk mayoritas Islam tak terkecuali Indonesia. 


Apakah seruan boikot produk ini serta merta membuat jera? Tentu saja tidak. Boikot Produk hanya berimbas sebentar saja,  tapi tak apalah paling tidak bisa mengurangi pendapatan negaranya. Karena produk Perancis menjadi konsumsi negara yang  mayoritas muslim. Itulah bentuk kemarahan kita sebagai umat Islam. Jika tidak ada kemarahan atas penghinaan Nabi,  patutlah dipertanyakan keimanan kita. Kita juga harus serius untuk memboikot pemikiran - pemikiran yang telah Perancis sebarkan yaitu kebebasan,  feminisme, sekulerisme dan yang lainnya. 



Bagaimana solusinya? Ya,  Hanya dengan menghadirkan kembali perisai umat Islam  yaitu kehadiran seorang khalifah yang bisa mengembalikan hukum - hukum Allah untuk diterapkan dalam semua lini kehidupan.


Bersabda Rasulullah ﷺ,


إنَّمَا الْإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ، فَإِنْ أَمَرَ بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَعَدَلَ كَانَ لَهُ بِذَلِكَ أَجْرٌ، وَإِنْ يَأْمُرْ بِغَيْرِهِ كَانَ عَلَيْهِ مِنْهُ


“Sesungguhnya al-Imam (Khalifah) itu (laksana) perisai, dimana (orang-orang) akan berperang di belakangnya (mendukung) dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan)nya. Jika seorang Imam (Khalifah) memerintahkan supaya takwa kepada Allah ’Azza wa Jalla dan berlaku adil, maka dia (Khalifah) mendapatkan pahala karenanya, dan jika dia memerintahkan selain itu, maka ia akan mendapatkan siksa.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, An-Nasa’i, Abu Dawud, Ahmad).


Bandingkan ketika Al imam itu ada, yakni pada masa kholifah Abdul Hamid. Pada masanya, di Perancis akan diadakan pentas seni yg menghina Nabi SAW. Ketika kabarnya itu sampai pada Kholifah, serta Merta dipanggilnya pemimpin Perancis dan memberikan dua pilihan : menghentikan pentas seni atau negaranya  dihancurkan. Maka Perancis menghentikan kegiatan yang hendak menista Nabi Muhammad shollallahu 'alaihi wasalam tersebut.


Betapa wajibnya kehadiran seorang khalifah dalam sistem kekhilafan kembali,  agar penistaan terhadap umat Islam, ajaran tidak terulang dan terulang lagi.


Allahu a'lam bish showab.[]


#BoikotProdukPrancis 

No comments:

Post a Comment

Adbox