Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP

Friday, October 23, 2020

Peta Politik Konflik China - Taiwan

 



Umar Syarifudin (Pengamat Politik Internasional)


Hubungan antara China dan sekutu AS, Taiwan memanas. Dikutip laman South China Morning Post, PLA telah mengerahkan rudal hipersonik DF-17 yang paling canggih ke Taiwan. "Rudal hipersonik DF-17 secara bertahap akan menggantikan DF-11 dan DF-15 lama yang dikerahkan di wilayah tenggara selama beberapa dekade," ujar sumber yang meminta namanya tidak disebutkan karena sensitivitas topik tersebut. Rudal baru memiliki jangkauan yang lebih jauh dan mampu mencapai target dengan lebih akurat. DF-17 memiliki jangkauan maksimum 2.500 km (1.550 mil). Rudal itu tampil pertama kali di depan umum pada parade Hari Nasional 1 Oktober tahun lalu untuk menandai peringatan 70 tahun berdirinya Republik Rakyat China.


Beijing telah berusaha untuk menjaga tekanan terhadap Taiwan dengan serangkaian latihan di sekitar pulau itu, termasuk latihan invasi skala besar akhir baru - baru ini. Beijing menganggap Taiwan sebagai provinsi yang memisahkan diri. Pemerintah China dengan keras telah berjanji untuk mengambil kembali, dengan kekerasan jika perlu.


Hubungan antara Beijing dan Taipei telah memburuk sejak Tsai Ing-wen dari DPP yang condong ke arah kemerdekaan terpilih sebagai presiden Taiwan pada 2016. Tsai menolak untuk menerima prinsip satu Cina. Taiwan sendiri telah bergerak lebih dekat ke Amerika Serikat dan menandatangani serangkaian kesepakatan senjata, termasuk untuk rudal Patriot dan peningkatan jet F-16 Viper.


Gedung Putih akan menjual tiga paket senjata ke Taiwan, menurut laporan dari Reuters. Pemerintahan Trump baru-baru ini memberi tahu Kongres tentang kesepakatan itu. Senjata yang dijual termasuk peluncur roket berbasis truk yang dibuat oleh Lockheed Martin, rudal jarak jauh yang dibuat oleh Boeing, dan polong sensor eksternal untuk jet F-16. Tiga penjualan itu bisa menjadi yang pertama dari banyak penjualan. Pada bulan September, sumber mengatakan kepada Reuters bahwa pemerintahan Trump sedang mempersiapkan penjualan senjata besar-besaran ke Taiwan yang dapat mencakup hingga tujuh jenis sistem senjata. Berita penjualan senjata datang seminggu setelah pejabat AS mendorong Taiwan untuk menghabiskan lebih banyak uang untuk pertahanan. Pada sebuah acara pekan lalu, Penasihat Keamanan Nasional Robert O'Brien memperingatkan China agar tidak menginvasi Taiwan dan mendesak Taipei untuk meningkatkan anggaran militernya. Sejak AS memutuskan hubungan dengan Taipei pada 1979, Washington telah menjual senjata ke pulau itu untuk mencegah China menyerang. Penjualan tersebut menguntungkan pembuat senjata AS, dan Taiwan adalah pelanggan utama. Pada tahun fiskal 2019, Taiwan meminta lebih banyak senjata dari AS daripada negara lain.


AS mendukung kaum nasionalis untuk memerintah China selama PD 2. Namun pengaruh AS terusir oleh komunis yang dipimpin oleh Mao dan AS memberikan pengaruh di pulau Taiwan di seberang daratan Cina. Terlepas dari memanasnya hubungan antara AS dan China selama tahun 1970-an, Taiwan selalu mewakili sikap AS terhadap China. Posisi Taiwan bagi AS menjadi semakin penting sekarang karena China tampaknya ingin mendominasi wilayah tersebut.


Sengketa antara China dan Taiwan bukanlah hal baru. Beijing telah melakukan berbagai upaya untuk menghapus Taiwan, dan membuatnya bersatu kembali dengan daratan China. Dalam beberapa bulan terakhir, China pun telah meningkatkan taktik tekanan diplomatik, ekonomi, dan militer, untuk mengekspresikan ketidaksenangannya itu. Tetapi pendekatan agresif dan penindasan China terhadap Taiwan, hanya meningkatkan kebencian terhadap pemerintah China dan berkurangnya minat untuk bersatu kembali dengan daratan.


Tujuan awal China adalah reunifikasi Taiwan dan daratan China, dengan pendekatan agresif dan penindasan terhadap tetangga pulau itu, hanya menyebabkan kebencian terhadap pemerintah China, dan berkurangnya minat Taiwan untuk bersatu kembali dengan daratan.


Ketika perpecahan budaya dan politik antara keduanya tumbuh lebih dalam dan daya tarik unifikasi berkurang, gerakan pro-kemerdekaan mengambil alih.


Dua mantan presiden telah bergabung dalam upaya mendasar untuk mendorong referendum kemerdekaan Taiwan. Presiden pertama Taiwan yang terpilih secara demokratis, Lee Teng-hui, dan Chen Shui-bian dari DPP, meminta diadakannya pemungutan suara pada tanggal 6 April 2019. Para politisi yang pro-kemerdekaan juga semakin populer. Penunjukan Tsai atas William Lai–pendukung setia kemerdekaan—membuat keadaan memanas.


China telah menampakkan aksi-aksi politik jauh dari daratannya memanfaatkan goyahnya posisi Amerika secara internasional akibat krisis finansial Amerika, dan krisis yang dihadapi AS di Irak dan Afganistan. Maka Amerika ingin menciptakan masalah yang berpengaruh di perbatasan China untuk menyibukkan China dalam masalah Taiwan dan untuk memanaskan kembali masalah tersebut, setelah sebelumnya reda atau bahkan hampir membeku, Ini dari satu sisi. Dari sisi lain, tindakan itu agar menjadi pesan kepada China bahwa Amerika itu masih tetap kuat dan sinar internasionalnya belum padam sama sekali. Disamping hal itu juga menjadi pesan ke negara-negara besar lainnya. Amerika terus melakukan politik isolasi kepada China.


Politik isolasi oleh Amerika itu punya dua tujuan: Pertama, menjauhkan tampilnya China sebagai kekuatan regional. Kedua, menghalangi China mengubah aspek apapun dari sistem internasional yang tegak di atas barat. Untuk meraih tujuan-tujuan ini, Amerika Serikat bersandar kepada sejumlah rencana: Di antaranya, "mengungkit pelanggaran HAM oleh Chna di Tibet, Turkistan Timur dan Hongkong. Melanggengkan China disibukkan dengan krisis nuklir Korea Utara dan pertikaian regional di laut China Selatan. Menggunakan India, Jepang dan Australia untuk membatasi ambisi dan pertumbuhan militeristik China di kawasan Asia dan Pasifik. Menghalangi China bisa sampai pada teknik-teknik termodern. menarik diri dari inisiatif "Belt Road China".  Institusi politik Amerika telah berpegang dengan politik pengekangan meski ada perubahan-perubahan sedikit pada sebagian langkah untuk mengekang ambisi kekuatan China.


Refleksi


Namun terlepas dari kontestasi pengaruh China dan AS, kita perlu mengungkap kritik mendasar tentang demokrasi dan gagasan kebebasan serta gagasan sosialisme sangat penting dilakukan, terutama bagi umat Islam. Dan tentunya, kita harus melihatnya hanya dari perspektif pemikiran Islam. Umat ​​Islam dengan statusnya sebagai syuhada 'ala naas - saksi umat manusia, harus mampu berperilaku berdasarkan prinsip dan ideologinya sendiri. Agar tidak tertipu oleh gagasan-gagasan megah tentang kebebasan dan demokrasi dari Barat, serta tidak terjebak oleh dominasi ekonomi Tiongkok, baik Barat maupun Timur serta nilai dan sistem kemanusiaan yang mereka agungkan.


Demokrasi jelas bukanlah solusi atau masa depan dunia yang saat ini mengalami berbagai krisis. Demokrasi dan sosialisme juga bukan jawaban bagi dunia, Indonesia bahkan negara Barat. Kegagalan demokrasi seharusnya menyadarkan kita akan keterbatasan manusia dalam penyampaian aturan dan hukum. Akal manusia lemah dan terbatas; dan tidak dapat menentukan kebutuhan manusia lain. Sebaliknya, Islam memiliki sumber hukum yang mengatur setiap aspek kehidupan manusia yang bersumber dari Yang Menciptakan akal manusia itu sendiri. Dialah Allah Yang Maha Mengetahui apa yang dibutuhkan manusia.[[

1 comment:

  1. Assalamualaikum Wr Wb

    Apakah Anda memiliki masalah keuangan dan Anda sedang mencari bantuan Pinjaman asli, Kami di sini untuk membantu Anda dengan Pinjaman untuk meringankan bisnis Anda dan menyelesaikan semua hutang Anda, kami menyediakan semua jenis pinjaman, besar atau kecil, ini adalah peluang Anda untuk finansial kebebasan.Kami menawarkan yang berikut ini.

    √ Pinjaman Bisnis Besar

    √ Pinjaman Bisnis Kecil

    √ Pinjaman Rumah Baru

    √ Pinjaman mobil

    √ Pinjaman Pertanian Besar atau kecil

    √ Pinjaman untuk proyek jangka panjang atau pendek

    √ Mulai Pinjaman bisnis

    √ Koperasi Pinjaman

    √ Pinjaman untuk Proyek yang ada

    Mengapa Anda harus memilih kami.

    Kami memberikan pinjaman dengan suku bunga yang sangat rendah

    Tidak masalah dari negara mana Anda berasal, kami akan meminjamkan Anda.

    Proses kami sangat mudah dan sederhana. sangat orang bisa memahaminya.

    Kami adalah perusahaan yang sangat jujur dan dapat diandalkan.

    Kami tidak memberikan informasi pribadi Anda kepada siapa pun,

    informasi Anda aman bersama kami.

    Tujuan utama kami adalah meminjamkan sebanyak mungkin yang Anda inginkan dan siap untuk mendapatkan pinjaman, Anda harus mengatakan pada diri sendiri cukup, Anda tidak dapat terus membiarkan kurangnya uang membatasi pertumbuhan bisnis Anda. hubungi kami dengan informasi kontak kami di bawah ini dan biarkan kami bergandengan tangan dengan memberikan Anda pinjaman yang akan membantu mengembangkan bisnis Anda. Anda tidak perlu khawatir, kami sangat dapat dipercaya dan Bersedia meminjamkan Anda.

    Hubungi kami dengan:
    Perusahaan:  Femi Otedola Loan Firm  
    Email: femiotedolaloanfirm@gmail.com
    WA: 1(386)628 3904 (Chat only) 

    atau kunjungi Situs web kami dan gunakan Kontak Kami dan kami akan membalasnya kepada Anda.

    Situs web: https://femiotedolaloanfirm.blogspot.com

    Hubungi kami hari ini dan mari bantu mengembangkan bisnis Anda.

    ReplyDelete

Adbox