Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP

Wednesday, September 9, 2020

PENGHINAAN TERHADAP ISLAM BUAH SISTEM SEKULER



Oleh Astuti Djohari S.Pd


Islamophobia adalah sebuah penyakit yang masih merambat di masyarakat sejak zaman dulu hingga sekarang, penyakit yang mana takut akan sesuatu yang berbau Islam. Dimulai Sejak tahun 2001 terjadi insiden pemboman di Gedung putih Washington DC, USA dan didukung dengan adanya statement presiden George Bush tentang pelarangan umat islam atau sesuatu apapun berbau Islam seperti perempuan yang berkerudung, laki-laki yang berjenggot hingga orang-orang yang bernama Muhammad untuk memasuki USA karena dianggap mengancam keamanana penduduk setempat dan berpotensi melakukan Tindakan kriminal. Sejak saat itulah Islamophobia makin nyata terjadi di Amerika hingga merambat ke Benua Eropa, bahkan seluruh dunia hingga saat ini Islamophobia masih menjadi penyakit masyarakat yang eksis dari tahun ke tahun. 


Saat ini Islamophobia di negara barat bukan hanya pelarangan terhadap perempuan mengenakan hijab atau laki-laki yang bernama Muhammad saja tetapi sudah masuk ke ranah kekerasan verbal maupun nonverbal seperti dilarangnya Azan berkumandang,perempuan berkerudung dipaksa untuk menanggalkan kerudungnya dihadapan umum dan pernah terjadi pada tahun 2018 lalu penghinaan terhadap Nabiyullah Muhammad ﷺ dengan diadakan kontes pembuatan karikatur Nabi Muhammad ﷺ. Puncak dari kekerasan verbal pada umat islam yaitu dengan dibakarnya kitabullah Al-Quran seperti yang terjadi baru-baru ini,dilansir media harian online 


REPUBLIKA.CO.ID OSLO --- Ketegangan memuncak di Ibu kota Norwegia, Oslo ketika seorang pengunjuk rasa anti-Islam merobek-robek halaman-halaman Alquran. Kepolisian Norwegia sampai menembakkan gas air mata untuk memisahkan dua kelompok yang bentrok.


Sedikitnya ada 30 orang yang ditangkap polisi Norwegia. Akibat bentrokan itu, unjuk rasa anti-Islam di Oslo pada Sabtu (29/8) membuat acara itu diakhiri lebih awal dari jadwalnya. Seperti dilansir Deutsche Welle (DW) pada Ahad (30/8), unjuk rasa anti-Islam itu diorganisir kelompok Stop Islamisasi Norwegia (SIAN). Unjuk rasa berlangsung di dekat gedung parlemen Norwegia.


Sangat terlihat sekali betapa islam phobia masih sangat eksis di negara barat yang mana kita ketahuai Bersama bahwa negara barat sangat menjunjung tinggi system kebebasan dalam hal apapun itu termaksut kebebasan beragama yang mana dilindungi oleh negara tetapi kebebasan itu tidak berlaku untuk islam.


 Copenhagen - Swedia dilanda kerusuhan usai politikus asal Denmark, Rasmus Paludan dilarang menghadiri aksi pembakaran Al-Qur'an. Paludan memang dikenal sebagai seorang anti-Islam.


Seperti dilansir AFP, Sabtu (29/8/2020), sekitar 300 orang turun ke jalanan wilayah Malmo, Swedia, dengan aksi kekerasan yang meningkat seiring berlalunya malam, menurut polisi dan media lokal.


Pada akhirnya kejadian yang kembali terulang sebuah bentuk nyata dari islamophobia yang berujung pada penghinaan terhadap islam dengan adanya aksi pembakaran kitabullah Al-Quran yang sistematis dilakukan dengan mendapat dukungan oleh para politisi di swedia dan norwegia. Kejadian ini adalah bukti bahwa islamophobia adalah penyakit sistematis masyarakat barat yang sekuler. 


Meskipun diantara mereka ada yang kontra dengan mengecam aksi pembakaran Al-Quran karena dinlai melawan hukum dan HAM namun sejatinya muncul aksi sejenis ini menggambarkan kegagalan sistematik untuk menjamin keadilan dan kebebasan beragama.


Berbeda halnya dengan sistem islam yang mana khalifah menjamin dan melindungi penduduknya untuk menganut agama mereka dan memenuhi segala hak-hak mereka tanpa pandang bulu sedikitpun. Bagaimanapun juga islam telah menyubang tinta emas dalam sejarah toleransi umat beragama sejak saat nabi Muhammad ﷺ membuat sebuah perjanjian dengan kaum yahudi yang kita kenal dengan istilah piagam Madinah yang mana isi perjanjian tersebut diantaranya ialah kaum yahudi tetap beragama mereka dan kaum muslim tetap beragama mereka sendiri, kaum yahudi dan kaum muslimin harus saling berbuat kebaikan dan saling mengingatkan ketika terjadi kedzoliman dan masih banyak isi perjanjian tersebut yang tidak menguntungkan kaum muslimin pun tidak merugikan kaum yahudi karena sejatinya isi piagam madina dibuat semata-mata demi kemaslahatan bersama.


Kisah lainnya yang menunjukan bahwa Islam adalah sebuah agama yang sempurna berlaku adil pada semua pemeluk agama yaitu bermula pada saat sultan Muhammad Al-Fatih berhasil menakhlukan kota Konstatinopel yang mana penduduk kota konstatinopel pada waktu itu tidak 100% muslim melainkan ada beberapa penduduk local yang memeluk Kristen orthodox, orang-orang Kristen orthodox begitu ketakutan dan bersembunyi didalam gereja karena mendengar pasukan kaum muslim berhasil menakhlukan kota konstatinopel dan akan mengusir mereka dari bumi konstatinopel namun dengan kebesaran hati sang sultan dengan lantangnya mengatakan Daulah-lah yang akan melindungi hak-hak mereka sebagaimana sang sultan melindungi warganya,membiarkan mereka beribadah,beriteraksi seperti masyarakat pada umumnya.


Berikutnya kisah tersohor yang memperlihatkan hanya khalifah-lah yang mampu berbuat adil pada kemajemukan umat beragama. Alkisah seorang kakek tua yahudi yang tinggal di Mesir kala itu pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab, sang kakek memprotes tentang tanah dan rumahnya yang hendak akan digusur oleh gubernur Amru bin Ash karna ingin menjadikan lahan tersebut menjadi masjid dengan jaminan mengganti rugi namun sang kakek tetap bersih kukuh hingga menuntut keadilan pada Amirul mukminin dan dengan titah sang khalifah. Akhirnya, masjid yang semula pembangunannya hampir selesai tetapi dirobohkan demi melindungi hak kakek tua yahudi tersebut.


Sangat terlihat jelas bagaimana khilafah menjamin lahirnya masyarakat yang sehat yakni masyarakat yang mampu menjaga kemurnian ajaran islam namun etap bissa menjaga harmoni anatar individu umat beragama karena sejatinya aturan dalam islam murni datangnya dari Allah SWT  sebagaimana firman-Nya dalam surah Al Baqarah : 256 ” Tidak ada paksaan untuk memasuki agama Islam”. 


Walahualam bishowab. []




No comments:

Post a Comment

Adbox