Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP

Wednesday, September 16, 2020

Menyusuri Jalan Pewaris Para Nabi



Abu Inas (Tabayyun Center)


Bagi kaum Mukmin, apalagi bagi para ulama, sifat-sifat mulia Rasulullah saw. itu patut diteladani. Ulama adalah pewaris para nabi. Rasulullah saw. bersabda:


«وَإِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ وَإِنَّ اْلأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلاَ دِرْهَمًا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ»



Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Mereka mewariskan ilmu. Siapa saja yang mengambilnya, berarti telah mengambil bagian yang banyak lagi sempurna (HR Abu Dawud).


Sebagai pewaris nabi, mereka tentu akan menempuh jalan sebagaimana Rasulullah saw.; tak kenal lelah membacakan ayat-ayat-Nya dan menyebarluaskannya di tengah-tengah manusia. Mereka pantang menyerah meskipun harus menghadapi beragam risiko.


Para pewaris para nabi itu juga mengikuti jejak Rasulullah saw. dalam membersihkan masyarakat dari kekufuran dan kemaksiatan. Dengan ilmu yang dimiliki, mereka dapat menjelaskan kekeliruan berbagai pemikiran seperti komunisme, sekularisme-kapitalisme, pluralisme dan lain-lain. Dengan penjelasan itu, masyarakat bisa terselamatkan dari pemikiran berbahaya itu. Dalam menghadapi kemungkaran dan kemaksiatan, mereka pasti memilih berada di garda depan. Mereka tidak rela jika ada hukum Islam diabaikan, apalagi dilecehkan. Mereka akan memimpin umat berjuang menegakkan Islam. Sebab, hanya dengan perjuangan yang istiqomah masyarakat benar-benar bisa diproteksi dari ide sesat, kemungkaran dan perangai tercela.


Para pewaris para nabi itu juga rajin mengajarkan al-Quran dan al-Sunnah. Mereka sadar, untuk meraih predikat terbaik, belajar atau mengajarkan al-Quran merupakan salah satu resepnya. Dalam perkara hukum, mereka bersikap tegas. Apa pun status hukum yang berasal al-Quran dan al-Sunnah, akan disampaikan. Mereka tidak akan menjual ayat-ayat Allah SWT dengan harta dunia.


Patut ditegaskan, dalam melakukan semua aktivitas itu, ulama pewaris nabi didorong oleh keikhlasan, semata-mata hanya karena mencari ridha Allah SWT. Sebab, mereka adalah hamba-hamba yang takut kepada-Nya. Allah SWT berfirman:


إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ


Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama (QS Fathir [35]: 28).[]

No comments:

Post a Comment

Adbox