Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP

Monday, September 7, 2020

Jangan Mau ada Kriminalisasi Ajaran Islam Khilafah Dan Mubaligh Yang Menyerukannya

 



M. Nur Rakhmad, S.H. (Dir. Advokasi LBH Pelita Umat Jatim)


Konstitusi kita memberikan jaminan umat Islam untuk menjalankan ibadah sesuai agamanya dan keyakinanya yang  dimana Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 berdasarkan Pasal 28E, Pasal 28 ayat (1), Pasal 28J, dan Pasal 29, menyatakan bahwa Ummat Islam memiliki hak untuk menjalankan berbagai keyakinannya sebagai ajaran Islam, jadi khilafah Islamiyah sebagai konsep Sistem Hukum Tata Negara dalam Islam tetap sah dan legal untuk disyiarkan ditengah-tengah masyarakat. Siapapun yang menyudutkan ajaran Islam, termasuk Khilafah maka maka dapat dikategorikan tindak pidana penodaan agama.


Siapapun yang menyatakan bahwa khilafah faham terlarang dan melecehkan pengembannya,  ini dapat berpotensi dinilai sebagai bentuk permusuhan atau kebencian terhadap ajaran agama Islam. Maka dapat dinilai sebagai bentuk pelanggaran pasal 156a KUHP bahwa harus diingat unsur utama untuk dapat dipidananya Pasal 156a KUHP adalah unsur sengaja dan unsur adanya niat jahat untuk memusuhi, membenci dan/atau menodai ajaran agama (malign blasphemies). Kemudian dikampanyekan, dibuat narasi dan/atau dibuat opini seolah-olah sesuatu kejahatan atau keburukan dihadapan dan/atau ditujukan kepada masyarakat baik melalui media dan/atau secara langsung.


Hal penting yang perlu kita pahami bahwa Khilafah adalah ajaran Islam. Oleh karena itu adalah tidak pantas, siapapun yang mengaku Muslim menolak ajaran Islamnya sendiri, apalagi mengkriminalisasi ajaran Islam yang mulia.


Sangat aneh kalau ada elemen umat Islam yang menolak dan menentang Khilafah. Pasalnya, Khilafah adalah ajaran Islam dan kewajiban syar'i untuk mewujudkannya. Para ulama bahkan menyebut kewajiban menegakkan khilafah sebagai taj al-furudh (mahkota kewajiban). Khilafah, sebagaimana dijelaskan oleh ulama (Abdul Qadim Zallum, Nizham al-Hukmi fi al-Islam, 2002: 34), adalah: Kepemimpinan umum atas seluruh kaum Muslim di dunia untuk menegakkan hukum-hukum syariah Islam dan mengemban dakwah Islam ke seluruh dunia.


Berdasarkan definisi ini, ada tiga esensi utama Khilafah:


Pertama: Mewujudkan ukhuwah. Dengan Khilafah akan terwujud ukhuwah umat Islam sedunia secara nyata dalam kehidupan. Umat Islam memiliki akidah dan syariah yang sama sehingga digambarkan oleh Rasulullah saw. bagaikan satu tubuh. Jika ada bagian yang sakit, seluruh tubuhikut merasakannya. Ukhuwah yang demikian kuat itu akan dapat diwujudkan secara nyata ketika ada yang menyatukan umat dalam satu negara, yakni Khilafah.


Menurut Abdul Qadir Audah, Islam menjadikan kaum Muslim sebagai umat yang satu, menyatukan mereka dalam satu negara, memberikan satu imam bagi mereka guna memerintah negara yang satu, dan umat yang satu tersebut bertugas menegakkan Islam dan mengendalikan berbagai urusannya dalam batas-batas yang ditetapkan oleh Islam (Abdul Qadir Audah, Al-Islam wa Awdha'una as-Siyasiyyah, 1981: 278).


Kedua: Melaksanakan syariah. Tugas utama Khilafah adalah menegakkan hukum syariah Islam. Memang ada sebagian hukum syariah yang dapat dan harus dijalankan oleh individu. Namun, tidak sedikit hukum syariah yang hanya bisa dijalankan oleh negara. Dengan demikian esensi Khilafah adalah penegakan syariah secara kâffah. Ketika itu terjadi, Islam sebagai rahmatan lil 'alamin akan terwujud dalam kehidupan (Lihat: QS al-Anbiya’ [21]: 107).


Kerahmatan Islam yang telah dijanjikan Allah SWT itu akan terwujud melalui penerapan syariah di bawah sistem Khilafah. Karena itu Khilafah akan membawa kebaikan untuk negeri ini dan penduduknya, Muslim dan non-Muslim.


Ketiga: Mengemban dakwah. Tugas Khilafah lainnya adalah mendakwahkan Islam ke seluruh dunia. Dengan Khilafah Islam dapat tersebar luas di berbagai penjuru dunia dengan cepat. Sejarah telah membuktikan realitas tersebut. Selama 13 tahun Rasulullah saw. berdakwah di Makkah, hanya sedikit penduduknya yang masuk Islam. Namun, setelah Rasulullah saw. hijrah ke Madinah dan berhasil membangun Daulah Islam, seluruh Jazirah Arab bisa dikuasai dan penduduknya berbondong-bondong masuk Islam.


Tugas mengemban dakwah Islam ini terus dilanjutkan oleh para khalifah sesudah Rasullah saw. Berkat dakwah mereka, Islam bisa tersebar luas di dunia, termasuk sampai ke negeri ini. Sebagian dari para ulama yang disebut Walisongo adalah utusan Khalifah yang dikirim untuk berdakwah ke negeri ini. Kesultanan Samudera Pasai, Mataram, Cirebon, Banten, Demak, serta kesultanan lainnya di kawasan Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku merupakan bukti bahwa dakwah Islam melalui Khilafah telah mempengaruhi perkembangan sosial politik di negeri ini. 


Baru kali ini saja ada upaya narasi mencoba mengkriminalisasi Khilafah yang merupakan bagian dari ajaran Islam termasuk pengembannya tidak kurang baik Aparatur Sipil Negara dan Masyarakat Sipil pada umumnya termasuk narasi melawan UUD 1945 dan Pancasila. Padahal pengaitan tersebut dalam Bahasa Hukum disebut Obscure (Lentur) jadi bergantung selera rezim siapa yang dinilai melawan Pancasila dan UUD 1945 bahkan terakhir melalui Narasi Radikalisme yang sebenarnya ini merupakan kelanjutan dari proyek dunia yang telah gagal dengan narasi War On Terrorisme (WOT) untuk megaitkan dengan ajaran Islam secara keseluruhan kemudian dilanjutkan narasi War On Radicalisme (WOR) yang terindikasi kuat agar Ummat Islam terkhususnya khawatir dan takut dengan ajaran agamanya bahkan bisa memunculkan Islamphobia pada seluruh lapisan masyarakat. 


Penulis turut mendorong agar aparat Penegak Hukum segera memproses hukum berdasarkan pasal 156a KUHP terhadap siapa saja yang menyebarkan permusuhan atau kebencian terhadap ajaran agama Islam dengan cara dikampanyekan, dibuat narasi dan/atau dibuat opini seolah-olah sesuatu kejahatan atau keburukan dihadapan dan/atau ditujukan kepada masyarakat baik melalui media dan/atau secara langsung. Dikarenakan Pasal 156a KUHP bukanlah delik aduan, sehingga aparat penegak hukum dapat dengan segera memproses hukum demi terciptanya ketertiban masyarakat. Dan harapan yang paling terutama agar seluruh lapisan masyarakat untuk menerima seluruh ajaran Islam secara utuh berasal dari sumbernya termasuk bahwa Khilafah merupakan ajaran Islam.[]

No comments:

Post a Comment

Adbox