Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP

Thursday, September 10, 2020

Anda Lebih Utama Daripada Saya Untuk Tetap Teguh Di Atas Kebenaran Itu

 



M. Arifin (Tabayyun Center)


Nash syariat yang menunjukkan akan dimenangkannya Islam. Allah Swt., misalnya, berfirman:


]وَكَانَ حَقًّا عَلَيْنَا نَصْرُ الْمُؤْمِنِينَ[


Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang Mukmin. (QS ar-Rum [30]: 47).


Allah Swt. tidak membebani kewajiban kepada kita kecuali sebatas apa yang kita mampu. Allah tidak menetapkan tujuan/target yang mustahil kita capai. Apalagi Allah Swt. telah memuliakan kita dengan tugas mengemban dakwah Islam dan mewakilkan kepada kita tanggung jawab kepemimpinan umat manusia untuk membawa mereka pada petunjuk. 


Sepenggal kisah, pada peristiwa Hijrah, Nabi saw. melaksanakan sebab-sebab fisikal. Beliau bersama sahabatnya, Abu Bakr, bersembunyi di Gua Tsur, lalu keduanya pergi melanjutkan perjalanan. Kemudian Suraqah berhasil menyusul keduanya hingga mendekati mereka. Orang yang membaca peristiwa itu saat ini, yang menjalani hidupnya dan limbung, maka yang langsung terlintas dalam benaknya adalah bahwa bahaya itu akan terjadi. Keguncangan dan kekhawatiran terhadap keselamatan Nabi saw. juga menimpa Abu Bakar. Adapun Nabi saw, beliau memandang peristiwa itu dengan diterangi cahaya Ilahi. Tiba-tiba, kaki-kaki kuda Suraqah terjerembab, dan Nabi saw. memang mendoakan demikian. Peristiwa ini pada awalnya tampak sebagai peristiwa buruk, tetapi berubah menjadi sebab pertolongan kepada Nabi saw. dan sahabatnya.


Orang-orang yang optimis adalah mereka yang di tengah peristiwa-peristiwa itu mencari berita gembira. Mereka bukanlah orang-orang yang dikuasai rasa frustasi dan kelemahan. Ketika kita menghidupkan ruh optimis, maka peristiwa-peristiwa yang menghadang kita harus kita perlakukan secara seimbang. Benar, kita hidup di alam angan-angan (harapan), dan kita tidak melupakan bahaya-bahaya yang mungkin muncul. Akan tetapi, jika kita menghendaki perubahan total (taghyir), maka hendaknya kita mencari aspek-aspek dan celah-celah yang darinya kita mungkin bertolak ke arah perubahan total hingga sampai pada tujuan yang kita maksud.


Di sini kami ingin memberikan satu contoh. Ketika Imam Ahmad ra. dibawa untuk dicambuk dalam peristiwa fitnah yang menimpa beliau, dan beliau dimasukkan ke dalam penjara bersama dengan para pencuri dan pembegal jalanan, salah seorang dari mereka menghentikan beliau dan berkata, "Apakah Anda mengenal saya?" Beliau menjawab, “Tidak.” Lalu orang itu menceritakan kepada beliau pencurian dan pembegalan yang sering ia lakukan. Ia kemudian berkata, "Aku telah dicambuk sekian kali dalam sejumlah kasus pencurian, dan itu tidak membuatku kapok untuk mencuri. Adapun Anda, Anda dicambuk karena kebenaran. Karena itu, Anda lebih utama daripada saya untuk tetap teguh di atas kebenaran itu".[]

No comments:

Post a Comment

Adbox