Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP

Sunday, August 23, 2020

Tidak Boleh Ada Persekusi Terhadap Non-Muslim Dalam Sistem Khilafah Apalagi Terhadap Sesama Muslim

 


Wajdi Abdul Wahid (Tabayyun Center)

 

Bicara persekusi, dalam Sistem Islam tidak dibenarkan adanya persekusi dan tindakan mengancam atau perbuatan yang mengganggu dan tidak menyenangkan lainnya terhadap seorang kafir mu'ahid atau kafir dzimmi sekalipun. Apalagi terhadap seorang muslim.


Rasulullah ﷺ bersabda :

  

مَنْ آذَى ذِمِّيًا فَأَنَا خَصْمُهُ


Siapa saja yang mengganggu seorang (kafir) dzimmi, maka akulah musuhnya. (Hadits Hasan riwayat Azzarqani, Mukhtashor Al maqoshid 960. Al-Maktabah As-Syamilah)


Terhadap seorang Kafir Muahid beliau ﷺ bersabda :


 مَنْ قَتَلَ مُعَاهَدًا لَمْ يَرِحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ وَإِنَّ رِيحَهَا تُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ أَرْبَعِينَ عَامًا


Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barang siapa yang membunuh mu'ahad (orang kafir yang terikat perjanjian) maka dia tidak akan mencium bau surga padahal sesungguhnya bau surga itu dapat dirasakan dari jarak empat puluh tahun perjalanan". (HR. Bukhari 2930)


Itulah yang disampaikan baginda Nabi ﷺ. 


Bila perbuatan persekusi, mengancam dan  membentak, mengganggu, memfitnah dan melakukan perbuatan yang tidak menyenangkan lainnya terhadap kafir dzimmi dilarang, apalagi bila hal itu dilakukan terhadap seorang muslim. 


Rasulullah ﷺ bersabda :


لَا تَحَاسَدُوا وَلَا تَنَاجَشُوا وَلَا تَبَاغَضُوا وَلَا تَدَابَرُوا وَلَا يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يَخْذُلُهُ وَلَا يَحْقِرُهُ التَّقْوَى هَاهُنَا وَيُشِيرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنْ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ


Rasulullah ﷺ bersabda: 'Janganlah kalian saling mendengki, saling memfitnah, saling membenci, dan saling memusuhi. Janganlah ada seseorang di antara kalian yang berjual beli sesuatu yang masih dalam penawaran muslim lainnya dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang saling bersaudara. Muslim yang satu dengan muslim yang lainnya adalah bersaudara tidak boleh menyakiti, merendahkan, ataupun menghina. Takwa itu ada di sini (Rasulullah menunjuk dadanya), Beliau mengucapkannya sebanyak tiga kali. Seseorang telah dianggap berbuat jahat apabila ia menghina saudaranya sesama muslim. Muslim yang satu dengan yang Iainnya haram darahnya. hartanya, dan kehormatannya." (HR. Muslim 4650)


Lalu, apakah perbuatan dzalim seperti yang dilakukan oleh orang-orang itu akan diproses secara hukum dan seadil-adilnya oleh penegak hukum ? Kita lihat saja nanti.


Sedangkan dalam sistem Khilafah, Rasulullah ﷺ bahkan menyampaikan dengan tegas. Beliau bersabda :


لَوْ أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ مُحَمَّدٍ سَرَقَتْ لَقَطَعْتُ يَدَهَا


Seandainya Fatimah anak perempuan (Rasulullah) Muhammad ﷺ mencuri, sungguh akan aku potong tangannya. (HR. Buhkari 6290, Muslim 3196, Ibnu majah 3648, Tirmidzi 1350, Musnad Darimi 2200)


Begitulah sedikit gambaran kehidupan yang indah dalam naungan sistem khilafah termasuk jaminan keamanan terhadap orang-orang kafir dzimmi dan penegakan hukum yang adil yang tidak pandang bulu.


Namun, dalam sistem demokrasi saat ini, perbuatan yang dilarang oleh baginda Nabi ﷺ justru malah ada kesan pembiaran. Dalam hal ini persekusi, mengancam, memfitnah, mengganggu dan main hakim sendiri serta perbuatan yang tidak menyenangkan lainnya bukan terhadap orang kafir tapi malah terhadap seorang muslim.


Apalagi hal itu dilakukan dalam rangka menolak apa yang pernah disabdakan oleh baginda Rasulullah ﷺ bahwa Khilafah akan tegak kembali.

 

Beliau bersabda :


ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ


Kemudian sistem Khilafah itu akan tegak kembali sesuai dengan metode kenabian. (Shahih Asyrath As-Sa'ah halaman 101)



Bila Anda mau berfikir jernih sebentar dan Anda diminta untuk memilih antara hidup dalam sistem yang penuh dengan persekusi, ancaman, ketidakadilan, kedzaliman, hukum tidak tegak di tengah masayarakat seperti dalam sistem demokrasi di negeri ini.


Dibanding hidup dalam sistem khilafah yang melarang persekusi, melarang perbuatan mendzalimi orang lain, bahkan melarang tindakan yang mengganggu kafir dzimmi sekalipun. Dan penegakan hukum yang dijamin adil dan tidak tebang pilih sebagaimana sekarang. 



Khilafah yang dikabarkan Rasulullah dengan sederet aturan dan sistemnya yang adil dan menentramkan Anda tolak dengan perbuatan kasar, persekusi, mengganggu, mengancam dan perbuatan yang tidak menyenangkan lainnya justru akan menambah kerinduan umat dan masyarakat terhadap sebuah sistem pemerintahan yang lahir dari Aqidah Islam yang menjamin kesejahteraan, keadilan dan keamanan serta ketentraman bagi semua pihak termasuk non-muslim.[]

No comments:

Post a Comment

Adbox