Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP

Friday, August 28, 2020

Laki - Laki Itu Kudu Sregep

 



Abu Inas (Tabayyun Center) 


Islam mewajibkan laki-laki yang mampu untuk bekerja guna memenuhi kebutuhan - kebutuhan pokok bagi dirinya dan bagi orang yang wajib dia nafkahi. Firman Allah SWT :


( فَامْشُوْا فِيْ مَنَاكِبِهَا وَكُلُوْا مِنْ رِزْقِهِ


"Maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya." (QS. al-Mulk [67]: 15


Dalam sebuah hadis disebutkan :


« أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ  صَافَحَ سَعْدَ بْنَ مُعَاذٍ  فَإِذَا يَدَاهُ قَدْ اِكْتَبَتَا، فَسَأَلَهُ النَّبِيُّ  عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ أَضْرِبُ بِالْمِرِ وَالْمِسْحَاةِ لِأُنْفِقَ عَلَى عِيَالِيْ فَقَبَّلَ النَّبِيُّ  يَدَهُ وَقَالَ كَفَّانِ يُحِبُّهُمَا اللهُ تَعَالَى»


"Bahwa Rasulullah SAW menjabat tangan Sa'ad bin Muadz. Terunyata kedua tangan Sa'ad kasar dan kapalan, maka Nabi SAW bertanya tentangnya. Sa'ad menjawab," Aku bekerja menggunakan sekop dan kapak untuk menafkahi keluargaku." Nabi SAW pun mencium kedua tangan Sa'ad dan bersabda,"Ini adalah dua telapak tangan yang dicintai Allah SWT."


Diriwayatkan bahwa Umar berjalan melalui sekelompok qari' (penghafal Al-Qur'an). Umar melihat mereka duduk-duduk dan menundukkan kepala, maka Umar berkata,"Siapa mereka?" Lalu dijawab," Mereka adalah orang-orang yang bertawakal." Umar pun berkata,"Tidak, tetapi mereka adalah orang-orang menunggu diberi makan, mereka makan harta manusia. Maukah aku beritahu siapa orang-orang yang bertawakal itu?" Dijawab, "Mau." Umar berkata,"Orang yang bertawakal adalah orang yang menebar benih di tanah kemudian bertawakal kepada Rabbnya yang Mahaagung dan Mahatinggi."


Islam juga mewajibkan menanggung nafkah atas para ayah, dan atas ahli waris jika ayah tidak mampu bekerja. Allah SWT berfirman :


وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلَّا وُسْعَهَا لَا تُضَارَّ وَالِدَةٌ بِوَلَدِهَا وَلَا مَوْلُودٌ لَهُ بِوَلَدِهِ وَعَلَى الْوَارِثِ مِثْلُ ذَلِكَ


"Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma'ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan juga seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian." (QS. al-Baqarah [2]: 233).[]

No comments:

Post a Comment

Adbox