Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP

Thursday, August 6, 2020

Ideologi Yang Jernih Dan Damai



Taufik S. Permana (Dir. Geopolitical Institute) 

Islam adalah ideologi universal yang menyatukan manusia dari berbagai ras, warna kulit, bahasa dan suku ke dalam satu entitas unik dengan menerapkan satu tujuan tunggal bagi setiap orang dalam hidupnya, yaitu keridhaan Allah SWT dan penghambaan kepada-Nya. Namun kemudian, Kapitalisme Barat atau Komunisme memaksakan racun kejam nasionalisme untuk membagi umat manusia umumnya dan Dunia Islam khususnya, yang dengannya satu bangsa berusaha untuk menguasai bangsa-bangsa lain demi kekuatan, kemajuan materi, sumberdaya, dan sebagainya. Hal ini mengakibatkan malapetaka seperti Perang Dunia I dan II hingga Perang Irak dan Perang Afganistan saat ini.

Keunggulan ideologi Islam disebabkan oleh sudut pandang yang unik dan benar tentang masyarakat. Di dalam Komunisme, masyarakat telah diutamakan di atas individu. Di dalam Kapitalisme, individu diutamakan di atas masyarakat, seolah-olah masyarakat dan individu adalah kekuatan yang bertentangan dan saling mengimbangi. Hal ini merupakan pemahaman yang keliru tentang masyarakat. Ideologi Islam memiliki satu-satunya pemahaman yang benar. Hubungan antara individu dan masyarakat seimbang dengan harmonis dan berjalan seperti jari-jari pada roda, dimana roda tidak dapat bergerak jika jari-jarinya tidak cocok.

Sistem Islam dibangun atas perasaan dan pemikiran yang sama dari para individu tersebut. Dengan demikian, penerapan sistem atas individu-individu di dalam masyarakat menciptakan kerukunan, bukan perselisihan. Sebagai contoh, individu-individu di dalam masyarakat Islam meyakini: La ilaha illa Allahu Muhammadur Rasul Allah. Karena keyakinan, pemikiran dan perasaan individu-individu ini berdasarkan perintah suci di dalam al-Quran dan as-Sunnah. Jadi, ketika negara menerapkan sistem Islam, orang-orang mendapati bahwa sistem bekerja sebagai pelindung pemikiran dan perasaan mereka. Dengan demikian, orang menjadi semakin beriman dan setia pada sistem dan memberikan kesetiaan pada peraturannya.

Oleh karena itu, fungsi sistem bekerja dengan sendirinya tanpa ada ketakutan terhadap polisi daripada takut kepada Allah SWT. Hal ini ditunjukkan oleh fakta bahwa Muslim di masyarakatnya 'tidak minum sembunyi-sembunyi pada bulan Ramadhan' walaupun tidak ada polisi atau siapapun yang mencegah seorang Muslim dari melakukannya. Oleh karena itu, adalah ketakutan kepada Allah, yaitu takwa, yang menuntunnya untuk tidak melanggar peraturan, meskipun saat ini tidak ada negara Khilafah.

Oleh karena itu, Negara Khilafah yang menerapkan ideologi Islam dapat secara alami berhasil dalam menerapkan peraturan-peraturannya diantara warga negaranya dan hubungan antara negara dan individu di dalam masyarakat menjadi lebih kuat hari demi hari. Ambil contoh lain lagi. Dunia Islam saat ini tidak memiliki Khilafah untuk menerapkan Islam. Walaupun demikian, Muslim tetap membayar zakat, dengan menghitung jumlahnya sendiri. Keikhlasan mereka muncul dari pemahaman atas keyakinan: La ilaha illa Allah Muhammadur Rasul Allah.

Selain itu, ketika Muslim mendapati para penguasa mereka membuat hukum sendiri dengan gagasan 'sekularisme' tak bertuhan, mereka tidak melihat apapun selain bahwa para penguasa mengingkari hukum Allah SWT. Oleh karena itu, mereka mengutuk para penguasa; menghindari peraturan-peraturan Negara, kapanpun mereka menemukan kesempatan setipis apapun untuk menghindar. Dengan demikian, para penguasa sekular hanya dapat terus mencengkeram masyarakat dengan penindasan, berakhir dengan polisi negara dan pengumuman resmi peraturan bahkan hingga 'penyadapan telepon' atau 'pemasangan kamera rahasia' di tempat tinggal mereka.

Kekuatan ideologi Negara Khilafah Islam dan keunggulannya adalah kekuatan individu-individu di dalam masyarakat dan kemampuan sistemnya untuk menerapkan sesuatu yang selaras dengan pemikiran dan emosi umat. Sistem itu sendirilah yang menjaga, melindungi pemikiran dan perasaan orang-orang. Dengan demikian, umat dan negara saling bahu-membahu, bukan saling membiarkan atau saling menghancurkan.

Tentu, ketika dunia Barat dengan Kapitalisme telah menguasai dunia ini, seluruh dunia tidak melupakan apa yang Samuel P. Huntington pernah katakan, "Barat memenangkan dunia bukan dengan keunggulan gagasan atau nilai atau agamanya, tetapi dengan keunggulannya dalam menerapkan kekerasan yang terorganisasi. Orang-orang Barat sering melupakan fakta ini, non-Barat tidak pernah melupakannya."[]

No comments:

Post a Comment

Adbox