Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP

Friday, July 31, 2020

Menyanggah Argumentasi Pro-Pluralisme



Muhammad Amin, dr, M. Ked. Klin,

Para pengusung gagasan pluralisme berusaha dengan keras mencari pembenaran dalam teks-teks agama agar paham ini (pluralisme) bisa diterima oleh kaum Muslim. Pluralisme sendiri didefinisikan sebagai paham yang mengakui adanya ragam pemikiran, agama, kebudayaan, peradaban dan lain-lain. Pluralisme sering dibedakan menjadi dua, pluralisme agama dan pluralisme dalam konteks kemasyarakatan (sosiologis).

Dalam Wikipedia, The Free Encyclopedia (1 Februari 2008) pada entri Religious Pluralism dituliskan: Pluralisme agama secara mudah adalah istilah bagi hubungan-hubungan damai antara beragam agama atau pluralisme agama menggambarkan pandangan bahwa agama seseorang bukanlah satu-satunya dan secara eksklusif menjadi sumber kebenaran, dan karenanya pluralisme agama meyakini bahwa kebenaran itu tersebar di agama-agama yang lain.

Kemunculan ide pluralisme, terutama pluralisme agama, didasarkan pada sebuah keinginan untuk melenyapkan truth claim (klaim kebenaran) yang dianggap sebagai pemicu munculnya konflik yang akan hilang jika masing-masing agama tidak lagi menganggap agamanya paling benar (lenyapnya truth claim).

Bila ditelaah, secara normatif, pluralisme agama bertentangan secara total dengan akidah Islam. Sebab, pluralisme agama menyatakan bahwa semua agama adalah benar. Sebaliknya, dalam pandangan Islam agama satu-satunya yang benar hanyalah Islam. Al-Quran juga menegaskan bahwa agama yang diridhai di sisi Allah SWT hanyalah Islam:

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الإسْلامُ

Sesungguhnya agama yang diridhai di sisi Allah hanyalah Islam (QS Ali Imran [3]:19).

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الإسْلامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Siapa saja mencari agama selain Islam maka sekali-kali tidaklah akan diterima dan di akhirat ia termasuk orang-orang yang merugi (QS Ali Imran [3]: 85).

Pada tempat yang lain, Allah SWT menolak klaim kebenaran semua agama selain Islam, baik Yahudi dan Nasrani, Zoroaster dan lain sebagainya. Al-Quran telah menyatakan masalah ini dengan sangat jelas (Lihat: QS al-Baqarah [2]:165; at-Taubah [9]: 30, 31; al-Maidah [5]: 72).

Para pengusung gagasan pluralisme berusaha dengan keras mencari pembenaran dalam teks-teks agama agar paham ini (pluralisme) bisa diterima oleh kaum Muslim. Alasan-alasan yang sering mereka ketengahkan untuk membenarkan ide pluralisme tersebut di antaranya QS al-Hujurat ayat 13.

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kalian dari laki-laki dan perempuan serta menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian adalah orang yang paling bertakwa di sisi Allah (QS al-Hujurat [49]:13).

Pada dasarnya, ayat ini sama sekali tidak berhubungan dengan ide pluralisme agama yang diajarkan kaum pluralis. Ayat ini hanya menjelaskan keberagaman (pluralitas) suku dan bangsa dan bukan pembenaran terhadap semua agama (pluralisme). Ada baiknya kita menyimak kembali penjelasan para mufassir yang memiliki kredibilitas ilmu dan ketakwaan dalam masalah ini.

Dalam kitab Shafwat at-Tafasir, Ali ash-Shabuni menyatakan, "Pada dasarnya, umat manusia diciptakan Allah SWT dengan asal-usul yang sama, yakni keturunan Nabi Adam as. Tendensinya, agar manusia tidak membangga-banggakan nenek moyang mereka. Kemudian Allah SWT menjadikan mereka bersuku-suku dan berbangsa-bangsa, agar mereka saling mengenal dan bersatu, bukan untuk bermusuhan dan berselisih."

Syaikh Zadah berkata, "Hikmah dijadikannya kalian bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar satu dengan yang lain mengetahui nasabnya. Dengan begitu, mereka tidak menasabkan pada yang lain.... Namun, dengan semua itu tidak ada yang lebih agung dan mulia, kecuali karena keimanan dan ketakwaannya."[]

No comments:

Post a Comment

Adbox