Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP

Wednesday, July 8, 2020

Menolak Kebijakan Moderasi Beragama



Aminudin Syuhadak (Direktur LANSKAP)

Program moderasi beragama telah dicanangkan pemerintah. Dalam pernyataannya, Menag Fachrul Razi menyatakan pihaknya telah menghapus konten-konten terkait ajaran radikal dalam 155 buku pelajaran agama Islam. Dikabarkan bahwa lembaga yang Ia pimpin telah melakukan review 155 buku pelajaran. Adapun konten yang dianggap bermuatan radikal dan eksklusivisme dihilangkan. Adapun dalam buku agama Islam hasil revisi itu masih terdapat materi soal khilafah dan nasionalisme. Namun, buku - buku itu akan memberi penjelasan bahwa khilafah tak lagi relevan di Indonesia.

Bila kita cermati, tujuan kebijakan ini adalah untuk menanamkan ide sekuler terhadap generasi muda. Ini senafas dengan program deradikalisasi ala Amerika Serikat bahwa negara kampiun demokrasi ini ingin menciptakan masyarakat yang terampil dan berbakat yang tumbuh dan patuh terhadap nilai-nilai demokrasi.  Rencana global dan jangka panjang dari kekuatan penjajahan adalah memusnahkan kemuliaan agama Islam, mecabut nilai-nilai Islam dari umat dan mengubah jati diri pemuda muslim menjadi berkepribadiaan sekuler sehingga dapat tumbuh menjadi budak mereka. Tujuan merekan bukan hanya memerangi umat muslim melalui peperangan fisik, melainkan juga peperangan melalui pemikiran dan ideologi, terutama penyerangan terhadap generasi muda, yang dinamakan perang ideologi.

Penjajah ingin memprogram kembali masyarakat muslim agar mereka dapat dijejali ide-ide sekular demokrasi dan kebebasan liberal yang tidak sesuai dengan ideologi Islam. Mereka ingin menindas konsep dan ide-ide Islam dalam pemerintahan.

Menyikapi hal ini, hendaknya generasi muslim hanya akan menerima kemuliaan yang sesuguhnya melalui sistem pendidikan Islam. Tujuan dari sistem pendidikan Islam adalah membangun jati diri generasi muda berlandaskan nilai-nilai Islam yang akan menciptakan kepribadian Islam yang mulia dan juga menghasilkan banyak ulama, ilmuwan dan inovator sehingga negara diperintah oleh generasi unggulan Islam untuk mencapai kemajuan dan perkembangan. Juga menjadi Negara pemimpin dunia, menyampaikan pesan dan nilai Islam ke berbagai penjuru dunia dan membawa umat manusia dari kegelapan menuju cahaya terang benderang. Malahan, pada masa kekhalifahan lah (yang pada ketika itu aqidah Islam menjadi landasan suatu negara khilafah) Khilafah menjadi negara paling maju pada masanya.

Kondisi yang mengerikan yang sekarang dihadapi oleh Indonesia dan umat Islam tidak dapat diselesaikan dengan solusi "menciptakan" kepribadian yang berlandaskan pada nilai nilai dan norma - norma sekuler yang sudah terbukti cacat dan tidak berhasil di seluruh dunia, bahkan di Barat sekalipun. Generasi muda dan umat Islam harus segera menyadari nahwa sistem pendidikan sekuler yang ada sekarang bukanlah sistem yang tepat yang dapat mengantarkan pada kemajuan dan perkembangan seperti yang mereka impikan.

Pemuda muslim perlu memastikan diri mereka berjuang untuk menegakkan kembali peradaban Islam yang unggul. Hanya dengan kebangkitan Islam, dan sistem pendidikan Islam di bawah nangan sistem Islam yang akan membawa kemaslahatan yang sesungguhnya bagi pemuda muslim dan seluruh umat.  Generasi muda muslim dan seluruh umat Islam harus menyadari dan mulai berkomitmen untuk membangun kembali peradaban Islam sesuai Metode kenabian. Hanya melalui kebangkitan Islam, sistem pendidikan Islam bisa berjaya kembali dan memajukan generasi muda dan seluruh umat.[]

No comments:

Post a Comment

Adbox