Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP

Sunday, July 5, 2020

Masalah Fundamentalnya Adalah Berdirinya Negara Israel Itu Sendiri



Hadi Sasongko (Direktur PoroS)

Banyak negara telah mengecam atas rencana terbaru aneksasi Israel atas sekitar 30% wilayah Tepi Barat dan Lembah Yordan. Tindakan tersebut tak dapat diterima dari aspek apapun terutama norma dan hukum internasional, sekaligus pelanggaran terhadap Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) Nomor 242 tahun 1967, diperkuat Resolusi DK PBB No 338 tahun 1973 yang menyerukan Israel menarik diri dari wilayah-wilayah yang diduduki dalam Perang Enam Hari 1967, termasuk wilayah Tepi Barat.

Institusi Yahudi di Palestina itu tetap menunjukkan wajahnya yang asli, yakni jahat sekaligus licik. Jahat karena telah puluhan bahkan ratusan kali institusi Yahudi itu menyerang dengan membantai umat Islam dan menghancurkan berbagai fasilitas mereka di Jalur Gaza khususnya dan di wilayah Palestina umumnya. Licik karena mereka menjadikan pembangunan kembali Jalur Gaza—yang notabene merekalah pelaku penghancurannya itu—sebagai bahan negosiasi dengan tujuan untuk melemahkan bahkan menghapuskan perlawanan rakyat Palestina terjadap institusi Yahudi itu.

Ada banyak klaim Israel penuh kebohongan dan dusta belaka. Kalim - klaim atas wilayah tepi barat sekaligus menunjukkan kelicikan Israel untuk yang ke sekian kalinya. Pasalnya, semua klaim itu—sebagaimana klaim-klaim Israel selama ini yang seolah-olah dirinya adalah korban dari serangan Hamas—menafikan akar persoalan dari "Perang Gaza", yakni pendudukan Israel atas Tanah Palestina, yang menjadikan Isarel sebagai negara illegal sekaligus negara penjajah. Sebaliknya, Hamas atau rakyat Palestina secara umum tentu memiliki hak dan kewajiban moral untuk melakukan apapun—termasuk kekerasan bersenjata—terhadap Israel sebagai perampas Tanah Palestina demi membela diri sekaligus mengusir Israel dari Bumi Palestina.

Semua sikap brutal Israel ini makin jelas dukungan negeri muslim sekitar Israel terhadap institusi Yahudi itu. Ini sekaligus menunjukkan makin jelasnya pengkhianatan mereka terhadap Allah SWT, Rasul-Nya dan umat Islam yang selama ini mungkin samar bagi sebagian orang.

Makin jelas pula bahwa persoalan Palestina bukan semata-mata pendudukan dan penjajahan institusi Yahudi atas Palestina, tetapi juga karena pengkhianatan para penguasa dan pemimpin Arab, bukan hanya Otoritas Palestina dan Mesir, tetapi juga Yordania, Libanon dan yang lainnya yang nyata-nyata terus membiarkan pendudukan dan penjajahan institusi Yahudi itu atas Bumi Palestina. Padahal banyak umat Islam tertindas, di Palestina, yakni di al-Quds, terdapat pula Masjidil Aqsha yang amat dimuliakan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya, yang saat ini tetap berada dalam cengkeraman institudi Yahudi.

Berikutnya, fakta pengkhianatan para penguasa Arab itu—yang tampak abai terhadap masalah Palestina—itulah di antaranya yang menjadikan institusi Yahudi makin berani secara terus-menerus mengangkangi Palestina.[]

No comments:

Post a Comment

Adbox