Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP

Wednesday, July 22, 2020

Kisah Srebrenica dan Perlunya Persatuan Muslim Dunia



Oleh: Endang Setyowati
(Analis Muslimah Voice)

Srebrenica adalah kota yang terletak di Bosnia dan Herzegovina timur, di entitas Republika Srpska. Srebrenica berada di pegunungan kecil, dengan industri utama penambangan garam dan spa. Selama perang Bosnia, di Srebrenica terjadi Pembantaian Srebrenica.

Umat Muslim Bosnia menandai peringatan 25 tahun pembantaian Srebrenica pada Sabtu (11/7) waktu setempat, di tengah pandemi virus corona Covid-19.
Genosida yang terjadi di Srebrenica pada tahun 1995 tak hanya menjadi catatan kelam bagi Eropa.

Pembantaian itu juga menjadi catatan buruk bagi PBB, karena tentara UNPROFOR yang dibentuk PBB memicu kontroversi dan kecaman usai menukar 5.000 pengungsi dengan 14 tentaranya yang ditahan oleh pasukan Mladic. Pasukan Belanda berdalih mereka juga berpotensi menjadi korban pembantaian hingga kemudian memutuskan menukar para pengungsi Bosnia dengan 14 tentara mereka. (detiknews, 10/7/2020).

Pembantaian itu diketahui terjadi usai runtuhnya Republik Federal Sosialis Yugoslavia (JNA) kemudian berupaya mengamankan teritori mereka yang ternyata juga diikuti dengan upaya pembersihan etnis non-Serbia di area yang hendak mereka amankan tersebut.

Ribuan warga Muslim Bosnia menjadi korban dari peristiwa tersebut. Sebanyak 6.838 korban genosida telah berhasil diidentifikasi melalui analisis DNA pada tahun 2012. Pada Juli 2013 ada sekitar 6.066 korban telah dimakamkan di Pusat Peringatan Potocari.

Tragedi ini menjadi bukti tidak adanya perlakuan adil PBB terhadap negara yang berpenduduk Muslim. Bahkan PBB menjadi alat melegitimasi kebengisan segelintir penjahat untuk memuaskan nafsu kedengkiannya terhadap umat Islam dan kaum Muslim.

Beginilah nasib umat Muslim, jika tidak mempunyai pemimpin. Seperti anak ayam yang kehilangan induknya. Tidak ada yang membantu ataupun membela.
Sesungguhnya seluruh umat Islam itu adalah bersaudara, maka derita yang dialami oleh saudara Muslim kita di Bosnia merupakan derita kaum Muslimin di seluruh dunia.

Karena di dalam Islam mempunyai ikatan yang sangat kuat, jika dibandingkan dengan ikatan darah ataupun nasab.
Yaitu ikatan akidah yang sangat kuat dan kokoh.

Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya orang-orang Mukmin itu adalah bersaudara." (TQS al-Hujurat :10).

Maka sudah menjadi kewajiban seorang Muslim, jika ada Muslim yang terdzolimi bahkan digenosida, maka kaum Muslim di belahan bumi yang lain bersatu-padu berusaha untuk membebaskannya.

Sebenarnya tidak hanya di Srebrenica saja kaum Muslim mendapatkan perlakuan buruk. Masih segar diingatan kita, bagaimana umat Muslim di Rohingya yang terusir dari negerinya sendiri. Serta tidak ada negara yang mau menampung mereka.

Sehingga mereka terapung-apung di laut.
Begitu juga bagaimana perlakuan etnis China kepada umat Muslim di Uyghur. Sungguh itu semua luka bagi umat Islam, namun tidak ada yang mau membelanya.

Para pemimpin negeri Muslim tidak bisa untuk membelanya, atau bahkan tidak mau untuk membelanya. Dikarenakan berkembangnya paham nasionalisme di tengah kaum Muslimin yang justru menjauhkan mereka untuk menolong saudaranya sesama Muslim.

Seperti yang kita ketahui, setelah keruntuhan kepemimpinan umat Islam yaitu Khilafah. Umat Islam tersekat  dalam negeri-negeri. Sehingga mereka tidak bisa menolong saudara Muslimnya yang teraniaya.

Hanya dengan Khilafah yang bisa menggunakan seluruh perangkat negara, termasuk mobilisasi militer untuk membela kaum Muslim yang tertindas di manapun berada.

Khilafahlah yang dapat melarang semua bentuk diskriminasi karena perbedaan etnis, bangsa, warna kulit, ataupun keyakinan. Karena sudah menjadi tanggungjawab  Khilafah untuk mengurusi seluruh warga negaranya baik Muslim maupun nonmuslim.

Maka sangat penting sekali saat ini untuk umat Islam menyadari bahwa ketiadaan Khilafah sebagai junnah (pelindung) telah menghinakan umat Islam. Upaya menolong saudaranya hanyalah sebuah angan-angan saja.

Derita dan air mata akan senantiasa dirasakan oleh  umat Islam. Maka saat ini sangat penting untuk kita bersama-sama menegakkan daulah Islam. Sehingga umat Islam akan bisa dipersatukan dan memperoleh kemuliaannya kembali.[]

No comments:

Post a Comment

Adbox