Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP

Saturday, May 23, 2020

Kehancuran Ekonomi 'Sarang Laba-Laba'



Eko Susanto
(Koordinator BARA)

Perlahanbtapi pasti, tumbuh kesadaran masyarakat dunia bahaya sistem kapitalisme. Dalam Kapitalisme ada kebebasan kepemilikan; juga ada pasar bebas dan globalisasi. Pasar bebas adalah istilah yang keliru.

Kenyataanya, bebas untuk siapa? Bebas untuk Amerika, Inggris, Rusia, China dan Prancis; bukan untuk negeri-negeri Muslim, karena Anda masih dikenakan pajak ekspor-impor, yang terutama dilakukan untuk orang Barat. Adapun konsep globalisasi seperti transfer ide, transfer pekerja, dll adalah 'semu'. India, misalnya, memiliki angka tertinggi di dunia dalam hal insinyur di bidang software. Tiga puluh persen insinyur bidang software di dunia berasal dari India.

Dunia Barat punya perangkap untuk imigran dengan keahlian yang tinggi ini. Mereka kemudian mengambil keuntungan. Mereka membuat peraturan imigrasi untuk mendapatkan orang-orang seperti ini. Di sisi lain, ada kepemilikan. Kepemilikan ini tidak diatur. Negara atau perusahaan swasta bisa memiliki apa saja seperti listrik, air, dan gas. Dalam sistem kapitalis, sumber-sumber itu bisa dimiliki oleh individu. Artinya, individu bisa mengontrol harga; bisa menaikkan dan menurunkan semaunya. Mereka berargumen, mereka punya badan yang mengawasi dan mengatur semua itu agar tidak berlebihan. Masalahnya, kita tidak bisa diperlakukan seperti itu ketika individual, perusahaan dan konglomerat besar mengontrol sumberdaya alam masyarakat.

Dalam Islam, kita memperlakukan kepemilikan secara berbeda. Dalam salah satu hadis Nabi saw. dikatakan bahwa orang bersekutu dalam tiga hal: air, energi dan hutan. Ini berarti, minyak tanah tidak boleh dimiliki oleh Raja Arab Saudi dan keluarganya. Semua itu harus dinikmati oleh masyarakat.

Kemudian mengenai perdagangan dan spekulasi mata uang. Sering pasar uang hanya bergantung pada minoritas perusahaan saja. Bagaimana fungsi itu bekerja? Apakah mereka benar-benar melakukan perdagangan atau tidak, karena ada 100 perusahaan saja.

Terkait sistem ekonomi dan politik kapitalisme ini, seperti laba-laba yang membuat sarangnya. Sarang laba-laba itu dapat hancur terbawa angin. Sistem ekonomi kapitalis adalah seperti sarang laba-laba. Kelihatan megah, namun sejatinya lemah sekali.

Mengapa kita melihat Barat tinggi? Karena kita selalu rendah (merasa inverior). Anda tidak bisa berkompetisi jika tidak bisa masuk ke manufaktur, kontrol atas gas, mineral dan sumberdaya alam lain. Dalam Islam, kita punya cara bagaimana mengatur kepemilikan publik untuk memanfaatkan itu semua, baik bagi Muslim maupun non-Muslim.

Lalu bagaimana tentang prediksi tentang kehancuran sistem ekonomi kapitalis? Hal ini sering berdasarkan spekulasi. Contoh: perang di Irak. Harga minyak melambung, padahal supply masih tetap sama. Sebab, kita mengira, mungkin akan ada kekurangan, lalu harga minyak naik. Pendapat saya adalah bahwa kaum Muslim harus memecahkan dan menangani masalah mereka sendiri, mengurusi masyarakatnya sendiri dan memastikan bahwa kesejahteraan terdistribusi dengan baik. Itu hanya bisa dicapai dengan sistem Khilafah.

Kita tahu bahwa Khilafah akan segera datang. Lembaga Penelitian Barat sendiri memperkirakan bahwa akan berdiri Khilafah. Jika itu masalahnya, harus ada sistem ekonomi yang bisa menyaingi sistem Kapitalisme dan yang bisa mengatur masyarakat. Negara-negara Muslim punya banyak sekali sumberdaya alam. Sebaliknya, Barat punya keterbatasan minyak, dan harganya semakin melambung.[]

No comments:

Post a Comment

Adbox