Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP

Tuesday, May 19, 2020

Kapitalis Diambang Ketumbangan



Oleh: Diyana Indah Sari
(Analis Muslimah Voice)

Sudah cukup lama masyarakat dihadapkan dengan persoalan pandemi COVID-19 yang hingga kini belum usai. Tidak dapat dipungkiri bahwa pandemi ini telah mempengaruh berbagai aspek kehidupan, yang sekejap dapat berubah begitu saja, mulai dari aktivitas keseharian, perekonomian, mobilitas, kehidupan sosial  dan yang lain sebagainya. Pandemi ini bukan hanya ancaman kematian pada masyarakat yang terjangkit tetapi juga menjalar pada problematika yang lenih luas.

Salah satu persolan yang harus dihadapi saat ini adalah permasalahan ekonomi, karena adanya pandemi ini telah membuat tatanan ekonomi begitu carut marut. Seperti halnya yang dialami oleh perekonomian dunia saat ini, informasi dari IMF pandemi Covid-19 telah mengubah dunia secara dramatis. Dari masalah kesehatan kemudian berkembang ke krisis ekonomi global. Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan resesi saat ini lebih parah dari krisis-krisis sebelumnya.

Pada krisis 2009, pertumbuhan ekonomi global masih sebesar -0,1%. Satu dekade setelahnya, meningkat di angka 2,9%. Pandemi Covid-19 memukul perekonomian dunia, sehingga tahun ini diprediksi merosot ke -3%. Resesi tahun 2020 akan lebih parah karena sebagian negara akan menghadapi krisis berlapis.

 Persoalan tersebut ditengarai karena menurunnya aktivitas ekonomi karena pemberlakukan pembatasan sosial dan karantina wilayah. “Besar dan cepatnya keruntuhan aktivitas yang mengikuti belum pernah kita alami selama ini. Krisis ini berbeda, artinya adanya ketidakpastian dari dampak yang akan berimbas pada kehidupan dan mata pencaharian masyarakat,” ujar ekonom IMF Gita Gopinath.
(https://katadata.co.id/infografik/2020/04/29/dunia-di-ambang-krisis-ekonomi-terburuk)

Kita juga tahu bahwa pada dasarnya, sistem kapitalis bergerak dengan mengedepankan keuntungan para penguasa dan korporasi, seperti halnya dapat kita lihat di Indonesia bagaimana para penguasa dan para pemilik terus berupaya untuk menghimpun pundi-pundi uang, meskipun dengan cara menguras kekayaan alam yang sejatinya itu adalah hak rakyat.

Namun ternyata disaat pandemi COVID-19 ini muncul kepanikan dunia mulai terlihat, perekonomian kapitalis semakin ruwet bahkan bernasib miris diambang kehancuran. Berbagai fakta menunjukkan bahwa kondisi saat ini menjadikan perekonomian merosot drastis, diantaranya karena, jumlah pengangguran yang semakin meningkat, penerapkan lockdown serta social distancing membutuhkan penutupan sekolah, universitas dan produksi non-esensial serta meminta mayoritas rakyat pekerja untuk tinggal di rumah.

Tentu saja hal ini akan mengganggu produktivitas. Pada analisa terakhir kebijakan kesehatan publik terbaik akan mengakibatkan ekonomi berhenti dan produksi serta perdagangan berhenti. Banyak ekonom telah memperingatkan bahwa tindakan lockdown di seluruh dunia akan mempercepat orang-orang kehilangan pekerjaan - hal ini sudah terlihat dalam angka pengangguran di beberapa negara.  Selain itu kehancuran ekonomi dunia juga dikarenakan adanya pandemi ini membuat perindustrian semakin terpuruk, sehingga tidak heran jika dinyatakan terjadi kemrosotan drastis.

Dengan demikian dapat kita lihat bagaimana, kapitalis terguncang saat ini, keadaan yang semakin hari semakin memburuk, perekonomian yang merosot drastis, menunjukkan bahwa kapitalis adalah sistem yang lemah, yang tidak akan pernah bisa diharapkan sebagai solusi dalam kehidupan ini.

Kita juga perlu melihat, bagaimana nasib rakyat ditengah pandemi ini, banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan, menganggur dan pada akhirnya kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Meskipun demikian pemerintah tak pernah serius dalam mengurusi rakyatnya, banyak rakyat yang kelaparan, dan kebingunan dalam mencari penghasilan. Pemerintah tentu akan terfokus pada bagaimana keberlangsungan dan keeksisannya dalam keuntungan perekonomian ditengah pandemi seperti ini. Sehingga alpha dalam mengayomi rakyatnya.

Begitulah realitanya, kesombongan dan kerakusan kapitalis yang mencekik rakyat, senang merampok hak rakyat demi kepentingan penguasa dan korporasi, kini dapat dengan mudahnya terguncang hebat, hanya dengan didatangkannya virus yang tak kasat mata. Kita seharusnya dapat membuka mata dan menyadari sepenuhnya bahwa, sistem buatan manusia yang hanya didasari keterbatasan akal, dan diselimuti nafsu didalamnya, tidak akan pernah mewujudkan kemaslahatan hidup.
Dengan ini kita juga harus bermuhasabah diri dan merenungi, bagaimana Allah telah mengahancurkan keangkuhan para punggawa-punggawa kapitalis, penguasa, korporasi dan antek-anteknya. Oleh karena itu kita tidak seharusnya alergi apabila berbicara mengenai sistem islam, berbicara mengenai kehidupan yang diatur oleh syariat islam. Karena pada dasarnya kehidupan ini telah memiliki aturan baku yang seharusnya diterapkan. Bukan malah membuat aturan sendiri yang penuh kelemahan dan hanya akan membawa pada kehancuran.

Kapitalis jelas adalah sistem bobrok, yang tidak akan pernah menyejahterakan rakyat, kini sisitem ini sedang dalam guncangan hebat. Para penguasa yang dengan lihainya memainkan kebijakan untuk membodohi rakyat, kini kalang kabut ketika perekonomian kapitalis dalam ambang kehancuran. Sudah saatnya kita bangkit, kenali islam sebagai sistem dan tatanan kehidupan yang didalamnya terdapat peraturan, syariat dari sang pencipta yang jelas itu adalah aturan terbaik dan yang seharusnya digunakan. Mari kita melihat dengan kaca mata keimanan dan belajar dari setiap peristiwa atau musibah yang terjadi. Dengan demikian kita akan dapat melihat betapa bobroknya dan tidak layaknya sistem kapitalis ini bertengger dan mengatur kehidupan dibumi ini.













No comments:

Post a Comment

Adbox