Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP

Thursday, May 21, 2020

Back To School, Kepentingan Siapa?



Oleh: Sherly Agustina, M.Ag
(Member Revowriter dan WCWH)

Dilansir dari CNN Indonesia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berencana membuka kembali sekolah pada pertengahan Juli 2020. "Kita merencanakan membuka sekolah mulai awal tahun pelajaran baru, sekitar pertengahan Juli," ujar Plt. Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Muhammad Hamid. (09/05/20)

Wacana sekolah mulai dibuka pada bulan Juli sudah menyebar, bahkan hal tersebut disampaikan oleh Plt. Direktur Jenderal PAUD. Hamid menegaskan rencana ini dimungkinkan untuk sekolah di daerah-daerah yang sudah dinyatakan aman dari wabah corona. Dan daerah-daerah yang sudah dinyatakan aman oleh Satgas covid-19 dan Kementerian Kesehatan.

Hamid mengatakan kegiatan sekolah akan menggunakan protokol kesehatan di area institusi pendidikan yang sudah ditentukan pemerintah dan diwajibkan memakai masker. Tapi ia tidak menjelaskan lebih lanjut apakah pihaknya bakal menetapkan protokol kesehatan tersendiri maupun pembatasan jumlah siswa.

Namun, Ketua Satgas Covid-19 dari  Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Zubairi Djoerban, meminta pemerintah untuk mempertimbangkan kembali rencana mengembalikan kegiatan belajar mengajar di sekolah pada Juli nanti di tengah pandemi virus corona. Zubairi mengungkapkan hal itu karena menduga kasus positif corona di Indonesia akan terus naik. Jika faktanya demikian, banyak ahli memprediksi penambahan kasus antara 95 ribu di bulan ini sampai 106 ribu. (16/05/20).

Data Per tanggal 20 Mei kasus meningkat 693 orang yang terinfeksi sehingga totalnya menjadi 19.189 orang. Pasien sembuh 4.575 dan korban meninggal 1.242 orang (Kompas.com, 20/05/20).
Hal ini harus menjadi pertimbangan bagi pemerintah pusat dan daerah.

Selain IDI, Federasi Serikat Guru Indonesia khawatir siswa dan guru menjadi korban wabah covid-19 atau virus corona jika rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membuka sekolah pertengahan Juli diputuskan. Kekhawatiran tersebut datang dari Wakil Sekretaris Jenderal FSGI Satriwan. Ia meragukan koordinasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang terlihat tak sinkron dalam penanganan corona. (CNNIndonesia, 09/05/20)

Walaupun wacana sekolah masuk dengan anggapan korban sembuh lebih banyak dan dilakukan di daerah yang aman, tapi apakah pemerintah bisa menjamin daerah mana saja yang aman dari virus? Sementara sampai saat ini virus sudah  menyebar di 34 provinsi di seluruh Indonesia. Jika dilihat lebih detail, virus corona telah merebak di 221 kabupaten dan kota. (INewsID, 18/05/20)

Di samping itu, harus ada keterbukaan atau transparansi data yang jujur dan valid dari pemerintah. Karena semua aktifitas mengacu pada data valid, jika tidak maka akan terjadi kesalahan yang fatal di kemudian hari. Asumsi saat ini sekolah sudah diperbolehkan masuk di daerah yang aman, ternyata di daerah tersebut ada yang sudah positif covid-19 maka hal utama yang harus dilakukan segera adalah isolasi agar wabah terkendali dan tidak mudah menyebar. Menjadi pertanyaan, kembali ke sekolah di bulan Juli sebenarnya kepentingan siapa?

Di dalam Islam, skala prioritas itu penting karena ada hal urgent yang harus dilakukan terlebih dahulu di banding yang lain. Ketika ada wabah apalagi pandemi, maka keselamatan dan keamanan jiwa rakyat menjadi skala prioritas. Hal lain mengikuti kebijakan dalam menghadapi pandemi, yang utama dilakukan adalah segera menangani pasien yang terpapar. Tenaga medis difasilitasi serta  didorong agar segera menemukan vaksin. Dan melakukan berbagai cara agar virus tidak menyebar ke daerah lain.

Kepala negara bertanggung jawab sepenuhnya terhadap apapun yang terjadi pada rakyat. Semua sesuai koridor syariah Islam, begitu juga di dalam memimpin. Bahwa setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah atas apa yang dipimpinnya. Sayangnya, pemimpin yang seperti ini tidak akan pernah terwujud dalam sistem demokrasi. Karena asas dari demokrasi adalah memisahkan agama dari kehidupan dan perhitungan untung-rugi terhadap rakyat.

Rasul saw.pernah menyampaikan pemimpin seperti ini dalam sebuah hadis. Imam Ibnu Majah meriwayatkan di dalam Sunannya :

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ قُدَامَةَ الْجُمَحِيُّ عَنْ إِسْحَقَ بْنِ أَبِي الْفُرَاتِ عَنْ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ

Abu Bakr bin Abi Syaibah menuturkan kepada kami. Dia berkata; Yazid bin Harun menuturkan kepada kami. Dia berkata; Abdul Malik bin Qudamah al-Jumahi menuturkan kepada kami dari Ishaq bin Abil Farrat dari al-Maqburi dari Abu Hurairah -radhiyallahu’anhu-, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh dengan penipuan. Ketika itu pendusta dibenarkan sedangkan orang yang jujur malah didustakan, pengkhianat dipercaya sedangkan orang yang amanah justru dianggap sebagai pengkhianat. Pada saat itu Ruwaibidhah berbicara.” Ada yang bertanya, “Apa yang dimaksud Ruwaibidhah?”. Beliau menjawab, “Orang bodoh yang turut campur dalam urusan masyarakat luas.” (HR. Ibnu Majah, disahihkan al-Albani dalam as-Shahihah [1887] as-Syamilah).


Allahu A'lam Bi Ash-Shawab.[]

No comments:

Post a Comment

Adbox