Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP

Wednesday, April 8, 2020

Kampung Inggris Outbreak



Oleh: Nindira Aryudhani, S.Pi, M.Si
(Koordinator LENTERA; berdomisili di Kampung Inggris, Kediri)

Kampung Inggris paused. Keriuhan yang biasanya tanpa jeda, kini berubah drastis. Dalam tiga pekan terakhir ini berangsur sepi. Yes, Kampung Inggris terdampak corona. Kabupaten Kediri, khususnya Kampung Inggris, resmi menjadi zona merah.

Tak ayal, jalan dan gang-gang di Kampung Inggris mulai beda dari biasanya. Tak terlihat antrean kendaraan yang melintasi jalanan yang masuk wilayah Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare tersebut.

Di jalanan utama wilayah kursus paling terkenal di Kediri itu, Jalan Brawijaya dan Jalan Anyelir, hanya ada beberapa pengendara yang melintas. Beberapa naik motor. Sebagian lagi mengayuh sepeda kumbang. Jauh berbeda dibandingkan suasana biasanya. Yakni, ketika jalanan itu padat oleh murid-murid yang hendak pergi ke tempat kursus mereka.

Lembaga kursus tutup. Murid-murid kursus eksodus besar-besaran karena dipulangkan oleh pihak lembaga. Camp kursus dan rumah indekos juga tak kalah sepi, mulai kosong dari para penghuninya.

Sekolah diliburkan. Masjid minim aktivitas. Beragam pengajian dan majelis taklim yang biasanya bersahut-sahutan, kini harus rehat. 

Murid-murid sekolah yang dirumahkan, pada awalnya akan masuk lagi tanggal 30 Maret lalu. Namun belum sampai tanggal 30 Maret, sudah ada pemberitahuan kedua, bahwa “libur” akan ditambah sampai tanggal 5 April. Belum sampai tanggal 5 April, ternyata sudah menyusul lagi pemberitahuan ketiga, “libur”-nya ditambah sampai tanggal 19 April. Belum tahu, apakah akan ada “libur” lanjutan atau tidak.

Warga setempat pun tak kalah sunyi. Sebagian besar berdiam diri di rumah. Hanya sesekali ke luar rumah, itu pun jika terpaksa. Sambil terus menjaga physical distancing.

Sejumlah tempat umum yang masih beroperasi, seperti toko sembako dan toko buku, menyediakan tempat khusus cuci tangan lengkap dengan sabun dan air bersih.

Praktis, salah satu kawasan ekonomi strategis di Kabupaten Kediri ini bagai resesi. Pelaku bisnis asongan, kaki lima, hingga level menengah ke atas, ibarat mati suri. Hampir semua aktivitas ekonomi terhenti.

Kondisi ini sangat mungkin akan berlangsung hingga waktu yang belum dapat ditentukan. Unpredictable. Really off.

Kampung Inggris benar-benar outbreak. Yang masih “terjebak” zona merah menjerit. Kebingungan. Harus ketat mengkarantina diri dan menjalani protokol kesehatan harian untuk mencegah penularan wabah corona hingga sekecil mungkin. Di samping tentunya tetap sabar, ikhtiar, dan tawakkal untuk menghadapi musibah ini.

Terlepas dari semua itu, pencegahan corona sejatinya tidak cukup hanya dengan aksi kesadaran pribadi. Melainkan lebih dari itu, yakni perlu solusi total dengan sistem lockdown. Yang mana, lockdown ini jangan hanya di kawasan Kampung Inggris, tapi juga harus sampai tingkat nasional. Meski memang sebagai konsekuensi lockdown adalah pemenuhan kebutuhan ekonomi rakyat yang harus menjadi tanggungan pemerintah pusat. Pasalnya, poin ini yang nampaknya berat.

Karena itulah, dalam mengatasi wabah corona ini, hendaknya penguasa melakukan ikhtiar terbaik untuk mengurus rakyatnya. Di samping itu, juga diiringi sikap sabar dan tawakkal tanpa henti. Meyakini bahwa wabah ini datang dari Allah SWT Sang Maha Kuasa, yang oleh karenanya solusinya juga semestinya dikembalikan sesuai aturan-Nya.

Patutlah sabda Rasulullah ﷺ berikut ini kita renungkan: “...Dan siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia berusaha menolong mereka, maka tolong pulalah dia.” (HR Ahmad dan Muslim dari Aisyah ra).

Juga firman Allah SWT berikut ini (yang artinya): “...Dan barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya.” (TQS. Al-Maidah [5]: 32).

Semoga Allah SWT meridhoi kita sehingga wabah ini segera berakhir. Aamiin Yaa Robbal 'Alamiin.[]

No comments:

Post a Comment

Adbox