Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP

Tuesday, March 3, 2020

Salam Pancasila Menjadi Proyek Global Moderasi Islam


Oleh Cucu Aprilianti, S.H.
(Aktivis Remaja Islam)

Beredar kabar yang menyebutkan bahwa Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi yang mengusulkan mengganti Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh dengan salam Pancasila. Terkait hal itu, Direktur sosial komunikasi dan jaringan BPIP, Aries Heru Utomo menjelaskan pemberitaan berasal dari wawancara “Blak-blakan kepala BPIP: Jihad pertahankan NKRI” di salah satu media nasional pada Februari 2020.

Wawancara tersebut dilakukan sebelum kepala BPIP melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan komisi II DPR RI, pada 18 Februari 2020. (Dikutip wartaekonomi.co.id, 26/2/2020). Yudian mengatakan Assalamu’alaikum diucapkan secara total sejak era reformasi tanpa pandang agama. Kini, salam justru dilengkapi supaya genap dengan nuansa lima atau enam agama. Menurut Yudian ini justru menjadi masalah baru. Yudian kemudian sepakat dengan ide salam pancasila. (Dikutip m.detik.com, 26/2/2020).

Berdasarkan pernyataan Yudian diatas, dapat ditelaah bahwa hal tersebut menuai kontroversi di tengah-tengah masyarakat, terlebih lagi masyarakat Indonesia mayoritas muslim maka patut diduga adanya proyek global moderasi Islam.
Upaya menjauhkan umat Islam dari ajaran agamanya dengan dalih nasionalisme dan menjunjung tinggi nuansa keberagaman agama tidak terpaku pada salah satu agama saja. Justru cara ini menyulut sikap penolakan publik karena semakin menguat dugaan umat bahwa rezim ini mengidap Islamofobia.

Islam dianggap sebagai ancaman bagi negara. Syariat Islam yang sempurna mengatur semua urusan kehidupan manusia, salah satu contoh pengaturan kehidupan sosial yang diajarkan Rasulullah SAW adalah menebarkan salam.
Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Nabi Muhammad  SAW bersabda: “Jika seorang bertemu saudaranya yang muslim, maka ucapkanlah ‘Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh’.” (HR. Tirmidzi). Adapun hadits lainnya yang menjelaskan keutamaan salam dalam Islam.

Imran bin Al-Husain Radhiyallahu ‘anhuma mengatakan, “Datanglah seorang laki-laki menemui Nabi SAW, lalu ia mengucapkan ‘Assalamu’alaikum’ lalu beliau pun menjawabnya, iapun duduk, kemudian Nabi SAW bersabda: “Sepuluh kebaikan (untuknya).” Selanjutnya datanglah laki-laki lainnya lagi, kemudian mengucapkan ‘Assalamu’alaikum Warahmatullahi’,beliau pun menjawabnya, lalu iapun duduk, kemudian Nabi SAW bersabda: “Dua puluh kebaikan (untuknya).” Selanjutnya, datanglah laki-laki lainnya lagi, kemudian mengucapkan ‘Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh’, beliaupun menjawabnya, lalu iapun duduk, kemudian Nabi SAW bersabda: “Tiga puluh kebaikan (untuknya).” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh tidak bisa digantikan dengan salam apapun termasuk salam pancasila karena menodai ajaran Islam, seyogyanya umat muslim tersadarkan bahwa hal ini merupakan upaya menjauhkannya dari ajaran agamanya dan mengganti identitas Islam dengan identitas liberal.[]

No comments:

Post a Comment

Adbox