Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP

Sunday, March 15, 2020

Red Alert: Corona - Lockdown - Shutdown



Lukman Noerochim
(Stafsus FORKEI)

Dikabarkan pasien corona di seluruh dunia mengalami peningkatan berkali - kali lipat. Untuk Indonesia dikabarkan 4 korban meninggal. Sejauh ini, pemerintah belum menerapkan program lockdown. Beberapa negara sudah melakukan lockdown adalah sejumlah negara mengunci daerah-daerah yang diduga menjadi pusat penularan seperti kota - kota di China, Italia, Filipina, dan Korea.

Dari negara Cina, penyebaran virus Corona telah menyebar ke sejumlah negara Asia, Timur Tengah, sampai Amerika Latin serta Eropa dan Amerika. Presiden Joko Widodo termasuk baru mengumumkan Indonesia memiliki sejumlah kasus.

Diprediksi wabah virus corona berdampak ekonomi yang bisa lebih buruk daripada yang diperkirakan sebelumnya.
Bahka menurut Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD), pertumbuhan ekonomi bisa turun menjadi yang terburuk sejak 2009. Untuk kasus China, yang merupakan negara manufaktur raksasa dunia saat ini, ekonomi negara ini sedang mengalami penurunan drastis. Di bulan Februari, ekonomi China mengalami pertumbuhan terendah sejak tahun 2005. Mengingat China adalah eksportir terbesar di dunia dan penurunan di negara itu berpotensi besar turut berdampak global.

Mengingat mayoritas negara - negara di dunia hari ini mengadopsi kapitalisme, adapun satunya hal yang bisa mengeluarkan ekonomi kapitalis dari permasalahannya adalah "eleveraging" substansial, yaitu penurunan yang signifikan pangsa hutang dalam perekonomian.

Oleh karena itu, satu-satunya pilihan realistis bagi Amerika dan Eropa yang dimiliki saat ini adalah metode coba-dan-uji dari kebangkrutan massal, yang berasal dari kapitalisme di Barat melalui Depresi Besar dan Kapitalisme di Timur melalui Krisis Macan Asia. Ini merupakan "reset" (setel ulang) ekonomi untuk memungkinkan awal yang baru. Meskipun merupakan sebuah pilihan, pada saat ini solusi kebangkrutan massal datang dengan sebuah masalah tambahan, yakni dari perspektif dunia kapitalis.

Telah diketahui dengan baik dari sejarah, bahwa solusi bagi krisis hutang mengeluarkan biaya sosial yang sangat besar. Kemiskinan massif dan tajam yang disebabkan oleh Depresi Besar dan Krisis Macan Asia adalah peristiwa yang mudah diingat. Kemiskinan massif dan tajam memotivasi massa untuk mencari sistem ekonomi alternatif. (Bahkan Gerakan Global Occupy Movement adalah bukti bahwa pencarian atas hal ini sudah dimulai. Padahal perut kebanyakan orang masih penuh!). Karena itu, sebelum terjadinya kebangkrutan massal, penting bahwa selama tahap transisi massa tidak menjadi yakin oleh sistem ekonomi alternatif. Karena jika mereka melakukannya, hal ini akan mengakibatkan suatu pemberontakan. Jika protes baru-baru ini di Yunani adalah sesuatu yang harus dilalui, kemungkinan adanya kekuatan pemberontakan seperti situasi ekonomi pada masa Depresi Besar akan sangat besar. Hal ini akan mengakibatkan digantikannya Kapitalisme dengan sistem alternatif ini.

Karena itu wabah corona memiliki potensi untuk menyebabkan berakhirnya Kapitalisme. Namun, ada solusi menarik jika umat Islam mencapai perjuangan alaminya, yakni pelaksanaan sistem Islam termasuk sistem ekonomi Islam, sebelum penyetelan ulang (reset) dari sistem ekonomi kapitalis ini selesai, maka selama penderitaannya yang mendalam, rakyat di dunia kapitalis akan dapat melihat dipraktikannya sebuah alternatif sistem. Mereka kemudian akan dapat menyaksikan sebuah sistem alternatif yang menyediakan ekonomi riil kesejahteraan: bagi semua orang, bukan hanya bagi kaum elit; dan abadi, bukan hanya berlaku di antara krisis. Jika ada yang dapat meyakinkan orang atas ide itu, kita akan menyaksikan keberhasilan ide ini. Dengan kata lain, di tangan umat Islamlah apakah Kapitalisme akan bertahan dari krisis saat ini atau tidak.[]

No comments:

Post a Comment

Adbox