Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP

Tuesday, March 10, 2020

AKIBAT SEKULAR, GENERASI LIAR NARKOBA SUBUR


Oleh : Nurhikmah
(Pegiat Opini Media Muslimah Kolaka)

Munculnya para pengguna narkoba tentunya tidak lepas dari adanya para pengedar dan banda-bandar sindikat narkoba yang kian hari semakin masif.
Dilansir dalam Kendari, Detiksultra.Com  Kasatresnarkoba Polres Kendari, AKP Gusti Komang Sulastra ketika ditemui di Polres Kendari mengungkapkan hasil penangkapan pihaknya sejak 2020 didominasi oleh sindikat jaringan lapas.

Hingga saat ini tercatat dari Januari hingga Februari ada 14 kasus narkoba yang telah ditangani Satresnarkoba Polres Kendari. Dimana 70% adalah sindikat jaringan Lapas. Lanjut beliau mengungkapkan bahwa dari 17 tersangka yang diproses hingga saat ini yang berstatus sebagai napi ada sebanyak 4 orang.Kondisi ini terjadi  karena penanganan yang salah dan penegakan hukum yang masih terbilang lemah serta hukuman yang tidak menimbulkan efek jera bagi pelakunya.

Dikutip juga dalam CNNIndonesia.com, Indonesia termasuk salah satu negara darurat narkoba melihat masih tingginya angka prevalensi penggunaan narkoba hingga tahun 2019. Laporan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagaimana dilansir dalam nasional.republika.co.id  menyebutkan bahwa prevalensi penyalahgunaan narkotika pada periode 2017 hingga 2019 mengalami peningkatan sebesar 0,03%. Survei dari Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menunjukkan 2,3 juta pelajar atau mahasiswa di Indonesia pernah mengkonsumsi narkotika. Angka itu setara dengan 3,2 persen dari populasi kelompok tersebut. Kondisi ini menjadi ancaman nyata bagi generasi bangsa di Indonesia. (22/06/2019).

Dalam peta perdagangan narkoba dunia, memposisikan Indonesia tidak lagi sebagai negara transit, tetapi sebagai negara tujuan peredaran narkoba ilegal. Tidak hanya itu, United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) menyatakan bahwa Indonesia masuk dalam jajaran segitiga emas perdagangan narkoba, khususnya metafetamin bersama dengan Jepang, Australia, Selandia Baru, dan Malaysia.

/Menelusuri Akar Masalahnya/

Kondisi generasi saat ini keadaannya sangat merosot dan semakin terpuruk. Sesungguhnya apa yang terjadi? Mengapa narkoba yang seharusnya tidak dikonsumsi oleh masyarakat ini justru semakin merebak dan menjamur di tengah-tengah masyarakat?

Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan yang berbahaya. Bagai dua sisi mata uang narkoba menjadi zat yang bisa memberikan manfaat dan juga merusak kesehatan. Terdapat beberapa jenis obat-obatan yang termasuk ke dalam jenis narkoba yang digunakan untuk proses penyembuhan karena efeknya yang bisa menenangkan. Namun di sisi lain jika dipakai pada dosis yang berlebihan, bisa menyebabkan kecanduan.

Penyalahgunaan narkoba memberi dampak negatif pada fungsi otak yang mendorong terjadinya paranoia, depresi, agresi dan halusinasiyang mengakibatkan permasalahan ingatan, konsentrasi, ketidakmampuan hingga kematian.
Indonesia menjadi sasaran sindikat narkoba tentunya bukan hanya karena faktor jumlah penduduknya yang besar dengan tingginya permintaandan faktor wilayah geografis Indonesia dengan wilayah perairan yang luas  sebagai sarana penyulundupan narkoba yang banyak dilakukan oleh para sindikat narkoba.

Namun, seluruh  kejahatan narkoba sejatinya adalah buah dari penerapan sistem sekularisme-kapitalisme yang bernafaskan kebebasan. Sistem ini menghalalkan kebebasan untuk mendapatkan kenikmatan setinggi-tingginya serta tidak mengharamkan sesuatu selama menguntungkan secara ekonomi dan dibutuhkan oleh pasar.
Serangan pemikiran dan budaya kebebasan yang lahir dari ideologi ini terus berupaya untuk menjauhkan pola pikir dan pola sikap generasi bangsa dari nilai-nilai agama untuk menghambat kebangkitan islam. Oleh karena itu, hanya menjadi mimpi melakukan berbagai upaya dalam melawan kejahatan narkobadalam ideologi kapitalisme sekuler.

Untuk menjadikan generasi tetap berpegang teguh terhadap keamanan diri, maka para orang tua melakukan berbagai upaya agar anak-anak, keluarga, saudara hingga tetangga terhidar dari tangan-tangan kotor yang berniat memang untuk merusak generasi. Namun disisi lain sekalipun upaya yang telah dilakukan sudah maksimal tetap saja ada yang terkena virus jahat itu.

Karena itu, ketika kita ingin memberantas tuntas kasus narkoba maka solusi dan aksi yang dilakukan harus menyentuh akar permasalahannya, tak cukup hanya dengan operasi dan razia yang hanya sebulan semata. Sebagai seorang muslim pasti mencari solusi tuntas terhadap problematika kehidupan adalah kembali kepada Islam. Islam adalah agama yang paripurna sangat detile terhadap suatu permasalahan termasuk solusi dalam menuntaskan masalah tersebut.

/Islam Solusi Tuntas/

Berbeda dalam pandangan islam, barang haram tidak dianggap sebagai barang ekonomi. Sehingga tidak boleh diproduksi, dikonsumsi dan didistribusikan di tengah masyarakat. Memproduksi, mengkonsumsi dan mendistribusikannya merupakan tindak kejahatan yang harus ditindak. Hanya saja, bentuk tindakan yang dilakukan berbeda dengan khamer meskipun sama-sama memambukkan karena tindakan dan sanksinya tidak diatur secara mendetail dalam nash syariah, termasuk dalam ranah tazir. Maka masalah ini diserahkan kepada hakim. Hakimlah yang memutuskan sanksinya.

Meskipun sanksi narkoba tidak ditetapkan dalam nash, tetapi berdasarkan filosofi fungsi sanksi yang dijatuhkan untuk kejahatantersebut, maka hakim bisa mempertimbangkan kadar sanksi untuk pelakunya, dari yang ringan hingga yang berat. Mulai dari pengumuman, di ekspos di tengah masyarakat, penjara hingga 15 tahun, denda, cambuk bahkan hukuman mati dengan melihat tingkat kejahatan dan bahayanya bagi masyarakat.Masalah ini diserahkan kepada hakim. Pelaksanaan hukum harus dilakukan secepatnya tanpa jeda waktu dari waktu terjadinya kejahatan diketahui dan disaksikan oleh masyarakat secara langsung. Dengan cara ini akan menimbulkan efek jera dalam mengedarkan dan mengkonsumsi narkoba serta berbagai dampak kejahatan narkoba lainnya seperti pencurian, free sex, pembunuan, dan lainnya.

Dengan demikian, upaya mengatasi persoalan narkoba ini upaya preventif perlu digalakkan. lni memerlukan dukungan dari berbagai pihak. Mulai dari keluarga, masyarakat dan Negara. Upaya preventif yang bisa digunakan adalah menciptakan suasana ketakwaan di tengah keluarga, masyarakat dan Negara.
Mendorong setiap individu menjadikan hidupnya berlandaskan aqidah. Sehingga orang tidak akan terjerumus untuk mengkonsumsi narkoba karena tahu itu adalah hal yang dilarang Allah SWT. Dorongan ketakwaan pula yang akan menjadikan orang tua berusaha menciptakan suasana yang nyaman dan aman di dalam keluarga sehingga anggota keluarga tidak mencari pelampiasan diluar keluarga. Dari sisi masyarakat, dengan dorongan ketakwaan yang tinggi akan menjadi lingkungan yang kondusif dalam mencegah perbuatan yang dilarang agama termasuk mengkonsumsi narkoba. Negara juga memiliki peran penting dalam mencegah masuk dan beredarnya narkoba di dalam negeri.

Walhasil, Islam merupakan ad-diin pembawa rahmat yang mampu menyolusi berbagai problematika kehidupan kita. Solusi paripurna yang dimiliki Islam akan bisa terwujud jika negara kita mengadopsi sistem pemerintahan Islam. Wallhualam bis shawab.[]

No comments:

Post a Comment

Adbox