Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP

Sunday, February 16, 2020

Ulama, Gerbong Utama Perubahan Umat


Oleh Chusnatul Jannah

Tatkala ulama sudah turun gunung, umat bisa apa selain mengikutinya? Manakala ulama sudah berbicara kebangkitan dan perubahan, saat itu pula fajar kemenangan makin berkilauan. Multaqa ulama Aswaja menjadi tanda bahwa generasi pewaris Nabi saw siap memimpin umat menuju perubahan Islam. Sebanyak 600 ulama Aswaja siap menjadi subyek perubahan.

Hal ini tergambar dari video kegiatan Multaqa Ulama Aswaja di Madura yang viral. Ponpes At Taufiq, Juncangcang, Pamekasan, Madura, asuhan KH. Ali Fadhil menjadi tempat telaksananya multaqa kali ini. Dalam tayangan video para ulama dan kyai menyampaikan bisyaroh Rasulullah Saw akan tegaknya kembali Khilafah ala minhajin nubuwwah pasti akan terwujud. “Tidak ada yang bisa menghalangi tegaknya khilafah jika Allah berkehendak. Apakah kalian yakin”, seru Kyai Abah Narko, Ulama Aswaja Yogyakarta. Dengan sigap, para peserta kompak menjawab, “yakin” , sambil memikikkan takbir Allahu Akbar. (shautululama.co, 11/2/2020).

Memang begitulah seharusnya ulama. Terdepan dalam membela agama Allah. Manusia yang paling takut kepada Allah. Merekalah pembimbing dan pendidik umat. Layaknya pelita yang menyinari dunia yang gelap. Imama Hasan al Bashri berkata, "Hukuman atau sanksinya ulama adalah matinya hati dan matinya hati disebabkan mencari dunia dengan perbuatan akhirat."

Imam Al Ghazali membagi ulama menjadi dua, perrtama, ulama akhirat, dan kedua ulama dunia atau ulama su'. Imam Al Ghazali menegaskan pentingnya mmengetahui perbedaan keduanya. Karena keduanya bagaikan timur dan barat atau langit dan bumi. Ulama su' menurut Imam al Ghazali adalah mereka yang menggunakan ilmunya untuk mencari kenikmatan dunia, memoerolah kekuasaan dan posisi terhormat di hadapan masyarakat. Tipe ulama seperti ini mendapat ancaman keras seperti sabda Nabi saw, "Paling pedihnya azab di akhirat adalah orang alim yang ilmunya tidak bermanfaat."

Rasulullah ﷺ juga bersabda,”Ingatlah, sejelek-jelek keburukan adalah keburukan ulama dan sebaik-baik kebaikan adalah kebaikan ulama”. [HR Ad Darimi]. Baik buruknya ulama berpengaruh pada baik buruknya umat. Karena sejatinya mereka adalah penerang umat. Menerangi dengan lentera ilmunya. Kebaikannya bisa membawa berkah. Pun sebaliknya. Keburukannya bisa membawa malapetaka. Kebenaran diterima bermula dari para ulama. Kebatilan juga bisa diterima karena peran ulama. Itulah pentingnya ulama menjaga kejernihan pemikirannya. Tidak mengadopsi cara berpikir kapitalis yang hanya peduli untung rugi. Tidak mengambil cara berpikir sekuler yang menjauhkan umat dari Allah. Apalagi  menjadikan pemikiran liberal sebagai jalan menyesatkan umat dari hakikat ajaran Islam.

Ulama, saatnya lantang berbicara. Ulama, bukan hanya alim beragama, tapi juga cerdas membahas problematika. Ulama, bukan sekadar simbol agama. Namun, ialah gerbong utama perubahan. Menyongsong kebangkitan Islam dibawah naungan Khilafah yang dijanjikan. Rapatkan barisan bersama ulama akhirat yang siap berjuang dibawah panji Laa Ilaaha Illallah, Muhammad Rasulullah.

No comments:

Post a Comment

Adbox