Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP

Sunday, February 2, 2020

Kabar Duka, KH. Sholahudin Wahid Telah Berpulang



PojokAktivis- Setelah sempat kritis, Gus Solah pun menghembuskan nafas terakhirnya malam ini. Itu dikabarkan putra Gus Solah, Irfan As'ari Sudirman Wahid atau Ipang Wahid dalam akun twitternya @ipangwahid. Gus Solah, ujar Ipang, wafat pada pukul 20.55 WIB, Minggu (2/2).


Sholahudin Wahid, atau yang akrab disapa Gus Solah lahir pada 11 September 1942 di Jombang, Jawa Timur. Dari pasangan KH. Wahid Hasyim dan Ibunda Nyai Sholehah.

Kakek Gus Solah adalah KH Hasyim Asyari yang mendirikan NU pada 31 Januari 1926 di Surabaya. Sementara ayahnya, Wahid Hasyim, adalah Menteri Negara Urusan Agama dalam kabinet pertama Republik Indonesia. Wahid Hasyim juga diketahui turut dalam penyusunan rencana kemerdekaan RI sebagai anggota anggota BPUPKI dan PPKI.

/Mengenal Gus Solah/

Gus Solah juga merupakan adik kandung Presiden keempat RI, mendiang Abdurrahman Wahid atau Gusdur. Selayaknya kakak kandungnya, Gus Dur, Gus Solah pun hidup di lingkungan tokoh-tokoh besar yang berperan penting dalam sejarah Indonesia.

Gus Solah remaja lulus dari SMAN 1 Jakarta. Dia lanjut menimba ilmu di Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan teknik arsitektur.

Dia aktif berorganisasi. Misalnya, pernah menjadi anggota senat mahasiswa ITB, Bendahara Dewan Mahasiswa ITB, Komisariat PMII ITB, Wakil Ketua PMII Cabang Bandung, serta anggota Dewan Pengurus Pendaki Gunung Wanadri.

Usai lulus dari kuliah, kegiatan berorganisasi tak ditinggalkan. Dia terus menjalaninya. Salah satunya ketika menjadi Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).

Pada tahun 1968, Gus Solah menikahi Farida, putri mantan Menteri Agama Syaifudin Zuhri. Mereka dikaruniai tiga orang anak yakni Irfan Asy'ari Sudirman (Ipang Wahid), Iqbal Billy, dan Arina Saraswati.

Keaktifan berorganisasi semakin mendekatkan Gus Solah dengan panggung politik. Tercatat, Gus Solah pernah mendirikan Partai Kebangkitan Ulama.

Gus Solah pernah memimpin TGPF (Tim Gabungan Pencari Fakta) guna menyelidiki kasus Kerusuhan Mei 1998, kemudian Ketua Tim Penyelidik Adhoc Pelanggaran HAM Berat kasus Mei 1998. Pada masa awal reformasi 1998, Gus Solah sempat menjadi anggota MPR. Lalu dilanjut dengan menjadi Wakil Ketua Komnas HAM sejak 2002.

Gus Solah pernah memimpin TGPF (Tim Gabungan Pencari Fakta) guna menyelidiki kasus Kerusuhan Mei 1998, kemudian Ketua Tim Penyelidik Adhoc Pelanggaran HAM Berat kasus Mei 1998. Pada masa awal reformasi 1998, Gus Solah sempat menjadi anggota MPR. Lalu dilanjut dengan menjadi Wakil Ketua Komnas HAM sejak 2002.

Pada Pilpres 2004, Gus Solah menjadi calon wakil presiden. Dia mendampingi Wiranto yang menjadi calon presiden. 

/Karya Gus Solah/

Selama hidupnya, Gus Solah juga suka bergelut dengan dunia literatur. Dia pun sudah menghasilkan sejumlah karya yang telah dibukukan.

Di antaranya, Negeri di Balik Kabut Sejarah (November 2001), Mendengar Suara Rakyat (September 2001), Menggagas Peran Politik NU (2002), Basmi Korupsi, Jihad Akbar Bangsa Indonesia (November 2003), Ikut Membangun Demokrasi, Pengalaman 55 Hari Menjadi Calon Wakil Presiden(November 2004).

/Selamat Jalan Gus Solah/

Sejak 2018, kesehatan Gus Solah kerap memburuk. Dia dirawat di RSUD Jombang, Jawa Timur karena sakit di bagian lambung. Dia lalu dirujuk ke RSCM Kencana, Jakarta. Kemudian pada Januari 2020, dia dirujuk ke Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta.

Sakit Gus Solah semakin parah. Dokter lalu menerapkan tindakan ablasi. Namun, pada awal Februari, Gus Solah justru dikabarkan kritis. Hal itu disampaikan putranya, yakni Irfan Hasyim alias Ipang Wahid. Dan, akhirnya Gus Solah pun kembali ke pangkuan Allah SWT, menyusul kakaknya, Gus Dur, yang telah wafat satu dasawarsa lalu.


Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un, teriring doa :

اِنَّالِلّٰهِ وَاِنَّااِلَيۡهِ رَاجِعُوۡنَ ﷽ اَللّٰهُمَّ اغْفِرْلَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَاَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرْدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلاَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ وَاَبْدِلْهُ دَارًاخَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَاَهْلاً خَيْرًا مِنْ اَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَاَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَاَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَفِتْنَتِهِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ. اَللهُمَّ مَنْ اَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَاَحْيِهِ عَلَى اْلاِسْلاَمِ وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى اْلاِيْمَانِ. اَللهُمَّ لاَتَحْرِمْنَا اَجْرَهُ وَلاَتُضِلَّنَا بَعْدَهُ بِرَحْمَتِكَ يَآاَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. *الـفــــــاتـــحــــــــة* بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحۡمٰنِ الرَّحِيْمِ ۞ أَلۡحَمۡدُ لِلّٰهِ رَبِّ الۡعَالَمِيۡنَ ۞ ألرَّحۡمٰنِ الرَّحِيۡمِ ۞ مَالِكِ يَوْمِ الدِّيۡنِ ۞ إيّاكَ نَعۡبُدُ وَ إيَّاكَ نَسۡتَعِيۡن ۞ إهۡدِنَا الصِّرَاطَ المُسۡتَقِيۡمَ ۞ صِرَاطَ الَذِينَ أنعَمتَ عَليهم غَيْرِ المَغضُوبِ عَليْهِم وَلاَ الضَّالِّين ۞ أمِين

No comments:

Post a Comment

Adbox