Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP

Tuesday, January 28, 2020

Masyarakat Stress Dalam Sistem Sekuler Kapitalistik



Oleh : Retno Esthi Utami

Fenomena munculnya orang-orang yang mengaku mempunyai kerajaan, ataupun mereka yang bangga akan seragam ala militer kian marak akhir-akhir ini.

Dimulai dengan hilangnya banyak orang secara serentak di tahun 2016, mereka akhirnya diketahui bergabung dalam Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang dipimpin oleh Ahmad Musaddeq, memutuskan untuk meninggalkan kampung halamannya dan berpindah ke Kalimantan. Lalu, mereka wajib mengucapkan syahadat dengan mengakui Ahmad Musaddeq sebagai nabi menurut versi Millah Abraham. MUI mengeluarkan fatwa sesat bagi organisasi Gafatar. Gafatar dinilai mencampuradukkan atau sinkretisme tiga agama, yakni Islam, Kristen dan Yahudi. Organisasi Gafatar dibubarkan pada 13 Agustus 2015 melalui kongres luar biasa.

Kerajaan Ubur-Ubur muncul di Kota Serang, Banten pada 2018 lalu. Kerajaan ini didirikan oleh sepasang suami istri berinisial AS dan RC. Pasangan tersebut mengaku mendapat wangsit untuk mendirikan kerajaan dan membuka kunci kekayaan dunia. Kelompok itu juga memercayai nabi perempuan. Sang istri AS mengaku dirinya adalah ratu kidul. Oleh MUI Kota Serang, kelompok yang memiliki belasan anggota tersebut dianggap sesat.

Keraton Agung Sejagat di Purworejo. Dua orang mengaku sebagai raja dan ratu. Mereka adalah Toto Santoso yang menyebut diri Sinuhun dan ratunya, Fanni Aminadia. Dari pemeriksaan polisi, Toto mengaku menerima wangsit dari leluhur dan Raja Sanjaya keturunan raja Mataram untuk meneruskan pendirian Kerajaan Mataram di Kecamatan Bayan, Purworejo. Polisi menangkap Toto dan Fanni. Keduanya dijerat Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan Pasal 14 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana.

Sunda Empire-Empire Earth, Sunda empire ini tidak tercantum sebagai organisasi legal dalam Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangol) Kota Bandung. (kompas.com 19/01/2020)

Peristiwa ini menunjukkan bahwa hal seperti ini bukanlah hal yang baru. Banyak orang tertarik dan bergabung dengan fenomena seperti ini dikarenakan sedang mengalami  kebuntuan mencari jalan keluar dari permasalahan dalam kehidupannya. Sistem sekuler kapitalis terbukti kerusakannya yang gagal mewujudkan masyarakat sejahtera dan berkeadilan. Dalam masyarakat sekuler yang menafikkan agama dari kehidupan sehari-hari membuat masyarakat semakin jauh dari agamanya sendiri. Serta sistem kapitalisme yang semakin menghimpit, membuat masyarakat menjadi tidak dapat berfikir dengan jernih sehingga mengambil jalan-jalan yang tidak rasional. Sehingga dapat dengan mudah dimanfaatkan kalangan tertentu untuk mendapatkan keuntungan materi.

Kondisi perpolitikan di tanah air juga turut berperan dalam menarik banyak orang untuk bergabung. Perpolitikan yang tidak menunjukkan kearah perbaikan, banyaknya praktek korupsi didalam tubuh para pejabat publik, serta berbagai peraturan-peraturan yang justru membebani masyarakat, membuat masyarakat merindukan sosok ratu adil. Yang banyak terkisahkan didalam sistem kerajaan terdahulu.

Pemerintah juga tidak mengambil tindakan tegas dan antisipatif meskipun kasusnya berulang hingga meresahkan masyarakat dan sudah banyak korban kerugian harta. Hukuman yang diberikan tidak mampu memberikan efek jera. Ahmad Musaddeq hanya divonis dengan lima tahun penjara dengan pasal penodaan agama, sedangkan Toto Santoso dan Fanni Aminadia terancam hukuman sepuluh tahun penjara terkait pasal penipuan. Hukuman yang diberikan tidak sebanding dengan kerugian yang dialami oleh para korban. Selain harta benda, keimanan juga dipertaruhkan.

Peristiwa seperti ini tidak hanya terjadi di negara ini, akan tetapi di berbagai negara. Hal ini semakin menunjukkan kerusakan dan cacat bawaan dari system secular kapitalis. Didalam negeri muslim, Seorang pemimpin memiliki kewajiban untuk menjaga kemurnian akidah rakyatnya. Imam Al-Kamal Bin Hammad Al-Hanafi berkata, “Tujuan pertama dalam penegakkan kepemimpinan adalah untuk menegakkan agama. Maksudnya adalah menegakkan syi’ar-syi’ar agama sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah, yaitu dengan memurnikan segala ketaatan kepada Allah, menghidupkan sunnah-sunnah, dan menghilangkan bid’ah agar seluruh manusia bisa sepenuhnya menaati Allah Ta’ala.” (Al-Musamarah Syarh Al-Musayarah, hal. 153).

Seorang pemimpin juga wajib mengatur seluruh aspek kehidupan manusia berdasarkan syariat Allah, baik dalam bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, maupun militer. Semuanya harus sesuai dengan petunjuk Al-Qur’an dan As-Sunnah. Serta menegakkan hukum-hukum Allah serta membimbing masyarakat untuk menaati perintah-perintah syar’i dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Sehingga fenomena masyarakat stress ini tidak akan ada, dan jikalaupun ada, maka akan ditindak dengan tegas dan segera, sebelum merembet merusak tatanan masyarakat. Wallahu a’lam.


No comments:

Post a Comment

Adbox