Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP

Tuesday, January 28, 2020

Ketika Sup Kelelawar Meruntuhkan Image Superhero Batman



Oleh: Nindira Aryudhani, S.Pi, M.Si
(Koordinator LENTERA)

Kasus wabah corona di China menjadi buah bibir global. Publik pun mulai terpolarisasi, antara hoaks dan realita, seiring begitu bablasnya informasi seputar wabah tersebut. Entahlah. Yang pasti bisa dilakukan sekarang jelas ikhtiar dan tawakkal, di tengah kebimbangan penguasa, apakah hendak tegas menerapkan travel warning kepada China atau masih sok aman-aman saja.

Namun demikian, yang semoga ini bisa sejenak meng-intermezo, saat kita bicara tentang kelelawar selaku binatang tersangka utama penyebab wabah corona, kita tentu ingat dengan tokoh imajiner Sang Manusia Kelelawar. Ya, Batman. Karena bagaimana pun, ketika di China ternyata kelelawar bebas dikonsumsi, ini tak ubahnya meruntuhkan image Batman sebagai seorang superhero.

Bagaimana tidak? Lihat saja di Holywood, sudah banyak sequel Batman movie. Ada yang berjudul “Batman and Robin”, “Batman Return”, dan masih ada yang lainnya. Pemerannya pun bukan selebritas ecek-ecek. Semua aktor yang pernah berperan sebagai Batman adalah bintang Holywood papan atas. Ini wajar, karena tokoh Batman alias Bruce Wayne juga digambarkan sebagai sosok dengan kredibilitas mumpuni.

Batman adalah tokoh fiksi pahlawan super yang diciptakan oleh seniman Bob Kane dan penulis Bill Finger dan diterbitkan oleh DC Comics. Identitas asli Batman adalah Bruce Wayne, seorang pengusaha yang kaya raya. Bruce juga idola para perempuan cantik di Amerika. Meski demikian, Bruce juga seorang yang dermawan, pemilik Wayne Enterprises. Setelah menyaksikan pembunuhan orang tuanya ketika masih anak-anak, ia bersumpah membalas dendam terhadap para penjahat, sebuah sumpah yang digerakkan oleh rasa keadilan. Bruce melatih dirinya sendiri secara fisik dan intelektual dan menciptakan kepribadian yang terinspirasi kelelawar untuk memerangi kejahatan.

Batman beroperasi di Gotham City, dibantu oleh Alfred dan Robin. Tidak seperti pahlawan super kebanyakan, dia tidak memiliki kekuatan super. Ia hanya menggunakan intelegensi, keterampilan sebagai detektif, ilmu pengetahuan dan teknologi, kekayaan, ketangkasan fisik, dan intimidasi dalam memerangi kejahatan. Jadi bayangkan, wahai para fans Batman, ketika representasi idola anda ternyata hanya menjadi sup di China.

Mungkin alur ini akan terlalu jauh jika ditarik hingga kepada perang ideologi. Namun demikian, tetap harus ada opini yang kita persiapkan selaku makhluk akhir zaman yang diberi amanah oleh Allah untuk menjadi Khalifah di muka bumi. Jadi artinya, pada dasarnya pertarungan ideologi itu pasti terjadi. China dengan ideologi komunisme dan Amerika dengan kapitalismenya.

Lantas, apakah ini niscaya? Mengapa tidak? Jika kita mengamati perubahan yang terjadi di berbagai belahan dunia, maka hal itu tidak dapat dilepaskan dari konflik antarmanusia, antarsuku, atau antaragama. Konflik-konflik itu adalah sesuatu yang wajar terjadi dilihat dari keragaman pemikiran dalam masyarakat. Namun dari berbagai perubahan yang terjadi, perbedaan ideologi-lah yang mempengaruhi perubahan tersebut.

Dengan berakhirnya era Perang Dingin, sungguh ideologi kapitalisme yang dimotori Amerika Serikat (AS) selalu berusaha menjadikan ideologinya sebagai landasan berpikir bagi semua negara di dunia. Kecongkakan AS dengan kapitalismenya ini bukan berarti tanpa perlawanan. Di beberapa negara telah terjadi kampanye anti-AS, tak terkecuali negara-negara komunis seperti China dan Korea Utara. Tersebab hal inilah tampak jelas bahwa persaingan ideologi telah melahirkan suatu konflik yang berkepanjangan. Apalagi, setiap pengemban ideologi akan berusaha untuk mempertahankan dan menyebarkan ideologinya ke seluruh penjuru dunia.

Menyikapi adanya potensi konflik akibat perbedaan ideologi, jika dikembalikan kepada mandat dari Allah untuk menjadi Khalifah di muka bumi, maka di sini tentunya kaum muslimin harus memiliki kesatuan ideologi untuk membangun kekuatan hakiki mewujudkan mandat tersebut. Karena itu, ideologi itu tidak bisa diambil dari luar Islam, sebagaimana ideologi kapitalisme dan komunisme. Ideologi yang digunakan oleh umat Islam tentu saja ideologi Islam.

Setiap muslim yang mendambakan kebahagiaan dan kesejahteraan dalam Islam, tidak memiliki pilihan lain dalam mengikatkan dirinya dengan orang lain, kecuali dengan ikatan ideologi Islam. Sebagai sebuah ideologi, Islam pernah berjaya selama belasan abad sejak masa Rasulullah ﷺ hingga keruntuhan Daulah Khilafah Turki Utsmaniy pada 1924 M. Sejak keruntuhan Khilafah itu, ideologi Islam tidak pernah lagi diterapkan secara kaffah. Bahkan umat Islam sendiri banyak yang tidak mengetahui bahwa agamanya adalah sebuah ideologi yang mampu menyelesaikan segala problematika hidup, dengan kapasitas yang jauh melebihi kedua ideologi yang lain tadi.

Mengapa ini penting untuk dimengerti? Karena ketika umat Islam tidak memahami Islam sebagai sebuah ideologi, maka umat pun akan keliru dalam menerapkan Islam di masyarakat. Saat ada masalah yang muncul dalam masyarakat, sementara tidak ada yang sanggup berijtihad sehingga masalah tersebut tidak bisa dipecahkan, maka umat pun memandang Islam tidak lengkap. Akibatnya, mereka malah beralih kepada ideologi selain Islam untuk memecahkan berbagai problematika mereka. Tak heran, pada akhirnya umat Islam mencampuradukkan Islam dengan ideologi lain.

Jadi, jika dikembalikan pada kontra realita tentang sup kelelawar yang “menghina” image Batman, ini bisa diibaratkan sebagai sebuah konflik ideologis antara China selaku pengemban ideologi komunisme dan AS selaku kampiun ideologi kapitalisme.

Lalu harus ada di mana posisi umat Islam? Mari kita renungkan firman Allah Swt: “Janganlah kalian merasa lemah lagi bersedih hati, padahal kalianlah yang lebih tinggi kedudukannya jika kalian beriman.” (TQS Ali Imron [3] : 139). Serta sabda Rasulullah ﷺ: “Islam itu tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi darinya.” (HR Ar-Rawiyani, Ad-Daruquthni, Al-Baihaqi).

Selama kita meyakini bahwa Islam punya solusi, maka tak usah khawatir dengan apa pun. Allah Swt pasti menolong dan meneguhkan kedudukan kita. Tak perlu terlalu kerepotan memikirkan sup kelelawar atau runtuhnya image jagoan Batman. Tidak usahlah kita ke mana-mana. Berikan solusi Islam terkait makanan sup kelelawar, binatang liar lainnya, atau binatang yang sudah diharamkan oleh Allah, sehingga tidak boleh dikonsumsi. Juga berikan solusi ketika kita begitu nge-fans kepada Batman. Haruskah nge-fans, terlebih ia tokoh fiktif produk ideologi kapitalisme? Jadi, tetap saja istiqomah mengemban ideologi Islam dan meyakini bisyaroh kejayaannya melalui tegaknya kembali Khilafah 'ala minhajin nubuwwah. []

No comments:

Post a Comment

Adbox