Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP

Friday, January 24, 2020

IGATA Beraksi Mengancam Generasi


Oleh: Retno Esthi (Analis LENTERA)

Belumlah hilang dari ingatan masyarakat Indonesia akan kasus Reynhard Sinaga, warga negara Indonesia yang dihukum seumur hidup oleh pengadilan Manchester setelah terbukti melakukan 159 kasus pemerkosaan, kali ini Polda Jatim berhasil menangkap Ketua Ikatan Gay Tulungagung (Igata) M Hasan atau Mami Hasan (41) dikarenakan mencabuli 11 anak di bawah umur. "Tersangka Mami H melakukan tindak kejahatan terkait dengan UU Perlindungan anak no 17 tahun 2016 di mana kita kenakan pasal 82 terkait kebohongan, membujuk anak-anak atas perbuatan cabul. Minimal 5 tahun maksimal 15 tahun, (Hukuman) ini cukup berat ya.", ungkap Kombes Pitra Ratulangi, Direskrimum Polda Jatim.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengaku lega atas penangkapan M Hasan atau Mami Hasan tersebut. Khofifah mengapresiasi kerja cepat Polda Jatim. "Otomatis sebelum pelaku tertangkap bisa menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat. Karenanya, saya berterimakasih atas kerja cepat Polda Jatim dalam mengungkap kasus ini," kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (20/1/2020).  Khofifah juga mendorong kepolisian menjerat pelaku dengan hukuman berat sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Dia ingin hukuman berat dapat memberikan efek jera bagi predator seksual anak. (detik.com 20/01/2020)

Perilaku gay yang menjadi bagian dari komunitas Lesbian Gay Biseksual dan Transgender ini dimata dunia international dianggap wajar, selama dilakukan atas dasar suka sama suka. Hak Asasi Manusia kerap menjadi sandaran untuk diperbolehkannya perilaku menyimpang ini. Populasi LGBT dilaporkan terus bertambah. Data Kementerian Kesehatan pada 2012 memperlihatkan jumlah lelaki berhubungan seks dengan lelaki (LSL) mencapai 1.095.970. Mereka tersebar di semua daerah di Nusantara. Pertambahan jumlah kaum homoseks ini memprihatinkan dan membahayakan. Mereka kerap menyasar anak-anak dan remaja. Mereka juga tak segan melakukan kekerasan seksual pada korban mereka, utamanya anak-anak.

LGBT merupakan penyimpangan orientasi seksual yang bertentangan dengan fitrah manusia, agama dan adat masyarakat Indonesia. Perbuatan LGBT sendiri ditolak oleh semua agama bahkan dianggap sebagai perbuatan yang menjijikan, tindakan bejat, dan keji. Dalam Islam LGBT dikenal dengan dua istilah, yaitu Liwath (gay) dan Sihaaq (lesbian). Liwath adalah haram, sebagaimana Allah terangkan dalam al Quran : “Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu. Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melampiaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, bahkan kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.” (TQS. Al ‘Araf: 80 – 81)

Sedangkan Sihaaq adalah haram berdasarkan dalil hadits  Abu Said Al-Khudriy yang diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim (no. 338), At-Tirmidzi (no. 2793) dan Abu Dawud (no. 4018) bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:“Janganlah seorang laki-laki melihat aurat laki-laki lain, dan jangan pula seorang wanita melihat aurat wanita lain. Dan janganlah seorang laki-laki memakai satu selimut dengan laki-laki lain, dan jangan pula seorang wanita memakai satu selimut dengan wanita lain”

Terhadap pelaku homoseksual, Allah swt dan Rasulullah saw benar-benar melaknat perbuatan tersebut. Al-Imam Abu Abdillah Adz-Dzahabiy -Rahimahullah- dalam Kitabnya “Al-Kabair” [hal.40] telah memasukan homoseks sebagai dosa yang besar dan beliau berkata: “Sungguh Allah telah menyebutkan kepada kita kisah kaum Luth dalam beberapa tempat dalam Al-Qur’an Al-Aziz, Allah telah membinasakan mereka akibat perbuatan keji mereka. Kaum muslimin dan selain mereka dari kalangan pemeluk agama yang ada, bersepakat bahwa homoseks termasuk dosa besar”.

Manusia diciptakan oleh Allah lengkap dengan kebutuhan jasmani serta naluri, yang salah satunya adalah naluri untuk melestarikan keturunan. Hal ini yang mengakibatkan munculnya rasa suka terhadap lawan jenis serta dorongan seksual, yang mana harus juga bersandar kepada peraturan yang sudah ditetapkan oleh Allah yaitu melalui pernikahan. LGBT muncul dikarenakan adanya ideologi sekulerisme, ideologi yang memisahkan antara agama dan kehidupan. Dalam pandangan mereka, naluri melestarikan keturuan hanyalah naluri untuk memuaskan dorongan seksual semata. Sehingga tidak ada masalah jika dilakukan oleh sesama jenis ataupun lawan jenis. Ataupun tidak puas dengan lawan jenis, akhirnya pikiran liarnya berusaha mencari pemuasan melalui sesama jenis bahkan dengan hewan sekalipun, dan hal ini merupakan kebebasan bagi mereka.

Tidak ada solusi yang tuntas bagi permasalahan LGBT didalam sistem sekuler demokrasi. LGBT merupakan penyimpangan orientasi seksual yang dilarang oleh semua agama terlebih didalam Islam. LGBT adalah juga kejahatan atau tindak kriminal. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban bagi umat Islam untuk melawan segala jenis opini yang seolah atas nama HAM membela kaum LGBT akan tetapi sesungguhnya membawa manusia menuju kerusakan yang lebih parah. Penting untuk disadari oleh umat bahwa solusi bagi LGBT hanya akan ada dalam penerapan syariah Islam dalam bingkai Islam kaffah. Sistem yang lengkap dengan aturan dan konsep dalam tatanan kehidupan, termasuk juga dalam kehidupan sosialnya. Aturan yang senantiasa membentuk ketakwaan individu, kontrol dari masyarakat serta negara yang bertindak tegas memberikan hukum dan menjaga rakyatnya agar jauh dari perilaku-perilaku menyimpang. []

No comments:

Post a Comment

Adbox