Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP

Thursday, January 9, 2020

Di saat Sebagian dari Kita Bisa Makan Enak dan Tidur Nyenyak, Saudara - Saudari Kita Muslim Uighur Masih Dirampas Hak - Haknya...



Lukman Noerochim

Rezim Komunis China saat ini sibuk menyelesaikan persoalan domestik mereka dengan cara represif dan ini menjadi tekanan dan sorotan luas secara internasional, diantaranya demonstrasi besar-besaran di Hong Kong dan masalah penanganan etnis muslim Uighur.

Kejahatan multidimensi yang dilakukan rezim kriminal Cina terhadap Muslim Uighur di Turkistan Timur, termasuk menerapkan kebijakan kamp indoktrinasi yang brutal dan melakukan kejahatan keji memerangi Islam dan umatnya di Xinjiang.

Sesungguhnya yang melakukan kejahatan terhadap warga Uighur sekarang, bukan hanya pemerintah dan aparatnya yang bertindak represif, namun juga orang-orang China keturunan Han yang banyak melakukan berbagai bentuk permusuhan dan pelecehan terhadap penduduk asli. Di mana penduduk asli diperlakukan seperti suku Indian di Amerika.

Melalui gambar-gambar yang pernah ditampilkan di berbagai media, benar-benar memperlihatkan bahwa warga Han membawa tongkat dan senjata. Mereka mengusir kaum Muslim Uighur. Begitu juga tampak sekali kegembiraan mereka dan mereka bersorak-sorai ketika militer China melakukan pengepungan, penangkapan, dan penyiksaan terhadap warga Uighur.

Sesungguhnya, kejadian serupa kita melihatnya di Palestina, di mana pasukan pendudukan dan penyiksaan warga Yahudi terhadap warga Palestina, membunuh, memblokade, merusak lingkungan, dan merampas tanah mereka.

Jadi, apa yang dilakukan China di Turkistan Timur adalah sama persis dengan apa yang dilakukan (Israel) di Palestina: menduduki, membangun pemukiman, membunuh, menghancurkan, mengusir, dan memblokade. Musuhnya banyak, sedang yang dimusuhi satu, yaitu kaum Muslim.

Untuk semua kekuatan ekonominya, penggertakannya dan pencaplokan tanah dan perebutan laut, kefanatikan nasionalisnya yang melengking di dalam negeri, pemerintah totaliter Cina masih harus menghancurkan orang-orang yang ditaklukkan dari Turkmenistan Timur. China menyiksa orang-orang tak berdosa, baik wanita, anak-anak dan orang tua, tidak ada yang selamat. Satu-satunya kejahatan mereka adalah karena mereka menyembah Tuhan Yang Esa, Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Jika gaya hidup komunis mereka 'dengan karakteristik Cina' begitu superior, mengapa mereka mencekik kaum Muslim di Turkmenistan Timur?

Pertanyaan yang menghantui diri sendiri sekarang adalah: Bagaimana kaum Muslim menghadapi berbagai kejahatan, penyiksaan, dan permusuhan yang dilakukan oleh bangsa China ini terhadap kaum Muslim?

Maka umat perlu melakukan aktivitas bersama, yaitu kaum Muslim melakukan tekanan terhadap pemerintah negeri-negeri Islam untuk mengambil tindakan aktif terhadap China, seperti menghentikan impor dari China, serta memutuskan hubungan perdagangan, ekonomi, dan politik dengan China.

Namun, reaksi dari pemerintah dunia Islam yang mandul dan lemah terhadap kejahatah dan kekejaman China adalah benar-benar menjadi bukti baru pengkhianatan pemerintah dan pengabaiannya terhadap hak-hak umat Islam. Sehingga ini menjadi pembenaran di samping pembenaran-pembenaran yang sudah ada bagi umat Islam hari ini untuk segera menggantikan pemerintah sekuler yang ada. Jika kita cermati umat Islam hari ini sedang bergerak menuju pada perubahan besar.[]

No comments:

Post a Comment

Adbox