Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP

Monday, December 30, 2019

WAPRES BERHARAP TERHADAP KPK, HARAPAN YANG JAUH PANGGANG DARI API?



Oleh Chandra Purna Irawan,SH.,MH.
_(Ketua Eksekutif Nasional BHP KSHUMI & Sekjend LBH Pelita Umat)_

Wakil Presiden Maruf Amin berharap kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) semakin baik di bawah pimpinan komisioner dan dewan pengawas baru. Selain itu, Kiai Maruf berharap indeks persepsi korupsi Indonesia semakin membaik.

Berkaitan dengan hal tersebut diatas, saya akan memberikan pendapat hukum _(legal opini)_ sebagai berikut:

PERTAMA, bahwa semua orang tentu berharap agar KPK menjadi lembaga yang mampu memberantas tindak pidana korupsi. Namun harapan tentulah harus ditunjang dengan realitas, dan regulasi yang ada. Sementara UU KPK  yang baru sepertinya berpotensi tidak memberikan harapan tersebut karena didalam UU KPK yang baru tidak menyebutkan komisioner KPK sebagai penyidik dan penuntut umum. Didalam UU KPK yang lama Pimpinan otomatis menyandang status sebagai penegak hukum yaitu penyidik dan penuntut umum. Namun, kini status itu ditiadakan;

KEDUA, bahwa didalam UU KPK yang baru terdapat Dewan Pengawas. Sementara Dewan Pengawas didalam UU KPK Baru bukan berstatus sebagai penegak hukum.Padahal secara hukum yang dapat melakukan perintah penggeledahan, penyadapan, penyitaan itu adalah aparat penegak hukum. Meski bukan penegak hukum, Dewan Pengawas justru masuk dalam proses penegakan hukum.  Di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), upaya paksa seperti penggeledahan, penyitaan, penahanan, dll menjadi kewenangan eksklusif penegak hukum (penyidik dan penuntut umum), sementara dewan pengawas bukan penegak hukum;

KETIGA, bahwa Komisioner dan dewan pengawas didalam UU KPK yang baru bukan penegak hukum, apabila komisioner dan dewan pengawas terlibat dalam penetapan tersangka atau memberi perintah dalam penegakan hukum, maka hampir dapat dipastikan KPK kalah jika terdakwa mengajukan praperadilan;

KEEMPAT, bahwa berdasarkan penjelasan diatas, rasanya harapan tersebut jauh panggang dari api. Bahkan mungkin ada masyarakat yang menyatakan "Selamat Tinggal KPK" atau mungkin ada masyarakat menyatakan "KPK 'MATI' DITANGAN REZIM".

Wallahualam bishawab
IG/Telegram @chandrapurnairawan

No comments:

Post a Comment

Adbox