Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP

Tuesday, December 10, 2019

Tolak Wacana Kebijakan Kemenag Mencabut Materi Jihad dan Khilafah



Ahmad Fathoni
(Dir. El Harokah Research Center)

Beredar kabar kontroversial bahwa Kementerian Agama (Kemenag) melakukan kebijakan mencabut seluruh materi yang mengandung khilafah dan perang atau jihad dalam ujian maupun kurikulum di madrasah-madrasah, kontan memunculkan gejolak dan penolakan dari sebagian umat Islam.

Wajar, muncul muncul sejumlah tudingan dari masyarakat bahwa kebijakan tersebut ditunggangi oleh sekuleris radikal. Apa jadinya generasi muda kelak jika digiring ke arah 'ketidakpahaman' terhadap ajaran Islam sendiri?

Adapun terkait jihad dan Khilafah adalah ajaran Islam dan tidak pernah dinyatakan sebagai paham terlarang baik dalam surat keputusan tata usaha negara, putusan pengadilan, peraturan perundang-undangan atau produk hukum lainnya sebagaimana paham komunisme, marxisme/leninisme dan atheisme, yang merupakan ajaran PKI melalui TAP MPRS NO. XXV/1966. Artinya, sebagai ajaran Islam, materi seputar jihad dan Khilafah tetap sah dan legal untuk didakwahkan di tengah-tengah umat.

Mengajarkan ajaran Islam Khilafah termasuk menjalankan ibadah berdasarkan keyakinan agama Islam, dimana hal ini dijamin konstitusi.

dalam ajaran Islam, kekuatan umat Islam itu akan terhimpun bila ada persatuan. Dan persatuan itu hanya mungkin terjadi bila ada pemimpin yang menyatukan umat Islam di seluruh penjuru dunia dan di bawah sebuah institusi politik yang bernama khilafah.

Jadi dengan kata lain bahwa penjajahan di atas dunia itu harus dihapuskan dan dihadapi juga dengan usaha untuk tegaknya kembali khilafah yang dipimpin seorang khalifah karena hanya dengan itu persatuan umat Islam bisa diwujudkan. Dengan persatuan, umat akan menjadi kuat. Dengan kekuatan itu bisa menghadapi penjajahan dari negara mana pun dan dalam bentuk apa pun termasuk penjajahan di Irak dan Afghanistan.

dalam konteks global, umat juga sudah menyadari, tindakan brutal Israel untuk yang kesekian ratus kalinya ini merupakan tindakan biadab, yang bukan hanya harus dikecam dan dikutuk dengan keras, tetapi juga harus dihadapi dan dilawan dengan kekuatan yang sama. Apalagi serangan brutal Israel itu secara langsung ataupun tidak didukung oleh AS dan negara-negara Barat lainnya.

Karena itu, solusinya bukanlah gencatan senjata, pedamaian, resolusi DK PBB, KTT Liga Arab dll. Buktinya, meski semuanya itu terus-menerus dilakukan sejak 50 tahun yang lalu hingga kini, toh tidak pernah bisa menyelesaikan masalah Palestina dengan tuntas. Bahkan solusi-solusi tersebut semakin memalingkan kaum Muslim dari solusi Islam yang sesungguhnya, yakni jihad.

Allah SWT telah menyuruh umat ini untuk berjihad melawan para agresor negeri-negeri Islam, termasuk institusi Yahudi yang saat ini masih menduduki Tanah Palestina. Allah SWT berfirman:

]قَاتِلُوهُمْ يُعَذِّبْهُمُ اللَّهُ بِأَيْدِيكُمْ وَيُخْزِهِمْ وَيَنْصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ صُدُورَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ[

Perangilah mereka (orang-orang kafir), niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tangan-tangan kalian, Allah akan menghinakan mereka dan menolong kalian terhadap mereka serta melegakan hati orang-orang Mukmin (QS at-Taubah [9]: 14).[]

No comments:

Post a Comment

Adbox