Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP

Monday, December 23, 2019

MEREKA INGINKAN GENERASI YANG BEBAS



Andi Qurratu Aini
(Pelajar 17 tahun)

Kebebasan seseorang ketika mempelajari materi, berfikir mengenai sesuatu, dan bertindak atau berkelakuan, adalah hal yang sebenarnya tidak jauh-jauh tujuannya ke arah meliberalkan.

Fokus kita kali ini adalah pendidikan. Pendidikan pada suatu negara Selain fokus pada pembentukan karakter Dan kompetisi, harusnya juga menjadi pilar pembentukan manusia yang beraqidah, beriman dan bertingkah laku baik di tengah masyarakat. Negara berkewajiban memformat dan mengatur hal ini dengan semestinya.

Jika merujuk pada tujuan sebuah pendidikan diatas maka, apa yang menjadi misi pak Nadiem selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bertolak belakang. Pasalnya beliau membuat aturan baru memaknai sebuah pendidikan dalam hal ini belajar adalah sebuah kebebasan berfikir. "merdeka belajar adalah merdeka dalam berfikir" Katanya. Ia merancang kebijakan merdeka belajar, yang akan dimulai dari guru-guru yang diturunkan untuk menanamkan program ini, yaitu kebijakan bebas sebebas-bebasnya dalam berfikir dan belajar.

Sekilas ini nice didengar, tapi bilamana diperhatikan dengan jelas, narasi yang berniat memperbaiki kualitas generasi berpendidikan hanya lebih berorientasi dalam persiapan kerja (mencari materi) saja. Karena pada dasarnya jati diri generasi sebagai manusia justru makin diliberalkan yang tidak semestinya ada pada individu muslim yang merupakan mayoritas di Indonesia. Jelas tidak menghargai dan intoleransi (seperti apa yang sering mereka lontarkan pada umat muslim).

Merdeka berfikir tidak lain hanya memberi kebebasan (liberal) dalam memaknai materi pelajaran dan berujung pada perilaku dan karakter liberal tanpa batas agama. Meliberalkan haram atas umat muslim, lantas pendidikan liberal yang digembar-gemborkan ini hanyalah satu bentuk penyesatan. Sebagai seorang muslim, kita memliki batasan-batasan agama dalam bertindak, berfikir, dan mempelajari banyak hal. Sebab hukum dan aturan sudah tercantum didalam kitab suci alquran, tidak usah lagi dibuat-buat oleh manusia yang penuh keterbatasan dan lemah.

Saat ini problem-problem dunia pendidikan terutama kualitas SDM dan mutu Output pendidikan menjadi urgent solusi, pasalnya dunia pendidikan saat ini seolah tidak boleh menghasilkan SDM yang berkualitas yang hanya pandai menghafal tanpa menginternalisasi pemahamannya dan tanpa memahami maknanya. Namun merdeka belajar atau berfikir yang mereka inginkan sebagai solusi hanya akan menghasilkan generasi materialistik dan egois karena tak ada batasan alias free yaitu karakter liberal yang tanpa dikungkung batas-batas agama. Akan semakin kelewatan bukan?

Jelas sekali generasi hanya dipersiapkan untuk menjadi baut mesin kapitalisme. kerja, kerja dan kerja untuk mencari keuntungan materi, materi, dan materi saja. Yang akan menanamkan pemahaman juga hanya orang-orang yang berliterasi saja dan berkarakter universal yang lepas dari tuntunan wahyu sebab telah didikte. Hingga mindset yang terbentuk pada generasi adalah materi bahwa tujuan hidup adalah materi sebab adanya narasi merdeka belajar tadi menjadikan mereka dijajah faham liberalisme, apapun boleh saja karena katanya merupakan hak, tanpa melihat lagi dari kacamata dan batasan agama. Naudzubillah..

Inilah yang terjadi, begitu rumit kita mencari akar dan solusi problem pendidikan di negara mayoritas muslim ini. Padahal di masa kejayaan Islam dulu yang paling disoroti adalah dunia pendidikannya yang sungguh gemilang, yang Outputnya ialah cendekiawan mahsyur dan berakhlak mulia, karena hanya mengharap ridho Allah semata bukan materi. Tak dapat dipungkiri barat pun yang belaga adidaya dan punya segalanya saat ini, justru dulunya saat eropa dalam masa-masa kegelapannya belajar pada negara islam, karena dahulu mereka hanyalah negara gelap, kotor, dan kumuh tanpa tekhnologi. Lantas mengapa yang terjadi sekarang tidak seperti dimasa kekhilafahan dulu, padahal kita sama-sama muslim?

Kita muslim tapi meLIBERALkan diri!! kita muslim tapi tak memuji Allah malah cari Tuhan yang lain (pluralisme)!! Kita muslim tapi menginginkan generasi yang bebas!! yang LIBERAL!!..  Pendahulu gemilang karena mereka UTUH.. mereka mencelupkan diri seutuhnya, dalam keindahan dan aturan Islam.

Tak usahlah cari kebijakan dan solusi yang aneh-aneh yang jelas-jelas akan melahirkan problem baru. Ketika solusi sistem pendidikan dalam Islam diterlantarkan maka Output generasinya juga akan berantakan bentukannya juga sepeti diterlantarkan, tak terpelajar! So Dimana sistem pendidikan Islam ini bisa kita temukan? Yak.. dalam negara yang menerapkan Islam seutuhnya, mengganti aturan manusia dengan aturan Allah yang sesuai dengan fitrah. Disitulah InsyaAllah kejayaan pendahulu kita di negara Islam dulu, bisa kita samai persis dan akan kita rasakan nantinya dimana pelajar dan generasi yang dicetak akan cemerlang dan berjaya.InsyaAllah.

"Kami telah menurunkan kepada kamu al kitab (al-Qur'an) untuk menjelaskan segala sesuatu" (TQS an-Nahl [89]: 16 ). []

No comments:

Post a Comment

Adbox