Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP

Monday, December 9, 2019

MAKNA KHILAFAH DAN JIHAD VERSI KEMENAG, SEPERTI APA?



Oleh: Ahmad Rizal
(Dir. Indonesia Justice Monitor)

Kementerian Agama (Kemenag) melakukan revisi terhadap konten-konten ajaran terkait khilafah dan jihad dalam pelajaran agama Islam di madrasah. Hal itu ditegaskan dalam Surat Edaran B-4339.4/DJ.I/Dt.I.I/PP.00/12/2019 yang ditandatangani Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag Ahmad Umar.

Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Kamaruddin Amin mengonfirmasi surat edaran tersebut. Dia menjelaskan Kemenag tak menghapus konten ajaran khilafah dan jihad, melainkan diperbaiki.

"Saya perlu menyampaikan bahwa konten khilafah dan jihad tidak dihapus sepenuhnya dalam buku yang akan diterbitkan. Makna khilafah dan jihad akan diberi perspektif yang lebih produktif dan kontekstual," kata Kamaruddin lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Minggu (8/12).

(https://m.cnnindonesia.com/nasional/20191208191551-20-455193/kemenag-revisi-konten-khilafah-dan-jihad-di-buku-madrasah)

Meski tak secara langsung menyebut radikalisme adalah paham yang berkaitan dengan islam, namun perilaku pemerintah seolah menunjukkan bahwa radikalisme memanglah ditujukan kepada islam.

Seolah ajaran Khilafah dan Jihad menjadi penyebab utama radikalisme tumbuh di negeri ini, pemerintah sampai-sampai berencana akan memberikan makna baru versi kemenag tentang ajaran Khilafah dan Jihad. Dengan harapan radikalisme (baca: Islam Politik) tak mampu lagi mengganggu berjalannya proses pemerintahan yang secara nyata membebek kepada aliran Kapitalisme-Neoliberal.

Mau didefinisikan seperti apa? Kita tunggu saja. Sesungguhnya Khilafah dan Jihad definisinya telah jelas dalam kitab-kitab Fiqih. Kitab-kitab ini adalah karya agung para ulama sebagai dokumentasi ilmu yang diwariskan kepada generasi Islam berikutnya. Tujuannya, agar generasi islam mampu memahami Fiqih sesuai dengan ajaran islam, sesuai definisi hukum Syara'.

Salah satu definisi Khilafah dan Jihad yang sangat populer di Indonesia bisa kita temukan dalam kitab FIQH ISLAM. Dalam kitab tersebut, Syeikh H. Sulaiman Rasjid menjelaskan definisi Khilafah sebagai berikut:

"Al Khilafah, ialah suatu susunan pemerintahan yang diatur menurut ajaran agama islam, sebagai yang dibawa dan dijalankan oleh Nabi Muhammad SAW semasa hidup beliau dan dijalankan oleh Khulafaur Rasyidin (Abu Bakar, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib), kepala negaranya dinamakan Khalifah"

Dalam kitab itu pun telah dijelaskan hukum membentuk Khilafah:

"Telah sepakat umat muslimin (ijma' yang mu'tabar) bahwa hukum mendirikan Khilafah itu adalah 'Fardhu Kifayah' atas semua umat Muslimin"

(Fiqh Islam, karangan H. Sulaiman Rasjid, hal. 465. Dalam bab Kitab Al Khilafah)

Sedangkan makna jihad menurut beliau, "artinya peperangan terhadap kafir yang dipandang musuh karena membela agama Allah (li i'lai kalimatillah)"

(Fiqh Islam, karangan H. Sulaiman Rasjid, hal. 422. Dalam bab Kitab Jihad [peperangan])

Definisi ini telah menjadi pemahaman umum di tengah umat islam saat ini. Lalu apa yang menjadi masalah? Terlebih, apa yang menjadi tolok ukur materi Khilafah dan Jihad disinyalir sebagai penyebab tumbuhnya paham radikalisme? Ini pertanyaan serius yang harus dijawab oleh rezim!

Ingat! Jangan sampai rezim ini berlaku zalim terhadap ajaran islam. Memaksa umat Islam memahami ajaran islam yang tak sesuai dengan apa yang telah dijelaskan hukum Syara'. Sebab hal itu akan menjadi fitnah yang berpotensi menurunkan Murka Allah SWT.

Ingat wejangan dari Syaikh H. Sulaiman Rasjid berikut,

"Menurut agama Islam membuat-buat fitnah, memaksa-maksa dan merampas kemerdekaan orang memeluk dan menjalankan agamanya, adalah kesalahan yang amat dimurkai Allah; lebih dimurkaiNya daripada membunuh orang."

(Fiqh Islam, karangan H. Sulaiman Rasjid, hal. 423. Dalam bab Kitab Jihad [peperangan])

Ingat itu![]

No comments:

Post a Comment

Adbox