Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP

Tuesday, December 24, 2019

ILF Tangerang Sikapi SKB 11 Menteri




Tangerang, Merespon terbitnya SKB 11 Menteri, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pelita Umat, Ahad malam (22/12) menggelar acara Islamic Lawyers Forum (ILF) edisi perdana bertempat di Ballroom Lemo Hotel  Tangerang.

 Mengangkat tema “SKB 11 Menteri, Penjara kebebasan Berpendapat Bagi ASN?”, forum diskusi hukum ini  menghadirkan enam pembicara, yaitu Prof. Dr. Suteki, S.H, M.Hum (Pakar Sosiologi Hukum dan Filsafat Pancasila) ; Wahyudi al-Maroki, M.Si (Direktur Pamong Institut) ; Damai Hari Lubis SH, MH (Ketua Devisi Hukum PA 212) ; Ahmad Khozinudin, SH (Advokad/Ketua LBH Pelita Umat Pusat) ; H. Hilman SH (Tokoh Tangerang) serta Ust. Ihsan Azhari, M.Pd (Mudir Sirojul Ummah Tangerang)

Diawal acara, berlangsung peresmian dan pengukuhan pengurus LBH Pelita Umat Kordinator Cabang (Korcab) Tangerang dihadapan para peserta yang diresmikan secara langsung oleh Ketua LBH Pelita Umat Pusat, Ahmad Khozinudin SH.

Dalam pengukuhannya telah ditetapkan pengurus LBH Pelita Umat Cabang Tangerang yakni Art Han Adam Putra, SH (Ketua), Yuliana Haji Saidi, SH (Bendahara), Sonson Ardi Pamungkas, SH (Sekjend) dan Arief Saefudin (anggota).

Dalam sambutannya, Pembina LBH Pelita Umat Korcab Tangerang  Abu Miqdad menegaskan bahwa LBH Pelita umat fokus memberikan advokasi kepada aktifis Islam termasuk didalamnya para tokoh, ulama dan mahasiswa. "Disamping Advokasi, LBH Pelita Umat juga melakukan Edukasi hukum dalam bentuk diskusi diskusi seperti acara Islamic Lawyers Forum (ILF) ini", imbuhnya.



 Menutup kalimat sambutannya,  Abu Miqdad menegaskan bahwa SKB 11 Mentri akan membawa pada suasa seperti era orde baru dan mengarah pada kondisi rezim otoriter ala sosialis komunis.

Memasuki sesi Diskusi yang dipandu Host Mabsus Abu Fatih, para pembicara satu persatu memberikan pandanganya seputar tema yang diangkat.

"SKB 11 Mentri akan membentuk yang namanya hantu radikalisme" tegas Prof Suteki.  Pakar Sosiologi Hukum dan Filsafat Pancasila ini juga menyampaikan bahwa kritik terhadap penguasa tidak semestinya diposisikan sebagai enemy (musuh) melainkan sebagai mitra yang akan membawa negara menjadi lebih baik. Menurutnya, secara teori SKB 11 Mentri tidak akan menghalangi ASN dalam bersikap kritis. "Namun secara fakta berbeda dengan teori. Buktinya saat saya mengkritik pemerintah dalam kaitan perpu ormas yang bisa mengantarkan kepada negara kekuasaan dan bisa menghancurkan negara, ternyata kritikan tersebut dianggap sebagai ketidaksetiaan terhadap negara yang layak diberikan sanksi" paparnya.



Sementara itu, Direktur Pamong Institute Wahyudi Al Maroki menyatakan bahwa SKB 11 Mentri sedang mempertontonkan kepanikan rezim yang ada. Bagaimana tidak, untuk membungkam ASN sampai menerjunkan 6 menteri dan 5 pejabat setingkat menteri, padahal dengan satu surat sudah cukup untuk menertibkan ASN yang dianggap melanggar. Lebih jauh Ia menambahkan, "SKB ini juga menjadikan isu radikalisme untuk menutup ketidakberhasilan rezim mengurus urusan rakyat, SKB 11 mentri ini dengan alasan radikalisme akan lebih menyasar kepada umat Islam karena Isu radikalisme tidak disematkan kecuali kepada umat Islam_" tegasnya dihadapan para peserta yang begitu antusias menyimak pemaparannya.

Damai Hari Lubis, menyatakan bahwa SKB 11 menunjukkan rezim saat ini sedang sakit. Ketua Divisi Hukum PA 212 tersebut juga menyatakan, SKB 11 Menteri ini overlap dengan UU di atasnya yaitu UUD yang menjamin kebebasan berpendapat.

Berikutnya,  Ahmad Khozinudin menegaskan dalam penjelasannya, "SKB 11 Menteri telah mengkonfirmasi ketotaliteran rezim saat ini yang mana semua mau diatur dan tidak boleh ada tafsir kecuali tafsir negara".

Ketua LBH Pelita Umat ini juga menambahkan bahwa SKB 11 Menteri telah mengkonfirmasi ketakutan yang luar biasanya rezim. Buktinya hanya untuk menghadapi ASN sampai menurunkan 11 instansi atau 11 menteri. Disamping itu SKB 11 mentri bisa  melahirkan teror publik baik kepada ASN maupun bukan.

H.Hilman, selaku tokoh Tangerang menyatakan bahwa SKB 11 menteri tidak perlu ada. "Dalam pelaksanaanya akan lebih bertumpu pada like and dislike. Siapa yang tidak disukai maka bisa dijerat dengan SKB ini. Hasilnya akan menimbulkan suasana yang menyeramkan". katanya.

Ust. Ihsan Azhari, menyampaikan umat Islam termasuk ASN punya kewajiban muhasabah lil hukam (mengoreksi penguasa jika salah). "Adanya SKB 11 Mentri akan menutup celah koreksi terhadap penguasa. Koreksi terhadap penguasa sejatinya  merupakan bentuk kecintaan terhadap penguasa. Yaitu agar tidak jatuh kepada kedzaliman. Jika sistem ini terus menerus menghalangi jalan untuk mengoreksi penguasa, maka mau tidak mau harus diganti sistemnya, karena terbukti menghalangi mekanisme koreksi terhadap penguasa", paparnya. Kemudian Ia menambahkan, "Kritik terhadap SKB 11 menteri bukan hanya menolong ASN tapi juga menolong umat di masa mendatang".

Dalam sesi diskusi dengan para peserta, Ahmad Khozinudin mengatakan,  "Umat Islam tidak perlu takut menyuarakan islam politik, atau sistem Khilafah karena tidak ada produk hukum yang melarang menyuarakan Khilafah yang merupakan ajaran islam", serunya yang disambut dengan pekikan takbir oleh para peserta.

Host menutup ILF dengan mengangkat sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Muslim, "Sesungguhnya Allah SWT memperlihatkan bumi kepadaku. Sehingga aku bisa melihat ufuk timur dan ufuk baratnya. Dan umatku, kekuasannya akan meliputi bumi yang diperlihatkan Allah kepadaku)" Abu Fatih juga menutup dengan closing stetemen bahwa segala upaya untuk menghalami kembalinya kejayaan Islam akan gagal total. Karena Allah melalui lisan Rosulnya menjanjikan kejayaan Islam di masa mendatang. [TGR/Mbs]

No comments:

Post a Comment

Adbox