Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP

Tuesday, December 31, 2019

Dugaan Megakorupsi Jiwasraya Akan Menjadi Gelap?



Fajar Kurniawan
(Analis Senior PKAD)

Di penghujung 2019, kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) menggemparkan jagad medsos.

Pemerintah dituntut mampu menuntaskan sekaligus transparan mengusut kasus ini. Bercermin pada kasus Bank Century, ada kekhawatiran nasabah terancam menjadi korban lagi. Kali ini jumlahnya tak sedikit.

Sejumlah pengamat menilai kasus gagal bayar Jiwasraya ini masuk aksi oknum korporasi yang bisa dikualifikasi sebagai perbuatan pidana. Oknum direksi hanya menginvestasikan dana masyarakat tersebut pada perusahaan yang baik dan sehat sebesar 20 persen. Sedangkan yang 80 persennya kepada perusahaan abal-abal sehingga merugi dan gagal bayar.

Publik khawatir ujung kasus ini adalah gelap. Berkaca pada Skandal Century dulu, padahal kejahatan besar yang harus dihukum. Bukan diberikan pengampunan, bahkan sebelum para tersangkanya ditentukan dan kasusnya sampai di pengadilan.

Semestinya pemerintah memberikan tekanan politik kepada kepolisian, kejaksaan, dan KPK agar bertindak lebih cepat dan tegas dalam memproses siapa yang bersalah dan harus bertanggung jawab di depan hukum. Tentu kita tidak ingin kasus yang sudah terang menjadi gelap kembali.

Dan, apabila oknum - oknumnya nanti dipublis oleh pihak berwenang, akankah terulang kembali seperti kasus BLBI, yang mana Kejaksaan Agung (Kejakgung) menghentikan penyelidikan dua kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) terhadap Anthony Salim dan Sjamsul Nursalim. Kejakgung tak menemukan perbuatan melawan hukum oleh dua obligor itu. Melalui payung Inpres 8/2002, Anthony bisa bebas melenggang karena mendapat surat keterangan lunas (SKL). Bisa jadi, jika secara politik pemerintah tidak mau menyelesaikan kasus Jiwasraya ini, rakyat akan usut secara politik juga.

Tapi harap diingat, terkait korupsi yang mengakar di negeri ini semua itu telah menjadi bersifat sistemik karena yang menjadi akar masalahnya adalah sistem politik demokrasi yang mungkin lebih tepat disebut industri politik demokrasi. Layaknya industri yang untuk adalah para pengelolanya (penguasa, pejabat dan politisi) dan para pemodalnya yaitu para kapitalis pemilik modal. Rakyat akan terus menjadi konsumen dan kepentingan rakyat hanyalah obyek layaknya barang dagangan. Akibat semua itu, kepentingan rakyat selalu dikalahkan.

Karena itu untuk menghindarkan umat dari semua itu dan mewujudkan kehidupan yang lebih baik maka tidak ada jalan lain kecuali mencampakkan sistem industri politik demokrasi yang menjadi akar semua problem itu. Dan berikutnya kita ambil dan terapkan petunjuk hidup dan sistem yang diberikan oleh Allah yag Mahabijaksana. Sebab Allah SWT sendiri telah menjamin bahwa Islam akan memberikan kehidupan kepada kita semua dan umat manusia umumnya.

No comments:

Post a Comment

Adbox