Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP

Tuesday, December 31, 2019

Anomali "Oknum" Penggiat Pancasila



Fajar Kurniawan
(Analis Senior PKAD)

Perdebatan santer 2019 adalah perdebatan siapa yang lebih pancasilais, toleran, dan paling NKRI.

Atau siapa yang layak dituding sebagai anti-pancasila, anti-kebinekaan bahkan anti-NKRI. Pernyataan - pernyataan ini terucap atau tertulis baik dari individu maupun kelompok tertentu yang dengan gegabah menuduh individu atau kelompok lain. Ironisnya, tidak sedikit dari mereka yg melemparkan tuduhan dan fitnah tersebut justru orang yang sangat tidak memahami, menghayati apalagi melaksanakan sila demi sila dari Pancasila. Terutama sila pertama dan  paling utama bagi orang yang beragama.

Bendera Islam dinista, ajaran khilafah dilecehkan, Rasulullah dibanding-bandingkan dengan Bung Karno. Bayangkan jika yang dihina atau dinista misalnya kepala negara atau lambang negara, saya yakin (seperti yang  juga telah terjadi pada masa lalu) yang bersangkutan akan dihukum dengan hukuman maksimal. Fenomena yang sangat melukai perasaan orang yang beriman seperti ini, sepatutnya mengantarkan kita kepada satu pertanyaan: Sudahkah Sila Pertama dari Pancasila dilaksanakan di negeri ini?  Ketika negara tidak lagi mampu melindungi warga negara dari kesucian agama yang diagungkan dan dianutnya, lalu yang tidak pancasilais itu sebenarnya siapa?

Apakah menista Islam itu sesuai dengan Pancasila? Apakah melindungi penista Islam itu sesuai dengan Pancasila? Apakah korupsi sesuai dengan Pancasila? Apakah melindungi koruptor sesuai dengan Pancasila? Apakah menjual aset negara sesuai dengan Pancasila. Kenapa selalu kepada kelompok Islam tudingan anti Pancasila itu dialamatkan? Mengapa kalian ini?

Bila kita ingin mempersoalkan tentang Pancasila sebenarnya masih banyak hal yang perlu dipertanyakan lagi. Banyak hal yang dipertanyakan tapi kenapa itu semua tidak diambil tindakan? Karena itu bila dilihat dari sudut pandang lain, ini soal politik. Jadi Pancasila digunakan sebagai alat poltik untuk mendiskreditkan pihak yang tidak disukai.[]

No comments:

Post a Comment

Adbox