Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP

Tuesday, December 31, 2019

A Global Call For Muslim Uighur: Sudah Terang Siapa yang KONSISTEN Menjahati Saudara - Saudara Kami!



Fajar Kurniawan
(Analus Senior PKAD)

Sudah jelas, bahwa Agustus tahun lalu, sebuah komite PBB mendapat laporan bahwa hingga satu juta warga Uighur dan kelompok Muslim lainnya ditahan di wilayah Xinjiang barat, dan di sana mereka menjalani apa yang disebut program 'reedukasi, atau 'pendidikan ulang'.

Berbagai laporan santer tahun ini menyebutkan Cina masih mengoperasikan sejumlah kamp penahanan bagi warga Muslim Uighur. Tahun 2018 tempat itu ditemukan oleh para peneliti yang sedang mencari bukti bahwa kamp-kamp tersebut memang ada dalam perangkat pemetaan global, Google Earth.

Ya, Cina dituding memenjarakan jutaan Muslim Uighur di Xinjiang tanpa proses peradilan. Walaupun tudingan itu telah dutepis Pemerintah Cina, namun investigasi BBC menemukan bukti baru nan penting. Pada 12 Juli 2015, sebuah satelit menyoroti kawasan gurun dan sejumlah kota di bagian barat Cina.

Salah satu foto yang diabadikan hari itu menampilkan pemandangan lahan kosong yang dipenuhi pasir abu. Hanya berselang kurang dari tiga tahun kemudian, pada 22 April 2018, foto satelit di tempat yang sama menunjukkan perbedaan kontras. Sebuah kompleks besar dan berkeamanan ketat muncul, lengkap dengan tembok luar sepanjang dua kilometer dan 16 gardu penjaga.

Pemerintah Cina di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping dituding menerapkan kebijakan otoriter terhadap masyarakat muslim dengan memaksa mereka untuk setia terhadap Partai Komunis China harus didahulukan ketimbang loyalitas kepada agama dan keluarga.

Kebijakan kejam otoritas China yang mempertahankan kamp pendidikan ulang politik dengan tujuan mengembalikan program pemikiran politik di benak muslim Uighur yang ditahan di kamp itu dan menghapus keyakinan islami mereka dan mengubah identitas mereka sejak akarnya.

Pemerintah China beranggapan mampu mencabut keimanan muslim Uighur dari hati mereka dan menggoyahkan akidah mereka yang tegas dengan langkah-langkah dan cara-cara represif. Maka kami tegaskan, nenek moyang muslim Uighur adalah Bilal. Bilal disiksa tetapi beliau mengulang-ulang kata ahad, ahad, ahad.

Kebijakan psikopat China terhadap Muslim sebenarnya juga dilandasi oleh pengalaman sejarah ketidakberdayaan mereka menghadapi kekuatan Aqidah Islam. China menyadari betul dahsyatnya kekuatan ideology Islam yang sudah mereka rasakan sejak abad ke 6 M dan begitu cepat mempengaruhi masyarakatnya yang berbondong-bondong masuk Islam. Khilafah Islam di zaman al-Walid bin Abdul Malik menaklukkan wilayah Asia Tengah di bawah panglimanya Qutaibah bin Muslim yang dimulai sejak tahun 86 H/705 M.

Sejarah pun akan kembali berulang, rezim predator Cina akan kembali menghadapi sosok Muhammad Al Fatih kembali di bawah komando Khilafah Islam untuk yang kedua kalinya. Panglima seperti Qutaibah di bawah panji Islam akan membebaskan Muslim Uighur dan mengembalikan kekuatan geopolitik Islam di Asia Tengah, dimana darah, harta dan kehormatan setiap jiwa Muslim akan terlindungi, karena Khilafah adalah negara yang menempatkan nyawa seorang Muslim lebih berharga daripada seisi bumi, seperti sabda Rasulullah Saw :


لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عِنْدَ اللهِ مِنْ قَتْلِ رَجُلٍ مُسْلِمٍ.


"Hancurnya dunia lebih ringan di sisi Allah dibandingkan terbunuhnya seorang muslim." (HR. Nasa'idan Tirmidzi).[]

No comments:

Post a Comment

Adbox